
flashback on
Vaiz mengitari tempat tempat yang biasa Shasa kunjungi , terakhir ia menuju taman pinggir kota . Vaiz mengitari tempat tersebut hingga lelah , Saat ia mengatur nafas matanya menatap kearah jalanan. Dan di sebrang jalan situlah ia melihat istrinya sedang menikamti makanan diwarung soto . Senyumnya terseungging kala sepasang matanya menatap kearah istrinya .
"saat suaminya sibuk mencari mu dengan santainya kau malah makan diwarung tersebut ." gumam Vaiz yang masih asik berdiri di tempat dan memandangi istrinya .
Ia pun berada di pinggir jalan menoleh kekanan kekiri lalu berlari kecil untuk menyebrang sampai di warung Vaiz berjalan perlahan menuju bangku milik istrinya .
Flashback off .
Di dalam mobil Vaiz menggeleng mengingat kejadian tadi . Disaat ia lelah mencari istrinya , nafasnya ngos ngosan saat beralari kesana kemari , namun saat itu ia menemukan istrinya dengan bersantai memakan soto di warung kecil pinggir jalan. Bahkan istrinya pun melahap sotonya tanpa beban .
Mobil Vaiz memasuki gerbang kediamannya . Ia mebghentikan mobilnya tepat diarea halaman rumahnya . Vaiz melapas seatbelt miliknya dan menolek arah istrinya , ia keluar mobil dan memutar langkahnya membuka pintu penumpang yang di duduki istrinya. Vaiz melepas seatbelt istrinya lalu menggendong ala bridalstyle menuju kamar milik mereka.
"uuuugggghhhh ." Shasa melenguh saat Vaiz meletakkan tubuhnya diatas ranjang empuk . Ia kembali berbaring dengan posisi miring. Shasa sudah terlalu capek dan mengantuk membuat ia pulas tertidur . Sementara Vaiz , berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri . Ia ingin berendam lama karna terlalu lelah kesan kemari mencari istrinya . Setengah jam berada di kamar mandi membuatnya tersadar , ia pun langsung bergegas menyelesaikan mandinya . Keluar menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya . Ia mengenakan kaos dan celana jeans . Setelah itu , ia menuju ranjang tempat istrinya berbaring namun netranya menajam saat mendapati ranjang tersebut kosong .
"sayang ." teriak Vaiz di dalam kamar .
__ADS_1
"aku disini." ucap Shasa setengah berteriak kepada suaminya .
"kau kenapa disitu?" Vaiz berjalan menuju tempat favorite istrinya berdiri .
"seperti biasa , aku nyaman di tempat ini ." jelas Shasa tetap fokus kearah depan .
Vaiz duduk di pinggir balkon sebelah istrinya sambil tersenyum menatap istri kecilnya .
"kenapa malu? bukannya kau juga sering menatapku saat aku tidur. Kau bahkan pernah bilang kalau aku itu benar benar tampan." goda Vaiz .
"huh mana ad seperti itu? kau itu mengada ngada ." protes Shas memanyunkan bibirnya . Melihat tingah istrinya yang menggemaskan , Vaiz langsung menarik lengan istrinya , kini tubuh Shasa menempel pada tubuh Vaiz .
"jangan di tarik , jika aku jatuh kasihan anakmu ." protes Shasa lagi dan lagi kembali memanyunkan bibirnya . Tanpa meminta ijin , Vaiz langsung me***at bibir tipis istrinya dengan menahan tengkuknya . Shasa yang refleks langsung membulatkan matanya , ia memukul dada bidang suaminya . l
"kau selalu menyosor tanpa minta ijin ." keluh Shasa setelah ciumannya di lepas oleh suaminya .
__ADS_1
"makanya kondisikan bibirmu, jika aku tidak sanggup sudah ku lahap habis itu ."
"hah, memangnya kenapa? ada yang salah?" gerutu Shasa .
"salah, aku tidak tahan jika melihat bibirmu itu kau majukan . Itu hukuman jika kau cemberut terus membuatku semakin gemas ." goda Vaiz .
"huh kau ini ."
"tapi sayang kenapa baunya iler ya?" ucap Vaiz berlalu pergi .
"saaaayyyyaaaaaaaang , kau meledekku ." teriak Shasa kepada suaminya .
Vaiz tertawa terbahak keluar kamar , ia sangat puas menggoda istrinya . Sementera Shasa masih terlihat kesal dengan ulah suaminya . Ia pun berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menggosok gigi dengan bersih .
"suami apaan , istri sendiri di jelek jelekin . Malu tau ." gerutu Shasa.
"lihat Saja , aku juga akan mengerjaimu ." setelah menggerutu ia kembali melanjutkan mandinya dengan wajah yangbdi tekuk tekuk .
__ADS_1