Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 60


__ADS_3

Shasa berdiri mematung menatap mobil yang di kendarai suaminya . Mobil hitam tersebut perlahan berjalan menjauh dari pekarangan rumah dan menuju kantor milik Vaiz .


"Halo Dino, bagaimana?"


"Nona Julie berada di kantor tuan , ia tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan tuan ."


"kau sudah membereskannya ?"


"masalah pekerjaan sudah saya bereskan , akan tetapi Nona Julie masih tetap ingin menemui tuan ."


"biarkan saja, aku akan bicara dengannya untuk yang terakhir kalinya ."


"baik tuan ."


Vaiz memutusksn sambungan tersebut secara sepihak . Ia langsung melajukan mobilnya secepat mungkin .


*****


"nona sudah tes?" tanya pelayan Nin


"sudah, tapi aku belum melihatnya ." ucap Shasa sambil mengunyah cemilan yang ada di tangannya .


"baiklah , saya akan melihatnya . Semoga positif nyonya ." bisik pelayan Nin.


"aduhhh,tolong jangan bicara begitu . Kau seperti akan memberikanku harapan palsu saja ." keluh Shasa memutar bola matanya malas .


Shasa berjalan ke arah sofa depan tv , ia menyalakan tv sambil sesekali memasukan cemilan kedalam mulutnya .


"Nyonya ." teriak pelayan Nin membuat Shasa terkejut .


"aissshhh, bu tolong jangan teriak ." Bu Nin tak menghiraukan Shasa yang sedang melayangkan protes.


Pelayan Nin menyodorkan hasil tes tersebut membuat Shasa tak berbicara sepatah kata pun. Tubuh Shasa melemas melihat hasil tersebut .


"ahhhh , apa aku tidak bermimpi?" tanya Shasa.

__ADS_1


"tidak , ini tidak mimpi."


Dengan segera Shasa berlari menuju kamarnya sambil menggengam alat tes tersebut 15 menit Shasa teriak memanggil pak Damar.


"Pak Damar bisa antar Shasa ke kantor suami Shasa nggak ?"


"baik nyonya." Shasa masuk kedalam mobil duduk di belakang tempat penumpang .


Di dalam mobil , Shasa tetap menatap hasil tes kehamilan miliknya . Raut wajahnya berubah ubah entah apa yang sedang di pikirkannya . Tak sampai Setengah jam , mobil yang di tumpanginya sudah berada di area parkiran . Ia berjalan sangat cepat tak sabar untuk menemui suaminya .


"tuan Vaiz ada?" tanya Shasa saat sudah berada di lantai atas .


"Tuan di dalam , masih ada pekerjaan dengan pak Dino dan rekan lainnya ." Shasa mengangguk .


"boleh aku masuk?" ucapnya sambil menyodorkan benda yang ada di tangannya . Tanpa di jelaskan sekertaris wanita tersebut paham dan mengangguk .


"jika dia marah aku yang akan mengurusnya ." ucap Shasa mengedipkan mata kanannya .


Shasa membuka pintu dan berjalan mengendap . Ia melihat suaminya berdiri memunggungi arah pintu . Saat Dino akan memberitahu Vaiz , Shasa mengkode untuk tidak berbicara . Tiba tiba dan tanpa aba aba Shasa berlari meloncat di punggung suaminya , kini Shasa berada di gendongan suaminya bagian belakang . Vaiz mengibaskan tangannya , meminta semua orang yang berada di ruangannya untuk meninggalkanya dan istrinya .


"ahhhh, maafkan aku ." cicitnya .


"hmmmm, kenapa? tumben kau pagi pagi datang ke kantorku ." ucap Vaiz sambil menurunkan Shasa dari gendongannya .


huh aku lega, dia datang saat Julie sudah ku usir. batin Vaiz .


"sayang, jika aku tak kunjung hamil apa kau akan tetap mencintaiku?" ucap Shasa ragu .


"kenapa? jika belum berhasil aku tidak memaksa berarti kita masih belum dipercaya . Kita bisa atur waktu untuk honeymoon sayanh , jangan khawatir."


"maaf ." cicitnya .


"why?"


Shasa menyodorkan benda yang ada di genggamannya .

__ADS_1


"maaf ." lagi lagi Shasa meminta maaf .


"tidak perlu , jika hasilnya negatif kau tidak perlu meminta maaf kita akan lebih gencar lagi membuatnya . Aku juga tidak keberatan sayang ." Jelas Vaiz sambil memlihat hasilnya,dan tiba tiba mata Vaiz membulat, menatap hasil tes lalu berganti menatap istrinya .


"are you sure honey?"


"sayang jangan memakai bahasa Inggris saat bersamaku . Aku tidak tahu karna waktu sekolah dulu aku bolos saat guruku menerangkan bahasa Inggris ." keluh Shasa mencairkan suasana .


"kau merusak moment ini dengan kata katamu sayang ." ucap Vaiz membuat Shasa terkekeh .


"sayang, apa kau yakin kau hamil?" tanya Vaiz tidak percaya


"hey , kau tidak percaya dengan kerja kerasmu?"


"aku mencintaimu sayang, kita akan menjadi orang tua ." Shasa mengusap mata suaminya yang berair .


"kau bahagia sayang ." tanya Shasa .


"sangat , aku sangat mencintaimu ." ucap Vaiz mencium bibir Shasa lebih lama .


"aku juga . Semoga adanya baby disini hubungan kita lebih harmonis sayang ." Vaiz mengangguk .


Mereka berdua saling memeluk, menyalurkan rasa cinta dan kehangatan . Melupakan sejenak beban pikiran . Menjadi seorang ayah adalah keingin Vaiz dari pertama Shasa membuka hati untuknya . Dan kini genap 3 bulan pernikahannya,ia mendapat kabar baik dengan adanya benih cinta antara mereka berdua yang tumbuh di rahim Shasa .


Terima kasih Tuhan, Engaku telah mengabulkan doa suamiku . Dan kini terlihat raut kebahagiaan yang terpancar di wajahnya . Semoga Kami selalu dalam.lindungamu Tuhan . Batin Shasa yang masih betah di pelukan suaminya .


****


***Maaf ya karna telat up , kemarin up sedikit karan kakak dan keponakan datang . Jadi mau up gak bisa soalnya gak fokus takutnya . Tadi juga udah ngetik tapi karna capek aku tinggal istirahat .


Insyaallah besok mulai up dengan beberapa Bab seperti biasa .


Terimakasih sudah setia dengan kami . Jangan lupa Vote juga ya kak .


;)

__ADS_1


Love you all***


__ADS_2