Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 76


__ADS_3

"morning sayang ." sapa Shasa menghampiri Vaiz memberikan ciuman di pipi kanan Vaiz .


"morning,kau sudah bangun sayang ." tanya Vaiz yang berkutat pada laptop miliknya .


"ho'oh , aku lapar ." keluh Shasa mengusap perutnya .


"sudah ku pesankan , tunggu sebentar ." mengusap pucuk kepala istrinya .


"sayang, aku tidak mau makanan hotel ."


"lalu ?" tanya Vaiz .


"aku ingin nasi padang , boleh ya ."


"Nasi padangnya siang , kalau sekarang makan yang ada ." ucap Vaiz tegas .


"tapi ..."


"jangan bantah ."


"baiklah ."


Setelah saling diam , suara ketukan pintu pun membuat Vaiz berdiri .


"letakkan di meja , lalu pergilah ." waiters tersebut mengikuti perintah Vaiz .


"ayo sarapan ." Shasa hanya diam tak merespon . Vaiz tahu jika istrinya marah. Vaiz tak menghiraukan Shasa, ia memilih melahap hidangan tersebut . Shasa melotot menatap Vaiz yang sama sekali tidak peka .


Vaiz yang acuh memilih tetap menghabiskan makannya .

__ADS_1


"Tuhan, kirim suami baru yang peka Tuhan ." ucap Shasa menyindir Vaiz .


"apa maksudmu?" tanya Vaiz penuh selidik .


"ya bagaimana lagi . Seoranga istri yang hamil minta dimanja suaminya tapi sayang suaminya tidak peka . Tapi , sang istri punya Tuhan , maka sang istri minta suami lagi yang peka kepada istrinya ." ucap Shasa santai .


"kau tidak takut aku marah sayang ?" tanya Vaiz menatap intens wajah istrinya .


"tidak , kau yang salah mengabaikan istri dan anakmu yang masih di dalam perut ."


Deg.. Mendengar ucapan istrinya membuat hatinya tercubit . Dengan santainya ia makan sendiri tanpa memikirkan istri dan anaknya yang masih di dalam perut .


"baiklah sayang, aku suapi ya kamu makan ." ucap Vaiz memperhalus suaranya .


"tidak perlu, aku akan makan sendiri . Jangan salahkan aku jika cari suami lagi ."


"ayo sayang makan , haa .. Maafkan suamimu ini yang mengabaikanmu ." ucap Vaiz penuh sesal . Perkataan Vaiz membuat Shasa menoleh mengarahnya . Ia trenyuh karna suaminya berbicara seprti itu.


"apakah benar ." Shasa mengangguk .


Cup


Mengecup bibir milik Vaiz . Setelah melepas kecupan tersebut . Bibir Vaiz tersungging . Mood Shasa memang berubah ubah namun tidak parah .


"baiklah pemilik hatiku, sekarang makanlah aku akan menyuapimu ." Shasa tersipu malu mendengar ucapan Vaiz .


"hey, kenapa wajahmu memerah? apa kau malu jika aku menyebutmu pemilik hatiku? itu kenyataan sayang ."


"ahhh sayang , jangan menggodaku ." menutup wajahnya dengan kedua tangannya .

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu makanlah yang banyak . Aku ingin penerusku yang ada disini sehat." mengelus perut istrinya lalu menyuapkan satu sendok kedalam mulut istrinya .


Terlalu asik bercerita , Shasa tidak sadar jika makanan yang disuapi suaminya sudah habis dilahapnya . Ia meraih minuman di gelas dan meneguhnya . Setelah itu berganti Vaiz yang disuapi oleh istrinya . Vaiz menerima suapan demi suapan sambil mengerjakan tugasnya . Makanan dan tugas kantornya selesai bersamaan . Kini Vaiz berganti menjadi pendengar cerita istrinya . Vaiz menatap istrinya dengan penuh kekaguman .


"hey sayang, kau diajak cerita malah melamun ."


"aku melamunkanmu . Kau begitu sangat manis . Sayang , terimakasih sudah mau menjadi istriku . Temani aku sampai akhir nafasku ." ucap Vaiz memeluk tubuh istrinya .


"jangan bilang seperti itu Kau membuatku menjadi cengeng nantinya . Jangan tinggalkan aku . Biarkan aku pergi dulu sebelum kau ." ucap Shasa dengan mata berkaca kaca .


"aku mencintaimu sayang ." bisik Vaiz membekap erat istrinya .


"aku juga lebih sangat mencintaimu ."


Pelukan hangat suaminya yang membuat Shasa lebih tenang . Shasa menenggelamkan kepalanya pada dada bidang milik Vaiz . Sesekali pucuk kepala milik Shasa mendapat kecupan dari suaminya .


"sayang , jika kau tak bahagia bersamaku aku ikhlas kau meninggalkanku .Karna kenyataanya aku lebih bedosa denganmu ." ucap Shasa dengan nada lemah .


"ssssstttttt jangan bicara seperti itu . Aku tidak akan meninggalkanmu begitu juga kau tidak akan meninggalkanku . Kita akan bersama sama sampai akhir hayat kita . Always love you sayang ."


"ahhh sayang , kau membuatku menangis ." mengusap ujung matanya yng berarir .


"kau itu disaat suamimu bilang cinta kau selalu menangis tapi disaat suamimu di dekati oleh wanita kau seperti singa kelaparan ."


"apaaaaa? jadi kau menyebutku dengan singa kelapar . Kau durhaka sayang ." teriak Shasa memukuli lengan kekar Shasa .


"ahhh maaf , maksudku bukan begitu ." menahan tangan Shasa .


"kau jahat sayang ." mencebikkan bibirnya .

__ADS_1


Vaiz tertawa renyah. Ia semakin gemas dengan istrinya . Vaiz langsung meraih tengkuk istrinya dan menciumi dengan paksa . Shasa teriak kegelian karna ulah Vaiz . Mereka berdua bercanda hingga lupa waktu, Vaiz tak menghiraukan ampunan Shasa tetap menciumi dengan paksa .


__ADS_2