
Kini Vaiz,Shasa, dan Bu Nur berada di ruang depan tv. Mereka berbincang bincang hangat . Sesekali mereka tertawa renyah .
"bu kok bapak sama Adek enggak ikut?"tanya Shasa
" adekmu semakin gede samakin ngerti , ia sering ngebantuin bapak di toko berkat nak Vaiz semuanya kini bapak sama ibu gak kesusahan . Terimakasih nak Vaiz ." jelas Shasa .
"ibu bilang apa, tidak perlu berterima kasih . Vaiz ikhlas lahir batin ." jelas Vaiz , Bu Nur hanya tersenyum mengangguk .
"yang penting kamu jga kesehatan, pola makan , dan jangan begadang . Kasiha anak istrimu jika kau mengabaikan semuanya ." tutur Bu Nur .
"ho'oh bu, tapi tiap di kasih tahu gak pernah ngedengerin ." sahut Shasa.
"tuh, bukannya kita para wanita itu cerewet nak Vaiz , tapi istrimu hanya ingin kamu sehat bisa kumpul bersama ." Vsiz hanya tersenyum mengangguk.
"ya sudah , sudah malam , ayo istirahat . Ibu juga harus istirahat ."
"iyo nduk ,ya wes ibu tak istirahat kalian ya cepet istirahat . "
Mereka pergi kekamar masing masing . Shasa berjalan di samping suaminya yang tengah menggendong putrinya.
"udah tidur yang?" tanya Shasa pada suaminya .
"udah , aku tidurin di ranjang bangun gak ya yank anaknya?" tanya Vaiz .
"iya gak papa tidurin aja , pelan pelan tapi ." jelas Shasa.
Setelah meletakkan putrinya di ranjang , Vaiz berjalan kearah sofa dia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
__ADS_1
"capek ya?" tanya Shasa duduk di samping suaminya .
"sedikit ."
"mau aku pijitin?" tanya Shasa .
"enggak usah, kamu belum sehat betul . Kamu istirhat gih ." tanpa menjawab Shasa langsung memijit lengan suaminya . Vaiz yang melihat itu sontak langsung menolak namun ia kalah disaat Shasa memaksa.
"udah Sayang , nanti kamu capek . Kamu belum sembuh benar ." ucap Vaiz .
"udah ,diem kalau dipijitin. Hadap sana ." Shasa menujuk rah suaminya . Kini Vaiz memunggungi istrinya . Shasa memijat suaminya perlahan, membuat Vaiz kembali rilex . Vaiz merasa pijatan Shasa lebih enak.
"kau pandai sekali memijat ." ucap Vaiz .
"masa , apa enak? kamu ketagihan yang ?" tanya Shasa .
"boleh , pokoknya aku di beliin tas yang bagus ." goda Shasa.
"bahkan kau minta segalanya tanpa memijat pasti aka aku berikan." sahut Vaiz membuat Shasa tersenyum .
"kau ini bisa saja .,"
"kau tidak percaya?"
"tidak ."
"baiklah, kau minta apapun akan aku berikan ."
__ADS_1
"bohong. coba buktikan." goda Shasa .
"kau ingin apa?" tanya Vaiz
"mobil mewah,tas keluaran terbaru,sepatu keluaran terbaru.itu aja coba bisa beliin gak ?" ledek Shasa .
'hey kau meledekku . Aku ini tidak miskin sayang . Kau punya suami yang kaya . ."
"huh jangan sombong, kau tetap kalah dengan Rafi Ahmad yang kayanya luar biasa ."
"huh kau ini terlalu menonton berita gosip .. jadi seperti itu membanding bandingkan suamimu dengan orang lain . Bahkan aku bisa membeli aset Zidan ." ucap Vaiz menyombongkan diri .
"kenapa kau harus membeli aset pria itu?" tanya Shasa.
"jika dia masih terus mengganggumu aku sudah bertekad akan membeli asetnya . Agar ia tidak akan berani denganmu . Dia terlalu meremehkan ucapanku ."
"kau akan menutup rejeki orang sayang? jangan terlalu jahat . Memang aku membenci nya tapi aku tidak ingin ayah dari anakku begitu tega menutup Rejeki orang . Allah tidak akan suka ."
"aku tahu , maka dari itu aku tidak langsung melakukannya. Tapi jika ia membuatku marah apa aku harus diam saja ." ucap Vaiz .
"jika kau melakukan hal yang Tuhan tidak suka,apa kau mau Tuhan melakukan hal yang sama pada orang terdekat kita yang kita sayang? Tidak bukan? Tuhan tidak menyukai umatnya melakukan hal yang tidak baik , Apalagi menutup rejeki orang itu sangat di benci oleh Tuhan .Suatu saat akan mendapat balasan dari Tuhan yang lebih keji . Apa kau mau?" tanya Shasa membuat Vaiz menggeleng.
"baiklah, lakukan hal yang baik baik .Beri contoh yang baik untuk putri kita kelak. Sekarang sudah malam kita tidur?" tanya Shasa melembut diangguki Vaiz . Mereka pun berjalan kearah ranjang mengambil posisi masing masing .
"Vaiz memeluk iatrinya dari belakang . Sementara Shasa tidur menghadap kearah putrinya.
" jangan lupa hadiahku karna sudah memijatmu ." ucap Shasa tersenyum .
__ADS_1
"cihhh kau ini ,aku tidak akan lupa sayang . Tidurlah ." keluh Vaiz membuat Shasa terkekeh .