
"sayang , ini sopir yang akan mengantarmu ke kantor . Namanya Pak Damar . Dan Pak Damar ini istriku ." Shasa berjabat tangan dengan supir barunya .
"senang bisa berkenalan dengan anda pak ." ucap Shasa , Pak Damar hanya mengangguk tersenyum .
"Baiklah bapak bisa kembali ke tempat bapak ." Pak Damar membungkukan badannya undur diri .
"dan sayang aku berangkat dulu ."
"hati hati ." mencium punggung tangan suaminya dan berjinjit mengecup bibir milik suaminya . Vaiz pun masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya tak lupa ia mengklakson saat akan berangkat .
Setelah kepergian suaminya , Shasa masuk kedalam rumah . Ia mendapati pelayannya sedang sarapan . Ia pun berjalan kearah pelayannya .
"sarapan apa kalian ?" tanya Shasa .
"ini nyonya sayur dengan telur dadar ."Salah satu pelayannya .
" kenapa kalian makan telur ? harusnya tidak boleh makan telur terus ."
"maaf nyonya atas kelancangan kami ." ucap pelayan satunya lagi .
"jangan pernah sungkan untuk memakan yang kau inginkan . Kalian juga keluarga disini . Jangan makan itu itu terus apa kau tidak bosan ." ucap Shasa duduk di sebelah pelayannya .
"iya nyonya terimakasih ." para pelayan tersebut tersenyum senang .
__ADS_1
"baiklah, aku kekamar dulu . Nanti aku akan mengantar makan siang di kantor suamiku. Sekitar jam setengah sebelas aku minta tolong siapkan bahan bahan untuk capcay dan ayam ."
"baik nyonya ." Shasa berjalan menjauh dan menaiki anak tangga hingga menghilang dari penglihatan para pelayan rumahnya .
"dulu aku begitu tidak suka dengan nyonya , tapi setelah kesini terlihat kebaikannya . Ia tidak membedakan kita . Tidak seperti orang kaya baru . Dia juga terlihat sederhana . Meski menikah dengan tuan , nyonya tetap nyonya yang dulu ." kedua pelayan tersebut mengangguk saat mendengar ucapan temannya .
Di kantor , Vaiz baru dari ruang metting . Kepalanya berdenyut saat ada sedikit masalah di perusahaannya . Dino pun memasuki ruangan atasanya .
"tuan ,anda tidak ingin makan siang ." ucap Dino .
"sebentar lagi , aku masih mengecek beberapa berkas. Kau makan sianglah dulu ." Dino pun mengangguk undur diri .
Tok
Tok
Tok
"masuk ." suara bariton miliknya terdengar dari luar .
Seorang wanita dengan memakai celana jeans dan koas dibalut dengan jaket itu memasuki ruangan Vaiz .
"ada apa . Aku akan makan siang nanti ." ucap Vaiz tanpa menoleh . Vaiz setelah meeting tadi meminta sekertaris kantornya untuk tidak menerima seseorang untuk masuk keruangannya . Tapi masih ada yang mengetuk membuat kepalanya berdenyut .
__ADS_1
"jika kau tidak mau makan siang , maka aku juga tidak akan makan siang ." ucap Shasa memanyunkan bibirnya . Ucapan Shasa membuat Vaiz menatap dengan melotot .
"ahhh sayang ." Vaiz menghampiri istrinya, namun Shasa malah akan beranjak pergi . Dengan sigap Vaiz meraih lengan Shasa .
"maaf." ucapnya memeluk Shasa dari belakang . Kepalanya yang berdenyut sedari tadi kini sedikit mereda . Menghirup aroma tubuh istrinya membuatnya sedikit rileks .
"makan siang ya ," Vaiz mengangguk .Dan mereka pun makan siang .
",baiklah sayang ,selesaikan tugasmu . Aku akan pulang ." ucap Shasa kepada suaminya .
"temani aku , pulang bersamaku nanti . Aku akan menghubungi Pak Damar ." Vaiz pun mengambil ponsel miliknya dan mengunghubungi sopir istrinya untuk kembali kerumah dan tidak perlu menunggui istri ya .
"sudah, kemarilah sayang ." menepuk paha miliknya . Shasa berjalan mendekat kearah suaminya. Ia berdiri di samping Vaiz . Vaiz yang tak banyak bicara langsung menarik lengan istri ya agar istrinya duduk di pangkuannya .
"bagaimana kau bisa masuk kesini?"
"aku menghubungi tuan Dino . Ia menunghuku di loby dan mengantarku sampai sini ."
"ohhh, terima kasih . Aku harap setiap hari kau mau mengantarkan makan siangku ." ucap Vaiz.
"akan ku kabulkan harapanmu itu sayang ." Ucap Shasa sambil mengelus rahang keras milik suaminya .
"apa kamu tidak kelelahan sayang , memangku sangat lama begini?" ucap Shasa yang ingin turun dari pangkuan suaminya .
__ADS_1
"tidak tetapalah begini ." Shasa tak berkutik dengan pertanyaan suaminya . Shasa pun terdiam dan melihat suaminya yang sedang fokus dengan pekerjaannya .