Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 37


__ADS_3

Di Kantor .


Vaiz berada di ruang kerja miliknya . Ia fokus dengan berkas berkas miliknya .


tok


tok


tok


"masuk ."


"selamat pagi tuan ," sapa Dino sekretaris Vaiz .


"pagi , apa jadwal saya?"


"hari ini tuan hanya tanda tangan , tanda tangan berkas saja tuan ."


"ohh baiklah ."


Sekretaris Dino menyerahkan tumpukan berkas untuk di teliti dan ditanda tangani . Ia pun undur diri dari ruangan atasannya .


Jam terus berputar,tak terasa hari sudah menjelang petang . Tanpa Vaiz sadari sudah saat ya ia mulai kembali kerumahnya,menemui istrinya yang membuat lelah dan penat saat bekerja hilang .


Vaiz meraih jas yang di sampirkan di sandaran kursi miliknya, meraih tas kerja dan kunci mobil. Keluar ruangan menuju lift untuk turun kebawah . Setelah keluar gedung besar miliknya , ia bergegas menuju mobil miliknya ,membuka pintu mobil dan mulao tancap gas .


Shasa kini berada di balkon kamar , ia selalu berada di balkon saat menjelang sore . Ia duduk dengan mata terpejam menikmati semilir angin sore ,sambil mendengarkan lagu lagu kesukaannya melalui earphone ponselnya .


Cup


Cup

__ADS_1


Cup


Kecupan hangat membuat mata yang terpejam menjadi terbuka . Terlihat sosok pria tampan dan dewasa berdiri dihadapannya .


"tuan." panggil Shasa sambil melepas earphone .


"kau menikmati angin sore tanpaku sayang?" ucap Vaiz berkacak pinggang .


"ahhh, kau baru pulang bekerja tuan . Berkeringat lebih baik kau berendam aku sudah siapakan . Dan pakaianmu sudah berada di atas tempat tidur ." ucap Shasa meraih tas dan jas milik Vaiz berjalan kedalam kamar .


"baiklah ,apa kau sudah mandi?" ucap Vaiz memeluk tubuh Shasa dari belakang .


"menurutmu?"


"belum,kalau begitu kitaandi bersama?" goda Vaiz .


"ahhh tuan,tidak perlu lebih baik kau sediri saja karna aku sudah mandi ." ucap Shasa melepas pelukan suaminya .


"tapi tuan ,aku sudah meminta pelayan untuk menyiapkan bahan untuk ku masak ." protes Shasa .


"tidak masalah ." Vaiz berjalan kedalam kamar mandi


Sepasang suami istri berjalan menuruni anak tangga . Mereka bergandengan tangan menuju keluar rumah . Siapa lagi kalau bukan Vaiz dan Shasa istrinya . Vaiz membuka pintu mobil untuk istrinya lalu membuka pintu untuk dirinya sendiri. Ia pun menghidupkan mobil kesayangannya dan mulai berjalan keluar gerbang dan membelah jalanan kota


Mobil hitam milik Vaiz pun kini terparkir rapi di depan restoran . Shasa yang kini berada di restoran tersebut terasa canggung , bagaimana tidak pengunjung yang datang ke restoran tersebut adalah orang orang kaya ,sementara dirinya hanya wanita biasa yang menikah dengan orang kaya .


"mau pesen apa sayang?" tanya Vaiz pada Shasa .


"apa aja tuan."


Vaiz pun memesan menu yang tidak begitu asing untuk istrinya . Karna ia tahu jika istrinya sangatlah menyukai makanan Indonesia . Menunggu sedikit lama , akhirnya pesanan Vaiz pun datang .

__ADS_1


"dimakan sayang ." diangguki Shasa


"bhe ." sapa Diana yang berada di restoran yang sama . Vaiz menoleh .


"ini siapa bhe?" tanya Diana menatap sinis Shasa .


"ini Shasa istriku , dan sayang kenalkan ini Diana ." Shasa mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan namun uluran tangan tersebut tidak di bala oleh Diana .


"ohhj jadi ini , wanitamu terlihat kampungan sekali bhe . Bahkan jauh dariki , seleramu jadi rendahan sekali ." ucap Diana menyindir .


"Di jangan pernah kau berkata seperti itu ."


"kenapa? bukannya kau mencintaiku . Untuk apa kau nikahi wanita kusam seperti dia." menatap Shasa .


"dia istriku Di, aku mencintainya . Jadi tolong jangan pernah merusak kebahagianku sekrang ." ucap Vaiz tegas .


"Dia tidak pantas untukmu bhe , lihat penampilannya wanita apa diajak kerestoran mahal dengan pakaian seperti itu bahkan dia memakai celana yang hampir memudar warnanya ."


Braaaaak .


Semua orang terlonjak saat terdengar gebrakan meja . Shasa berdiri terlihat marah dengan emosi yang membuncah .


"jangan ucapanmu nyonya , jika memang aku tidak pantas berada di restaurant ini aku akan pergi tapi jangan pernah menilai diriku, apakah sudah menjadi wanita yang baik?" ucap Shasa dengan nada berapi api . Semua mata menatap kearah meja Vaiz .


"sayang kau tidak perlu meladeni wanita itu ." bisik Vaiz menenangkan istrinya .


"aku harus beri pengertian . Aku disini tidak untuk dimaki maki . Bahkan aku tidak mengenal dia . Dari mana asalnya anak siapa bahkan aku tidak tau , tapi dia ,se enak jidatnya menilai penampilanku . Bahkan lihat dia , dia mengumbar pa**d*** nya ."


"heh kau gadis kecil." mengarahkan jari telunjuknya pada Shasa .


"apa , kalau aku gadis kecil kenapa? apa ada masalah . Meskipun aku hanya gadis kecil tapi aku lebih memilik otak . Tidak bO**h sepertimu ." Shasa berjalan keluar di ikuti Vaiz .

__ADS_1


Sementara Diana hanya diam menatap kepergian Shasa dan Vaiz .


__ADS_2