
Malam ini Shasa mulai tidur sendiri, saat ia berbaring dan memejamkan mata terlintas wajah suaminya . Ia menghela nafas , matanya ia tutup dengan lengan tangannya. Matanya kembali terbuka dan tubuhnya mulai ia miringkan ke kanan saat tidak nyaman dengan posisinya ia miringkan ke kiri saat tidak nyaman lagi ia terlentang .
"huh mata oh mata kenapa kau tidak mengantuk ." gerutu Shasa . Ia terbangun dan berjalan kearah balkon , Shasa berdiri dan mulai menikmati dinginnya angin malam . Saat asik berdiam diri terdengar ketukan pintu dari kamar miliknya .
"ada apa mbak?" tanya Shasa setelah membuka pintu .
"nyonya, tadi tuan menelpon menanyakan kenapa ponsel nyonya tidak aktif ?" ucap pelayan tersebut.
"ohh , iyakah ? baiklah terimakasih nanti biar aku lihat ." ucap Shasa .
"baiklah nyonya , hanya itu yang ingin saya sampai kan saya permisi dulu ." pelayan tersebut menunduk berjalan menjauh dari kamar Shasa .
Shasa kembali menutup pintu kamarnya , ia berjalan menuju samping ranjang dan mengecek ponsel miliknya .
__ADS_1
"jelas saja tidak bis di hubungi . Ponselku habis batre ." gumam Shasa . Ia mengambil charger miliknya dan mencharger ponsel tersebut lalu menghidupkan ponselnya . Setelah menunggu beberapa menit , terdapat beberapa chat masuk dan panggilan tak terjawab dari suaminya .
Sayang , maaf aku tidak tahu kalau ponselku habis batre . Jika sudah sampai lekas mandi, lalu makan dn istirahat .
Shasa mengirim pesan wattshapp kepada suaminya . Pesan tersebut hanya centang namun tak berubah warna biru tandanya suaminya belum juga membaca pesan tersebut . Ia menunggu sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang . Terlalu lama menunggu membuat Shasa terlelap .
Flashback on .
Vaiz sampai Jerman, langsung menghubungi istrinya . Namun ponsel istrinya tak aktif . Pikirannya kemana mana takut jika istrinya kenapa kenapa . Vaiz pun meminta Sekretaris Dino mebghubungi pelayan rumahnya .
Setelah sampai di apartmen yang di sewanya , Vaiz langsung membersihkan diri . Setelah itu ia mengajak sekretarisnya untuk makan di sebuah restaurant .
"masyaallah Dino, ponselku tertinggal waktu aku charger . Takutnya jika nanti istriku menghubungiku kembali ." ucap Vaiz saat duduk di meja restaurant .
__ADS_1
"lalu bagaimana tuan? apa kita kembali saja ?" ucap Dino .
"sudah sampai sini , lebih baik kita cepat habiskan makanan kita ." usul Vaiz di angguki Dino .
Mereka pun makan sedikit cepat namun tidak terburu buru . Karena lapar mereka menghabiskan makanan mereka hingga tandas dan kembali keapartment .
flashback off
Setibanya Vaiz langsung meraih ponselnya . 1 pesan dari istrinya . Ia tersenyum saat membaca pesan singkat tersebut . Perhatian istrinya walau lewat pesan singkat namun sudah membuatnya lega dan bahagia . Meskipun jauh istrinya tetap perhatian denganya .
Vaiz menghubungi istrinya kembali , namun berkali kali panggilanya kembali tak terjawab . Vaiz mencoba menghubungi istrinya lagi namun nihil. Vaiz merasa frustasi jika tidak mendengar suara manja istrinya sebelum tidur . Namun, ia tak bisa apa apa karna istrinya tak menjawab panggilannya karena ia sudah bisa menebak jika istrinya sudah tertidur.
Vaiz kembali meletakkan ponselnya, dan mengganti bajunya dengan baju santai yang disiapkan istrinya . Mulai hari ini ia akan menyiapkan kebutuhannya sendiri tanpa bantuan istrinya . Setelah itu ia menuju ranjang miliknya dan merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Ia melipat kedua tangannya untuk bantalan tidurnya sambil menatap langit langit kamarnya . Vaiz perlahan memejamkan matanya , karna lelah seharian berada di pesawat membuatnya bisa tidur dengan lelap .