Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 133


__ADS_3

Ira , Sita , Shasa dan para pasangannya sudah begitu akrab . Jadi jika berkumpul mereka tidak ada malu malunya . Mereka selalu meledek dan bercanda satu sama lain . Karna terlalu lama berkumpul dan bercanda , mereka tak menyadari sudah saatnya makan siang .


"nyonya makan siangnya sudah siap ." ucap pelayan tersebut .


"o iya , makasih ya bu . Ayo makan siang kalian gak laper?" tanya Shasa .


"yuk ." mereka pun makan siang bersama, Shasa melihat Ira begitu tlatej menyuapi anaknya yang umurnya satu tahunan .


"agak susah ya makannya ?" tanya Shasa .


"ho'oh Sa , kadang harus di selingi sama main ." ucapnya .


"tapi suka ngemil nggak?" tanya Shasa .


"ya apa yang dia mau aku turuti asal gak bikin sakit aja. Aku gak mau terlalu over sama anakku takutnya malah nantinya gak suka ini itu , dan gampang sakit sakitan . Selagi buatnya gak papa aku gak masalahin buat makan sesuatu ." ujar Ira .


"ohh , gue jadi bisa belajar banyak ke elo Ra , thanks ya ." diangguki Ira sambil tersenyum .


Selesai makan siang , para tamu pamit untuk pulang .


Di dalam kamar , Shasa menganggkat bayinya yang sedang kehausan . Shasa mengeluarkan pa***ara nya untuk memberikan ASI untuk anaknya .


"sayang, apa yang sebelah tidak untuk ayahnya?" goda Vaiz .


"sebelah mana?" tanya Shasa yang paham maksud dari suaminya .

__ADS_1


"itu ." menunjuk area dada istrinya dengan menganggkat dagunya .


"ini ?" tanya Shasa dengan mengepalkan sebelah tangannya .


"kau ini itu bogeman sayang ." ucap Vaiz tertawa .


"makanya, kau iri dengan anakmu . Bahkan anakmu ini hanya sisa mu ." ujar Shasa tanpa tedeng aling aling.


"hay. bicaramu tanpa berfikir dulu . Nanti di dengar anakmu ." protes Vaiz .


"biar saja , biar tahu anakmu kalau Ayahnya itu rakus ." ledek Shasa yang membuatnya melotot


"hey , kau ini . Mana mungkin aku seperti itu ." Vaiz yang pura pura kesal menutup wajahnya dengan bantal .


"anak ibu gak bisa bobo ya nak., iya ya ." ucap Shasa pada putrinya .


"kita keluar ya nak , ibu males liat ora merajuk ." ledek Shasa .


Vaiz langsung membuka bantal .


"siapa yang merajuk?" tanya Vaiz .


"tidak jadi tidur?" tanya Shasa yang pura pura .


"tidak ,aku ingin gendong putriku ." ucap Vaiz merebut putrinya dari gendongan istrinya. Ia langsung mengangkat tubuh kecil putrinya untuk bisa menciumnya .

__ADS_1


"ya sudah , aku mau ke kamar mandi dulu jaga putrinya jangan dibuat nangis lagi ." ucap Shasa yang di angguki Vaiz .


Shasa berjalan ke kamar mandi . Sedangkan Vaiz bermain main dengan putrinya . Sesekali putrinya menggeliat kadang juga menjilat bibir mungilnya sendiri .


"kalau nanti udah boleh keluar, kita main main ke kantor ayah ya nak. Akan ayah pamerkan kepada semua orang kalau tuan putri papa sangat cantik." gumam Vaiz kepada anaknya.


"Ayah bersyukur telah memilikimu tuan putri ayah."


Vaiz menurunkan kakinya di lantai, ia langsung meletakkan tubuh anaknya pada pahanya setelah itu kakinya di ayun ayunkan . Membuat putrinya merasa nyaman .


"nyaman ya anak ayah yah di giniin ."


Saat tengah asik menimang nimang , pahaya serasa hangat . Ia merasa jika celana pendeknya basah di guyur oleh air hangat . Vaiz langsung mengangkat tubuh putrinya dan melotot .


"sayang, Ayu pipis ." teriak Vaiz menganggetkan putrinya dan alhasil putrinya menangis .


Shasa langsung keluar dari kamar mandi .


"ada apa? kau teriak membuat anakmu ketakutan ." protes Shasa yang langsung mengambil alih anaknya .


"Ayu pipis sayang, membuat celanaku basah dan bau pesing ."


"ya udah sekalian mandi dan ganti baju ." tutur Shasa pada suaminya . Shasa mengganti popok anaknya sambil geleng geleng kepala.


"kenapa aku merasa kalau aku mempunyai 2 bayi yang aku urus. Yang satu memang dari rahimku dan yang satu suamiku."batin Shasa

__ADS_1


__ADS_2