Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 122


__ADS_3

Sudah berhari hari Shasa tidak pernah jalan pagi , Zidan yang selalu menunggu mulai meradang karna sudah tidak bertemu dengan kekasih pujaannya. Ia pun bergegas keluar rumah untuk menemui Shasa .


"permisi ." sapa Zidan pada satpam kediaman Taban .


"iya tuan , ada yang bisa saya bantu?"


"tuan Taban nya ada?" tanya Zidan .


"oh tuan sedang berada di Jerman saat ini . Ada yang bisa saya bantu?"


"ohh begitu, kalau istrinya?"


"nyonya ada di dalam? ada yang bisa saya bantu tuan?" satpam tersebut curiga dengan kedatangan Zidan yang sedari tadi hanya melirik kedalam rumah .


"aku ada keperluan sebentar bisa aku temui nyonya Taban?"


"maaf tuan tidak ada di rumah , saya tidak bisa mengijinkan orang asing masuk ." ucap Satpam tersebut .


"baiklah ." saat Zidan akan berbalik ia melihat Shasa kekuar rumah dan duduk diteras . Dengan cepat ia mendorong satpm tersebut dan beralri kearah Shasa .


"hai ." ucap Zidan sambil mengatur nafas .


"kau mau apa kau kesini?" tanya Shasa dengan tatapan marah .

__ADS_1


"aku hanya ingin menjadi tetangga yang baik , menyapamu dengan baik."


"aku tahu apa maksudmu ." Zidan terkekeh .


"aku sangat merindukanmu ." ucap Zidan membuat mata Shasa melotot .


"pergi kau pergi jangan kesini kau itu laki laki tidak waras ." teriak Shasa .


"maaf nyonya ,saya akan mengusirnya ." satpam.tersebut menarik paksa Zidan untuk pergi dari kediaman Taban .


Zidan membrontak dan memukul wajah satpam tersebut dan berlari kearah Shasa . Di peluknya tubuh Shasa .


"lepaskan aku laki laki bodoh . Aku tidak mengenalmu dan jangan dekati aku ." teriak Shasa membuat para pelayan pun berhambur keluar . Satpam pun berdiri dan menarik paksa Zidan untuk keluar . Setelah Zidan terusir perut Shasa mulai kontraksi dan ia meringis kesakitan . Dari bawah keluarlah cairan bening .


"nyonya , tarik nafas nyonya." Shasa memegang erat tangan pelayan tersebut . Keringatnya mulai keluar.


20 menit mobil yang di tumpangi Shasa sampai dirumah sakit . Dokter pun siap siaga .


Kini Shasa berada di ruang bersalin ,.


"nyonya, nyonya harus sabar ini masih pembukaan 5 nyonya harus kuat ." ucap Dokter tersebut .


"baik dok ."

__ADS_1


"baiklah nyonya , saya akan kembali lagi setelah satu jam memeriksa pembukaannya bertambah atau tetap ."


"baik dok." Shasa berbaring di brankar rumah sakit sesekali ia merasakan sakitnya . Air matanya turun kala merasakan sakit yang luar biasa . .


Pelayan yang menemani Shasa hanya memegangi tangan Shasa ,sesekali mengusap keringat Shasa.


"nyonya harus kuat ya , ibu dan bapak sudah di hubungi tinggal tuan yang masih susah dihubungi ." Shasa hanya mengangguk sambil menahan rasa sakit .


Kadang Shasa memiringkan tubuhnya , kalau sudah lelah kadang ia meminta untuk duduk di sofa kadang juga Shasa meminta untuk menemani jalan jalan .


"apa memang sesakit ini bu?" tanya Shasa menahan rasa sakitnya.


"sakit yang nyonya rasakan nanti akan terbayarkan saat melihat bayi mungil yang sudah keluar nyonya." jelas pelayan membuat Shasa sedikit lega .


"nyonya mau kemabli ke brankar?" tanya pelayan tersebut .


"iya, bantu aku ya bu." ucap Shasa di angguki pelayan .


Shasa berbaring di atas brankar ia meringis merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa . Kadang ia kembali membolak balikan tubuhnya sambi memegang erat tangan pelayannya yang tengah setia menunggu .


1 jam dokter kembali dan memeriksa , pembukaan pun bertambah menjadi 6. Dokter tersebut menguatkan Shasa agar tetap bertahan dan kuat agar lahirnya normal .


Kini Shasa di temani oleh orang tuanya , sementara Vaiz masih belum ada kabar . Ponsel milik Vaiz dan sekretarisnya masih sulit di hubungi .

__ADS_1


__ADS_2