Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 65


__ADS_3

"sayang, kau menyiapkan keperluanku?" tanya Vaiz .


"ho'oh, tadi malam . Kau juga yang memindahkanku kan ?"


Vaiz tergelak. "aku bangun saat melihat tempatmu kosong, saat aku bangun dan akan mencari aku menemukanmu di sofa . Aku takut jika tubuhmu akan sakit lama lama tidur disofa jadi dengan kebaikan hati aku menggendongmu pindah ketempat tidur ." ucap Vaiz sambil memeluk istrinya yang sedang memasak untuk sarapan .


"kau ini mengaku saja jika kau tidak bisa tidur tanpaku ." ledek Shasa yang membuat Vaiz terbahak .


"kau harus terbiasa tanpaku sayang , kau akan ke Prancis bukan ? maka dari itu kau harus terbiasa tanpaku . Ada saatnya kita berpisah entah itu sebentar atau lama ." Vaiz mengerutkan dahinya .


"apa maksudmu ."melonggarkan pelukannya .


" ayoo kita sarapan, kau akan berangkat bukan?"ucap Shasa yang di angguki Vaiz .


"hai sekretaris Dino , kau sudah datang? mari ikut sarapan ."


"iyo nyonya, terimakasih nyonya saya sarapan nanti saja ."


"bergabunglah, sebentar lagi kita berangkat ." Dino menuruti apa kata tuannya .

__ADS_1


"tuan Dino, jaga suamiku . Jika ia bertemu atau jalan dengan wanita disana berikan salamku untuknya ." ucao Shasa sembari mengambilkan sarapan suaminya .


"maksud anda?"


"ya salam lima jari untuk suamiku kau berikan pada bokongnya ."


"sayang apa apan kau memanggil Dino dengan berubah ubah ," protes Vaiz yang tak dihiraukan istrinya .


"mana berani saya nyonya ."


"kau harus berani, karena salam lima jari itu dariku yang ku titipkan padamu oke ." ucap Shasa antusias


"hati hati dijalan sayang, doaku menyertaimu hubungi aku jika sudah sampai, jangan telat makan dam jangan terlalu memikirkanku aku baik baik saja ." cerocos Shasa .


"iya aku tahu sayang, apa kau tidak meminta ibu untuk menginap disini sayang?" tanya Vaiz .


ah, aku tidak mungkin bilang kalau ibu ke kampung pasti ia akan kepikiran denganku . batin Shasa .


"aku sudah menghubungi ibu mungkin siang ibu sampai ." jelas Shasa yang membuat Vaiz lega .

__ADS_1


"baiklah sayang aku berangkat . I love you ." mengecup kening Shasa dan bibirnya lalu memasuki mobil dan berangkat menuju bandara .


"apa istriku akan baik baik saja?" keluh Vaiz pada Dino , raut wajahnya terlihat khawatir .


"tuan percaya saja nyonya akan baik baik saja . Kita selesaikan secepatnya agar bisa kembali dengan cepat ." ucap Dino menenangkan tuannya.


"aku harap begitu ."Vaiz memejakan matanya sejenak . Menghilangkan pikiran pikiran buruk yang kini beraarang diotaknya.


********


Sudah tengah malam Shasa menunggu kabar dari suaminya . Terakhir Vaiz mengabari saat akan mulai terbang hingga sekarang tak ada lagi kabar darinya . Shasa yang rindu akan pelukan dari suaminya hanya mendesah kasar .


" untuk sebulan kedepan aku harus kuat tanpa adanya dirinya ." gumam Shasa .


Shasa menarik selimut dan mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang . Kini ranjang king size akan ia kuasai sendiri . Ia tak akan berbagi ranjang bantal dan selimut . Ia memiringkan tubuhnya menghadap tempat yang biasa suaminya tempati , tangannya mengelus bantal milik suaminya air matanya mulai menggenang.


"biasanya kita akan bercanda dulu sebelum tidur, kau akan bercerita banyak hal kepadaku . Kau akan mengusap perutku membelai rambutku . Ahhj aku merindukanmu sayang , sangat sangat merindukanmu ." gumam Shasa .


"kau tahu sayang , sebenarnya aku berbohong padamu . Ibuku tidak bisa menemaniku karna ada urusan . Aku membohongimu karna aku tidak mau kau memikirkanku saat kau bekerja disana . Tapi jangan khawatir aku baik baik saja, aku akan menjaga baby kita ini untukmu ." Sambil mengelus perut rata miliknya .

__ADS_1


Shasa terus bergumam, gumaman itu menjadi sangat lirih dan hilang . Ia tertidur sambil memeluk guling dan bermimpi indah .


__ADS_2