
"loh pak bu , Ayu sama mas Vaiz nya kemana?" tanya Shasa pada kedua orang tuanya.
"lagi nidurin Ayu sekalian istirahat mungkin." Shasa mengangguk lalu mencari tempat duduk di samping ibunya.
"tambah gemuk kamu nak?" ucap pak Yono .
"iya pak alhamdulillah," Shasa tersenyum
"maafkan bapak ya nak, dulu bapak menjadikanmu penebus hutang. Bukan niat bapak untuk menjual kamu, tapi keadaan kita yang seperti ini menjadi kamu korban." raut wajah Pak Yono berubah sendu .
"bapak dengerin Shasa, awalnya memang Shasa kecewa. Tapi setelah Shasa menjalani hari hari dengan mas Vaiz , Shasa bahagia pak. Bapak gak boleh merasa bersalah karna sekarang mas Vaiz mampu membahagiakan Shasa, kata bapak Shasa tambah gemuk bukan? berarti Shasa sudah hidup ayem pak,damai jadi bapak enggak perlu khawatir." Shasa menggenggam tangan Pak Yono agar beliau percaya jika putrinya benar benar bahagia . Terlihat kelegaan di hati Pak Yono kala mendengar ucapan putrinya.Sementara Bu Nur hanya tersenyum menatap suami dan anak sulungnya.
"o iya nak, kamu ngurusin Ayu sendiri atau pakai baby sister?" tanya Bu Nur mengalihkan pembicaraann.
"sendiri aja bu, selagi masih sanggup. Sebenarnya mas Vaiz maksa tapi aku enggak mau ." jelas Shasa .
"memangnya kenapa kamu enggak mau?" tanya Pak Yono.
"miris pak,takutnya salah dapet malah anakku nanti yang jadi korban. Banyak kan pengurus yang kasar sama anak majikannya,takutnya Shasa nanti dapet yang enggak bener." jelas Shasa.
"iya bener kamu nduk,lagian kamu juga enggak kerja kan? mending ngasuh anak sendiri." Shasa mengiyakan ucapan ibunya .
"ya sudah,sana gik di tengok anaknya,takutnya nanti nyari minum." ucap pak Yono.
"iya pak, Shasa ke kamar dulu ya pak bu?" pamit Shasa di angguki kedua orang tuanya.
__ADS_1
Shasa berjalan memasuki rumah yang kini sudah di renovasi dan sangat terlihat apik.Ia membuka kamarnya senyumnya mengembang kala melihat suaminya tidur di samping putrinya.
Perlahan Shasa ikut merebahkan diri disamping suaminya sambil memeluk dari belakang.
"ikut rebahan juga?" tanya Vaiz pelan .
"iya."
Saat suaminya akan bangun di tahan oleh Shasa. Vaiz pun kembali tidur membelakanginya,sedangakn Shasa memeluk suaminya dengan erat .
"sayang." panggil Shada pelang.
"ada apa ?" tanya Vaiz .
"aku juga sangat mencintaimu." ucap Vaiz.
"sehat terus ya,biar bisa nememnin kami berdua." ucap Shasa pada suaminya.
"asal kalian tetap bersamaku aku akan tetap bersama kalian." ucap Vaiz lembut .
Perlahan Vaiz memutar tubuhnya menghadap istrinya , senyumnya terukir menatap sang istri. Di kecupnya bibir ranum istrinya setelah pagutan terlepas Vaiz memeluk istrinya mereka berdua sama sama memejamkan mata hingga tertidur .
Hari sudah menjelang sore,sepasang suami istri terbangun saat mendengar tangisan sang putri.
"bangun ya, kok nangis anak pinternya ayah?" ucap Vaiz kepada putrinya. Ia langsung mengangkat dan memindahkan putrinya di tengah,diantara sang ayah dan ibu .
__ADS_1
Shasa langsung mengeluarkan ASI agar putrinya diam menangisnya. Sementara Vaiz tetap asik menatap putrinya sesekali sambil menciumi kepala sang putri .
"enak ya nak,kok ayah jadi iri sama kamu. ASI nya jangan lama lama ya nak biar ayah bisa ambil mainan
ayah yang sekarang kamu kuasai ." ucap Vaiz yang asal bicara.
"sayang kok sama anaknya ngomongnya gitu,gak boleh tau. Lagian mana mungkin seorang anak merebut mainan ayahnya." gerutu Shasa.
"buktinya punyaku di rebut." Vaiz menggoda istrinya.
"mana ada?"
" ada, itu kan dulu punyaku yang." goda suaminya.
"gak ada punyamu,ini punyaku mana ada ceritanya hak milikmu kau ini ada ada saja." Shasa tak menyangka suaminya bicara seperti itu .
"ada,setelah kau menikah denganku ini hak milikku." Vaiz tetap menggoda istrinya.n
"oke dan sekarang sudah di kuasai putrimu,kamu bisa apa?"
"bisa,nanti malam setelah putri kita tidur aku yang akan kembali mengusai itu." mengangkat kedua alisnya sambil menatap dada istrinya.
"kau ini ." gerutu Shasa .
Vaiz terbahak melihat ekspresi kesal istrinya , ia selalu senang jika sang istrinya menggerutu. Sementara Shasa hanya menggeleng kepala tak percaya .
__ADS_1