Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 102


__ADS_3

yang gak kenyang baca nya kalau author up nya sedikit ya deh author up lagi .. nanti kalau authornya gak sibuk dan ada waktu senggang up lagi . Buat para readers tercentaaaahhhh


*****


"hey jangan tertawa kau mengejekku?" Shasa kesal suaminya tak henti hentinya tertawa .


"tidak , aku tidak mengejekmu . Hanya saja kau itu sudah berkali kali denganku masih saja malu malu ."


"sayang, kau itu seperti pria hidung belang . Bicaramu hanya itu itu saja ." ucap Shasa .


"lalu kau ingin kita bahas apa?" Shasa menggedikkan bahunya .


"ya sudah ayo kita masuk , sudah sore aku mau mandi ." Shasa mengikuti langkah suaminya masuk kedalam rumah dan memasuki kamarnya .


Di dalam kamar , Shasa meraih ponselnya ingin melihat barangkali ada chat masuk dari kedua sahabatnya yang kini tinggal jauh . Ia memencet tombol power yang berada di sisi handphone miliknya . Saat layar ponsel terbuka matanya melotot dan terlihat panik . Ia pun melemas tak berdaya .


Kini Shasa berada di sofa sambil mengusap usap layar ponselnya . Ia terlihat kesal Vaiz yang melihat langsung menghampiri istrinya .


"sayang ada apa?" tanya Vaiz . Shasa menyodorkan ponselnya dan di raih oleh Vaiz .


"hanya karna ini ." Shasa mengangguk .


"rusak yank ." Shasa memanyunkan bibirnya .

__ADS_1


"wajar saja jika rusak , ponselmu sudah retak semua tapi kau masih saja nyaman memakai ponsel ini ." gerutu Vaiz .


"aku tidak mampu membeli lagi ." Shasa tertunduk .


"lalu kalau rusak bagaimana?" tanya Vaiz .


"biar nanti aku akan meminta tukang service untuk memeperbaiki ." Vaiz melongo.


"kenapa di perbaiki?" tanya Vaiz


"hey, lalu aku harus pakai ponsel apa jika tidak di perbaiki?" Shasa terlihat kesal karna suaminya .


"tidak perlu di perbaiki yang ada tukang service nya malah ketawa lihat ponselmu . cepat mandi nanti kita beli ponsel baru ." ucap Vaiz meletakkan ponsel milik Shasa


"tapi itu udah retak , aku heran apa kamu tidak risih memakai ponsel yang sudah retak seperti itu ." gerutu Vaiz .


"di perbaiki ya? aku suka memakai ponselku dari hasil kerja kerasku ."


"baiklah , aKu akan melahapmu sebagai gantinya aku membelikanmu ponsel ." goda Vaiz menaik turunkan kedua alisnya .


"ooo jadi kamu mau belajar membeli tubuhku . Dasar suami gak ada akhlak ." gerutu Shasa .


"salah sendiri , diajak beli ponsel malak ngajak berdebat ." gerutu Vaiz . Shasa diam tak menjawab ucapan suaminya . Ia malah memalingkan wajahnya dengan tangan di lipat atas perutnya . Melihat tingkah istrinya membuat Vaiz malah gemas sendiri .

__ADS_1


"kau mau beli ponsel atau tidak ." memeluk tubuh Shasa sambil menciumi pipi istrinya . Shasa tetap diam tak menjawab .


CUP


"kau mau beli ponsel atau tidak?"


CUP


"kau mau beli ponsel atau tidak ?"


CUP .


Merasa ciuman dari suaminya tak henti henti dan malah membuat pipi Shasa geli, Shasa pun tertawa .


"sudah sayang, ampun ." ucap Shasa memohon


"untuk apa?aku tidak akan melepaskanmu ." ucap Vaiz sambil menciumi Shasa , pipi Shasa yang terkena rambut halus milik Vaiz membuat Shasa merasa kegelian .


"sayang ,sudah ." rengek Shasa .


"beli ponsel tidak ?" tanya Vaiz masih menciumi istrinya .


"iya iya beli ponsel ,aku mandi dulu ." ucap Shasa . Vaiz melepaskan pelukannya setelah itu Shasa berdiri berjalan menuju kamar mandi . Vaiz tetap berada di posisinya sambil menunggu istrinya bersiap . Ia menggeser layar ponselnya dan mulai berkutat pada ponsel tersebut . Lama berkutat tak menyadari jika istrinya sudah di depannya .

__ADS_1


"ayoo , kita pergi ." ucap Shasa pada suaminya . Vaiz pun menyimpan ponsel lalu berdiri dan menggandeng istrinya berjalan keluar kamar .


__ADS_2