
"morning sayang ." sapa Shasa menghampiri Vaiz memberikan ciuman di pipi kanan Vaiz .
"morning,kau sudah bangun sayang ." tanya Vaiz yang berkutat pada laptop miliknya .
"ho'oh , aku lapar ." keluh Shasa mengusap perutnya .
"sudah ku pesankan , tunggu sebentar ." mengusap pucuk kepala istrinya .
"sayang, aku tidak mau makanan hotel ."
"lalu ?" tanya Vaiz .
"aku ingin nasi padang , boleh ya ."
"Nasi padangnya siang , kalau sekarang makan yang ada ." ucap Vaiz tegas .
"tapi ..."
"jangan bantah ."
"baiklah ."
Setelah saling diam , suara ketukan pintu pun membuat Vaiz berdiri .
"letakkan di meja , lalu pergilah ." waiters tersebut mengikuti perintah Vaiz .
"ayo sarapan ." Shasa hanya diam tak merespon . Vaiz tahu jika istrinya marah. Vaiz tak menghiraukan Shasa, ia memilih melahap hidangan tersebut . Shasa melotot menatap Vaiz yang sama sekali tidak peka .
Vaiz yang acuh memilih tetap menghabiskan makannya .
__ADS_1
"Tuhan, kirim suami baru yang peka Tuhan ." ucap Shasa menyindir Vaiz .
"apa maksudmu?" tanya Vaiz penuh selidik .
"ya bagaimana lagi . Seoranga istri yang hamil minta dimanja suaminya tapi sayang suaminya tidak peka . Tapi , sang istri punya Tuhan , maka sang istri minta suami lagi yang peka kepada istrinya ." ucap Shasa santai .
"kau tidak takut aku marah sayang ?" tanya Vaiz menatap intens wajah istrinya .
"tidak , kau yang salah mengabaikan istri dan anakmu yang masih di dalam perut ."
Deg.. Mendengar ucapan istrinya membuat hatinya tercubit . Dengan santainya ia makan sendiri tanpa memikirkan istri dan anaknya yang masih di dalam perut .
"baiklah sayang, aku suapi ya kamu makan ." ucap Vaiz memperhalus suaranya .
"tidak perlu, aku akan makan sendiri . Jangan salahkan aku jika cari suami lagi ."
"ayo sayang makan , haa .. Maafkan suamimu ini yang mengabaikanmu ." ucap Vaiz penuh sesal . Perkataan Vaiz membuat Shasa menoleh mengarahnya . Ia trenyuh karna suaminya berbicara seprti itu.
"apakah benar ." Shasa mengangguk .
Cup
Mengecup bibir milik Vaiz . Setelah melepas kecupan tersebut . Bibir Vaiz tersungging . Mood Shasa memang berubah ubah namun tidak parah .
"baiklah pemilik hatiku, sekarang makanlah aku akan menyuapimu ." Shasa tersipu malu mendengar ucapan Vaiz .
"hey, kenapa wajahmu memerah? apa kau malu jika aku menyebutmu pemilik hatiku? itu kenyataan sayang ."
"ahhh sayang , jangan menggodaku ." menutup wajahnya dengan kedua tangannya .
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu makanlah yang banyak . Aku ingin penerusku yang ada disini sehat." mengelus perut istrinya lalu menyuapkan satu sendok kedalam mulut istrinya .
Terlalu asik bercerita , Shasa tidak sadar jika makanan yang disuapi suaminya sudah habis dilahapnya . Ia meraih minuman di gelas dan meneguhnya . Setelah itu berganti Vaiz yang disuapi oleh istrinya . Vaiz menerima suapan demi suapan sambil mengerjakan tugasnya . Makanan dan tugas kantornya selesai bersamaan . Kini Vaiz berganti menjadi pendengar cerita istrinya . Vaiz menatap istrinya dengan penuh kekaguman .
"hey sayang, kau diajak cerita malah melamun ."
"aku melamunkanmu . Kau begitu sangat manis . Sayang , terimakasih sudah mau menjadi istriku . Temani aku sampai akhir nafasku ." ucap Vaiz memeluk tubuh istrinya .
"jangan bilang seperti itu Kau membuatku menjadi cengeng nantinya . Jangan tinggalkan aku . Biarkan aku pergi dulu sebelum kau ." ucap Shasa dengan mata berkaca kaca .
"aku mencintaimu sayang ." bisik Vaiz membekap erat istrinya .
"aku juga lebih sangat mencintaimu ."
Pelukan hangat suaminya yang membuat Shasa lebih tenang . Shasa menenggelamkan kepalanya pada dada bidang milik Vaiz . Sesekali pucuk kepala milik Shasa mendapat kecupan dari suaminya .
"sayang , jika kau tak bahagia bersamaku aku ikhlas kau meninggalkanku .Karna kenyataanya aku lebih bedosa denganmu ." ucap Shasa dengan nada lemah .
"ssssstttttt jangan bicara seperti itu . Aku tidak akan meninggalkanmu begitu juga kau tidak akan meninggalkanku . Kita akan bersama sama sampai akhir hayat kita . Always love you sayang ."
"ahhh sayang , kau membuatku menangis ." mengusap ujung matanya yng berarir .
"kau itu disaat suamimu bilang cinta kau selalu menangis tapi disaat suamimu di dekati oleh wanita kau seperti singa kelaparan ."
"apaaaaa? jadi kau menyebutku dengan singa kelapar . Kau durhaka sayang ." teriak Shasa memukuli lengan kekar Shasa .
"ahhh maaf , maksudku bukan begitu ." menahan tangan Shasa .
"kau jahat sayang ." mencebikkan bibirnya .
__ADS_1
Vaiz tertawa renyah. Ia semakin gemas dengan istrinya . Vaiz langsung meraih tengkuk istrinya dan menciumi dengan paksa . Shasa teriak kegelian karna ulah Vaiz . Mereka berdua bercanda hingga lupa waktu, Vaiz tak menghiraukan ampunan Shasa tetap menciumi dengan paksa .