Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 39


__ADS_3

Seperti hari biasa , pagi pagi Shasa sudah terbangun dan menyiapkan kebutuh untuk suaminya . Sedangkan si suami masih berada di atas ranjang berbalut selimut tebal . Shasa sudah berkali kali membangunkan suaminya namun tetap saja , suaminya tetap menikmati perjalanannya di alam mimpi . Shasa pun masuk ke kamar mandi , tak selang beberapa menit ia keluar kamar mandi dengan rambut basahnya. Rambutnya yang tergerai ia kibas kibaskan di depan wajah milik suaminya.Mata Vaiz pun mengerjap , menggeliat dan membuka mata dengan disuguhkan wajaj manis istrinya .


"apa kau sedang menggoda sumimu ini sayang ." menarik tangan istrinya hingga jatuh kepelukannya .


"ahhh tidak tidak tuan , aku hanya berusaha membangunkanmu ." ucap Shasa secepatnya .


"bahkan kau membangunkan yang satunya lagi ."


"hah?" Shasa terlihat bingung dengan ucapan suaminya .


"yaa , kau membuat bangun apa kau tidak merasakan?"


"maksud tuan?"


"hah , sayang kenapa kau begitu pelupa. Aku sudah bilang jangan panggil aku tuan. Atau kau memang ingin aku hukum karna tetap memanggil tuan ?"


"maaf aku lupa tu .. eh sayang maksudnya ."


"bahkan kau memanggil sayang kepada suamimu ini kaku ."keluh Vaiz


" maaf akan aku biasakan . Baiklah sekarang pergilah mandi kau sudah bau tu .. eh sayang ." mennggit lidah miliknya .


"kau memang suka jika aku hukum ." mengendus aroma wangi tubuh milik Shasa .


"kau mau apa sayang?" tanya Shasa bingung.

__ADS_1


"apa lagi? kau tidak tau bahwa dengan membangunkan ku adikku ini juga ikut bangun."


"hah tuan , sepertinya kau berbicara mesum ." dengus Shasa .


"hahahaha, kau faham sayang ."


"hey , memangnya aku anak kecil yang tidak faham dengan arah pembicaraanmu."


"hahahahaha,"mencium wajah istrinya dengan gemas .


"cepat mandi , apa kau tidak ingin bekerja ?" bujuk Shasa .


"nanti saja , aku ingin meminta jatah padamu ." ucap Vaiz enteng .


"haiiish , jatah jatah memang aku tukang pengurus sembako ." ucap Shasa ketus .


"maaf maaf , cepat mandi sayang nanti kau terlambat ." ucapnya diperhalus sambil mengelus wajah suaminya .


"tidak aku akan mandi setelah meminta jatah pagi hari padamu ." Vaiz menjatuhkan tubuh istrinya pada ranjang dengan ia berganti diatasnya . Setelah itu pergulatan panas pun terjadi .


Selesai dengan aktifitas mereka berdua , mereka berada di meja makan . Shasa mengambilkan sarapan untuk suaminya dan juga dirinya sendiri .


"besok kita kerumah orang tuamu , pikirkan besok harus membawa apa." ucap Vaiz .


"baiklah , makanlah tuan kau akan terlambat jika hanya diam menatap wajahku ." protes Shasa yang risih di pandang oleh suaminya .

__ADS_1


"apa tidak boleh?"


"boleh , tapi makanlah tuan . Kau akan terlambat nantinya ."


"hay kau lupa itu perusahaanku . Jadi terserah dong kalau aku terlambat ."


"harusnya kau memberi contoh para karyawanmu tuan . oh iya apa di tempatmu tidak ada lowongan pekerjaan untukku tuan?" tanya Shasa.


"kau masih memanggilku tuan lagi maka aku akan meminta jatah ." menyeringai licik .


"ahhh, maaf sayang aku lupa . Kenapa harus jatah jatah terus bosan aku mendengarnya ." keluh Shasa .


"makanya jangan panggil aku tuan ,jika kau ingin bekerja boleh tapi kau harus memberiku jatah setiap hari ."


"kenapa begitu?" protes Shasa .


"aku sudah bilang jangan bekerja , jika kau masih tetap ingin bekerja maka aku akan memperbolehkanmu bekerja dengan syarat seperti tadi ."


"ahhh baiklah aku tidak akan bekerja, aku akan diam dirumah dengan menghabiskan uang uangmu itu ."


"hahahaha , apa kau sanggup menghabiskan uangku sayang? kau tahu uangku tidak akan habis jika kau habiskan ." ucapnya sombong


"kenapa?" ucap Shasa bingung .


"karna suamimu kaya ."

__ADS_1


"sombong amat , habiskan sarapanmu sayang ."


Selesai sarapan , Shasa mengantar Vaiz menuju mobil milik suaminya . Di teras rumah Shasa mencium punggung tangan suaminya . Lalu Vaiz mencium kening istrinya berganti ciuman singkat dibibir setelah itu Vaiz masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju keluar halaman . Shasa masih berdiri menatap mobil suaminya hingga mobil tersebut tak terlihat oleh mata lentiknya .


__ADS_2