
Prancis
Di apartment Recident Carles , tempat dimana Vaiz tinggal . Setelah beberapa hari lelah mengurus bisnis yang akan di kembangkan , ia beristirahat sejenak di kamar apartment miliknya . Manik matanya menatap sinar yang terpancar menerangi kota yang di tinggalinya . Rindu , satu kata yang kini menghiasi pikirannya. Ia merindukan istri dan calon bayi di perut milik istrinya . Seketika ia tersadar dari lamunannya .
"Ya Tuhan,aku lupa untuk mengabari Shasa 4 hari ini ." menepuk jidat dan meraih benda pipih yang berada di atas nakas kamar apartment miliknya .
tut .. tut.. tut.. nomor watshapp milik istrinya tidak aktif , Vaiz mencoba menghubungi nomor telpon biasa milik istrinya .
'nomor yang anda tuju sedang tidak aktif'
"dimana kau sayang ." berkali kali menghubungi istrinya, namun nihil nomor ponsel milik Shasa tidak aktif .
Vaiz menghubungi telpon rumah miliknya .
"halo, di kediaman milik Pervaiz Taban ." ucap pelayan yang berada di sebrang telepon .
"dimana istriku ? aku menghubunginya tapi nomor milik istriku tidak aktif ." ucap Vaiz .
"tuan Vaiz ,nona sedang istirahat di kamar sedang tidak ingin di ganggu ." ucap pelayan tersebut .
"apa dia sakit?" Vaiz terlihat khawatir apalagi sekarang istrinya jauh dari jangkauannya .
"tidak tuan,hanya setelah hamil nyonya lebih sering malas malasan . Semua itu wajar tuan ." jelas pelayan yang membuat sedikit lega majikannya .
"apa kau yakin ."
__ADS_1
"saya yakin , anda tidak perlu khawatur .Jika terjadi apa apa anda yang akan lebih dulu saya kabari tuan ."
"baiklah jaga istriku dengan baik ." ucap Vaiz lalu menutup sambungan telpon .
Setelah selesai berbicara lewat telepon, Vaiz mendengar ketukan pintu . Ia berjalan dan membuka pintu tersebut . Dino,sekretaris yang selalu menemaninya sudah berada di ambang pintu .
"saatnya makan saing tuan," ucap Dino mengingatkan .
"baiklah aku akan mengambil mantelku , kita makan di restoran biasa ." Dino mengangguk menyetujui .
Kini Dino dan Vaiz berjalan keluar apartment menuju restoran. Tak butuh waktu lama, Dino dan Vaiz sudah berada di restoran tersebut karna jarak dari apartmentnya tidak terlalu jauh . Vaiz dan Dino duduk berhadapan . Tak berapa lama pesanan milik mereka berdua datang . Dan mulai menyantap hidangan tersebut .
"tuan, mungkin secepat mungkin kita akan kembali ke Indonesia. Anak cabang disini sudah bisa ditinggal . Tuan Criss sudah kembali dan akan memegang anak cabang disini ." ucap Dino .
"maka dari itu kita harus giat untuk menyelesaikan tuan agar kita cepat kembali ke Indonesia ." jelas Dino yang di angguki Vaiz .
Perbincangan tersebut berhenti karan mereka kembali melanjutkan makanannya . Tiba tiba ada pemilik suara lain memanggil nama salah satu dari mereka .
" Vaiz ."
"Julie? kau disini ?" tanya Vaiz heran .
"iya, dady ku memintaku untuk kesini .. Tak ku sangka kita bertemu disini . Vaiz maafkan aku sangat menyesal aku akan benar benar berubah ." ucap Julie menyesal .
"aku sudah memaafkanmu Julie,bagaiman kabar dadymu?" tanya Vaiz .
__ADS_1
"dadyku sakit, ia menunggu mu untuk menjenguknya . Apa kau bersedia menengok sebentar saja?"
Vaiz menatap Dino meminta persetujuan , namun Dino menggedikan bahu nya . Ia tak ingin ikut campur urusan atasannya . Takut kalau salah berpendapat .
"baiklah, tapi sebentar saja ." Julie mengangguk senang . Mereka bertiga pun berjalan keluar restoran dengan sekretaris Dino berjalan di belakang .
Vaiz masuk dalam mobil Julie yang di ikuti mobil yang di tumpangi Dino berjalan menuju ke kediaman keluarga Julie .
"nak Vaiz ." panggil Dady Julie .
"om ." Vaiz memeluk tubuh dady Julie yang di panggil om .
"kau ke sini sudah hampir seminggu tapi tidak datang kemari atau menghubungiku ." keluh dady Julie.
"maaf om banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan ."
"baiklah om paham ." menepuk pundak Vaiz .
"kata Julie om sakit?"
"ahh hanya penyakit tuan nak ."
"jaga kesehatan selalu om . Jangan mudah lelah ." tutur Vaiz diangguki dady Julie .
Mereka pun berbincang bincang lebih lama.Dady Julie selalu menhan Vaiz agar lebih lama di kediamanya . Akhirnya Vaiz mengalah dan memelih berbincang pada Dady Julie. Dari kejauhan Julie manatap Dadynya dan Vaiz berbincang ia menyunggingkan senyumannya . Dan ikut bergabung sambil membawa 3 cangkir yang berisi teh untuk di hidangkan kepada dadynya , Vaiz dan ia sendiri . Sementara Dino memilih menunggu di luar malas untuk ikut bergabung .
__ADS_1