
"sudah aku bilang itu kuahnya pedas belum lagi di dalam baksonya ada cabe halus kau masih ngeyel untuk makan . Jadi begini kan? kau jadi kena batunya bolak balik kamar mandi ." omel Shasa pada suaminya .
"tapi sayang aku tidak mau jika anakku mengonsumsi makanan seperti itu di dalam perutmu dia akan kepedasan ." ucap Vaiz melemah dengan wajah pucat .
"itu tidak setiap hari , lihat dirimu kau semakin pucat gara gara mengonsumsi pedas .Aku tahu kau tidak suka pedas dan tidak pernah makan makanan terlalu pedas . minum obat ini sakit perutmu akan reda lalu istirahatlah ." setelah minum obat Vaiz kembali menuju kemar mandi . Keluar kamar mandi wajahnya terlihat amat sangat pucat , ia membaringkan tubuhnya memejamkan mata , Shasa mendekati suaminya dan mengelus perut milik suaminya . Tak lama Vaiz tertidur diikuti oleh Shasa .
********
Pagi hari sinar mentari memaksa menerobos masuk melalui celah jendela dan gorden . Mata Shasa mengerjap karna terkena sinar matahari pagi .
"hoooooaaaaaam ." meregangkan ototnya dan mengelus perut besarnya .
"morning baby ." gumamnya pada jabang bayinya .
"morning suami ." ucap Shasa mencium bibir suaminya . Shasa berjalan kearah kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih asik dengan tidurnya . Hari minggu adalah hari dimana Vaiz akan bermalas malasan . Cukup lama Shasa berada di kamar mandi, ia langsung keluar dan memakai pakaian santainya . Selesai dengan aktivitas mandi dan berdandan , Shasa menuju ranjang yang telah kosong .
"dia sudah bangun ." gumamnga sambil menata ranjangnya yang berantakan .
Shasa turun kebawah menemui pelayannya . Ia menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya dan suaminya .
"bu, mbak tolong siapkan daging , sayur,sosis dan rebuskan telur aku akan membuat sop daging." pinta Shasa pada pelayannya .
"baik nyonya ." Shasa menyiapakan bumbu untuk memasak . Memotong motong dan sebagainya. 1 jam berkutat menghasilkan sop daging yang lezat . Shasa mengambil 2 mangkuk untuk suaminya dan dirinya sendiri lalu ia menyiapkan di meja makan .
__ADS_1
"jika bu Nin dan mbak mau mbak bisa makan ."
"terimakasih nyonya ." Shasa mengangguk tersenyum .
"baiklah saya akan memanggil suami saya ." para pelayan pun mengangguk.
Sampai di depan tempat suaminya berolah raga , Shasa berdiri di ambang pintu .
"kau ingin berolah raga atau sarapan ?" tanya Shasa
"sayang, nanti saja aku sarapan kau duluan saja." tolak Vaiz secara halus .
"baiklah, aku akan makan sambal yang enak aku akan makan semuanya sampai peluhku berkeringat ." ucao Shasa berlalu perg . Dengan cepat tanggap, Vaiz mengikuti istrinya karna takut akan ancamana istrinya.
"baiklah aku akan makan, jangan cemberut begitu nanti cantiknya akan hilang ." goda Vaiz .
"aku memang tidak cantik, apa kau mengejekku ?" ucap Shasa sinis .
"hey mana mungkin aku mngejekmu , kau itu sangat cantik ." menyeruput kuah Sop daging .
"kenapa kau makan, jangan dimakan bukannya kau ingin berolah raga . Lanjutkan olah ragamu jika kau ada apa apa biar aku yang menghidupi anakku." ucap Shasa mengambil mangkuk sop milik suaminya .
"sayang kenapa kau bicara seperti itu ?" tanya Vaiz sambil menggenggam tangan istrinya .
__ADS_1
"kau saja tidak peduli dengan pola makanmu. Lebih baik aku mencari suami lagi untuk berjaga jaga ." jelasnya .
"baiklah aku akan makan dan sekarang tersenyum untukku ." ucap Vaiz mengambil mangkuk yang berada di depan istrinya . Shasa pun mengangguk tersenyum .
"habiskan makanmu , aku hari ini libur kau ingin kemana?" tanya Vaiz .
"tidak kemana mana , berdua denganmu sudah cukup ." ucap Shasa . Membuat Vaiz tersenyum sumringah .
"baiklah , habiskan makanmu lalu kita akan berpacaran di kamar kita ."
"maksudmu ." Shasa mendongak menatap suaminya .
"kau tidak ingin kemana mana bukan?" Shasa mengangguk .
"maka dati itu kita aka menghabiskan waktu kita di dalam kamar."
"ngapain?"
"yaaaaaa,"
"jangan berfikiran mesum ." todong Shasa membuat Vaiz tergelak .
"bercanda sayang ." ujar Vaiz . Shasa merengut melihat suaminya menggodanya .
__ADS_1