Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 30


__ADS_3

Di kamar hotel , Vaiz memandang keluar jendela sambil memutar mutar ponselnya . Ia begitu rindu dengan istrinya , Vaiz menatap jendela kamar hotel yang menampilkan pemandang indah malam hari . Gemerlap lampu kota pada malam hari menjadi terlihat indah dari kamar hotel yang di pesannya .


"mungkin aku tidak akan menghubunginya dulu," gumamnya .


Ia pun menuju ranjang kamar hotel dan duduk bersandar pada sandaran ranjang . Ia menggeser lock pada ponselnya yang menampilkan foto wanitanya . Ia tersenyum sambil mengusap layar ponselnya .


"semoga jika aku kembali kau sudah berubah menjadi istriku yang sesungguhny ." gumam Vaiz .


tok


tok


tok


Mendengar ketukan pintu , Vaiz berjalan membuka pintu .


"Ya No , ada apa ?" tanya Vaiz pada sekretaris pribadinya .


"tuan , besok pertemuan terakhir . Semoga setelah itu kita bisa cepat kembali ke Jakarta ."


"baiklah , istirahatlah besok pekerjaan kita lebih melelahkan ." ucap Vaiz pada sekretarisnya .


"baik taun, saya permisi ." diangguki Vaiz .


Vaiz kembali menutup pintunya . Ia akan beristirahat lebih cepat karna besok pekerjaannya akan lebih melelahkan .


****

__ADS_1


Keesokan pagi Vaiz sudah bersiap dengan setelan kerjanya . Hari ini ia akan bertemu dengan pemilik salah satu perusahaan yang tengah bekerja sama dengan perusahaannya .


Dino yang sudah menunggu di loby hotel , sesekali melihat jam pada pergelangan tangannya . Saat menoleh ia melihat presdirnya sudah berjalan kearahnya


"selamat pagi tuan," sapa Dino .


"pagi No , kita langsung berangkat?"


"iya tuan ,"


Dino mempersilahkan Presdirnya untuk berjalan lebih dulu dan membukakan pintu untuk Presdirnya .


Di perjalanan Vaiz fokus pada berkas berkas dan laptop miliknya . Sampai di Restoran,Dino membuka pintu mobil untuk Presdirnya .


Vaiz berjalan memasuki resto yang akan membawanya pada pertemuan tersebut .


"selamat pagi tuan Hendra ."


Setelah berbasa basi mereka melanjutkan pertemuannya dengan urusan bisnis . Setelah pertemuan Vaiz memantau pekerjaanya hingga petang .


Sekembali nya di hotel , Vaiz memesan makanan untuknya . setelah membersihkan diri dan memakan menu pesananannya , Vaiz berbaring untuk merebahkan diri karna terlalu lelah kerja seharian . Lalu tak sadar ia sudah terlelap .


Di kediaman Vaiz , Shasa selesai melakukan panggilan Video call . Tampak kecewa di raut wajah manisnya , alasanya adalah suaminya selama 4 hari ini sudah tidak menghubunginya . Tidak memberi kabar .


Rindu yang kini ia rasakan . Entah datang dari mana namun ia hanya ingin memeluk suaminya . Dari 4 hari tanpa kabar ia sudah paham dengan adanya suaminya disisinya .


Kadang ia ingin menghubungi suaminya lebih dulu , namun ia gengsi untuk melakukan itu .

__ADS_1


"tuan cepat pulang aku rindu ." gumamnya .


***


Vaiz terbangun saat tidur sekitar 1 jam . Ia akan kembali di jakarta . Ia mempacking baju baju miliknya. Setelah itu ia mencuci muka dan berganti pakaian .


Saat sampai di lobi ia melihat sekretarisnya sudah menunggunya .


"tuan," sapa Dino .


"maaf aku ketiduran ."


"no problem tuan, mari kita pulang sekarang."


Dino melajukan mobilnya keluar hotel .


"sepertinya aku besok istirahat dulu No , apa ada pekerjaan penting ?"


"sepertinya tidak tuan ,tuan bisa istirahat ."


"baiklah,jika kamu tidak memiliki pekerjaan penting lebih baik kamu juga istirahat No ."


"baik pak ."


Mereka kembali terdiam . Tak ada yang berbicara . Vaiz hanya melamun memikirkan istrinya . Kadang hatinya bertanya tanya apakah saat pulang istrinya akan berubah walau itu cuma hayalannya . Namun ia tetap terlihat bahagia setidaknya ia bisa melihat wajah manis istrinya .


"

__ADS_1


__ADS_2