Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 61


__ADS_3

"baiklah sayang, bagaimana kalau kita hari ini kedokter . Aku memiliki teman ia bekerja sebagai dokter kandungan . Bagaiman kalau kita kasana untuk melihat benih kita ini ." mengusap perut rata milik istrinya .


"aku tidak mau kalau dokter laki laki sayang ,"


"dia perempuan sayang , Namanya dokter Thalita . Aku juga tidak akan mau jika istriku ini disentuh oleh dokter laki laki ." Shasa mengangguk .


"tapi sayang , apa jika sekarang apa tidak mengganggu pekerjaanmu?"


"hei , kau lupa aku bosnya disini." Vaiz berjalan mengambil jas dan ponsel miliknya .


"mentang mentang bos, bisa seenaknya . Kalau aku jadi karyawannya bisa jadi netizen aku ." gerutu Shasa .


"bahkan sekarang kau bukan karyawanku saja sudah menjadi netizen sayang ."goda Vaiz .


" kau bilang apa?" mata Shasa melotot memandang suaminya .


"baiklah sayang ,ayo kita jalan ."


Vaiz menggandeng tangan Shasa, membuka pintu untuk istrinya . Mata Vaiz melihat Dino sedang berada luar ruangan atasanya dan berbincang dengan sekretaris perempuan yang bernama Rahma .


"tuan anda mau kemana?" tanya Dino .


"kau lanjutkan saja berpacaran , aku akan mengantar istriku kendokter kandungan ." jelas Vaiz .


"apa nyonya hamil?"


"ya ,"


"selamat tuan ." ucap Dino

__ADS_1


"selamat tuan dan nyonya." ucap Rahma membungkukan tubuhnya .


Vaiz dan Shasa mengucapkan terimakasih dan berlalu pergi . Di dalam mobil Vaiz menghubungi temannya yang bekerja sebagai dokter kandungan . Setelah dokter Thalita menyetujui Vaiz menjalankan mobilnya menuju tempat praktir dokter .


"apa kabar Vaiz?inikah istrimu?" tanya dokter Thalita tersenyum ramah pada Shasa .


"iya ." ucapnya singkat .


"huh , kau ini selalu irit bicara bahkan dengan temanmu sendiri ." keluh dokter Thalita .


"aku sudah tidak sabar , jika kau berbasa basi aku akan bosan ." ucap Vaiz .


"hey sayang , kau ini dengan ku saja ceewet tapi kenapa dengan yang lain kau suka ketus seperti itu ." protes Shasa dengan berbisik .


"baiklah , mari ikut saya ...." ucap nya dengan nada menggantung .


"panggil saya Shasa dokter ."


Shasa diminta untuk berbaring diatas ranjang pasien. Dokter menyingkap baju milik Shasa lalu mengoleskan perut Shasa dengan Gel setelah itu baru dokter tersebut meletakkan alat diatas perut Shasa . Dokter tersebut menunjukan isi yang ada di dalam perut Shasa pada layar sebesar biji kacang (maaf jika salah, author juga tidak tahu mengenai kehamilan) Vaiz dan Shasa saling menatap sambil menitikkan air mata .


"apa yang Shasa rasakan? mual atau pusing , nyeri ?" ucap dokter tersebut .


"hanya terkadang pusing dokter , tapi tidak terlalu parah ." ucap Shasa .


"itu hal yang wajar , usia kehamilanmu masih 2 minggu aku harap kamu lebih berhati hati . Jangan melakukan pekerjaan berat ya . Vaiz jaga istrimu atur pola makan istrimu dengan benar jangan hanya bekerja saja . Kau sudah kaya apa yang kau takutkan ." omel dokter Thalia yang diacungi jempol Shasa .


"aku tidak takut apa apa, hanya malas mendengar omelanmu ." keluh Vaiz .


"ish kau ini ."

__ADS_1


Vaiz dan Shasa kembali ketempat duduk , sesekali Vaiz mengenai seputar kehamilan . Dan dengan senang hati dokter Thalita menjelaskannya .


"aku akan memberikan resep vitamin apa untuk ibu hamil . Jangan lupa juga minum susu ibu hamil biar kandungannya sehat ." Shasa mengangguk paham .


"baiklah doktet kami permisi , terimakasih sudah meluangkan waktu dokter ." ucap Shasa menjabat tangan dokter Thalita .


"sama sama Shasa, kau Vaiz tidak ingin berjabat tangan denganku ?"dokter Thalita memang suka menggoda Vaiz , tapi Vaiz sama sekali tidak menghiraukannya .


" tidak,aku takut istriku cemburu."Shasa melotot kearah suaminya . Ia malu sekali mendengar jawaban suaminya.


"dia memang sepertu itu dokter ." keluh Shasa .


"hahaha,tidak apa Sa . Aku juga paham ." dokter tertawa senang .


Akhirnya Shasa dan Vaiz keluar ruangan dokter tersebut .


"kau sayang, kenapa bilang kalau aku cemburu jika kau berjabat tangan dengan dokter Thalita."


"aku hanya malas sekali jika berjabat tangan dengannya ."


"bukannya dia temanmu .Vaiz mengangguk .


" lalu?"


"aku hanya boleh disentuh oleh istriku bukan wanita lain ." bisik Vaiz sambil menggandeng Shasa .


"hah,aku memeleh sayang ."


"tapi bo'ong ." lanjut Shasa .

__ADS_1


Vaiz langsung menyentil kening Shasa yang membuat Shasa mengerucutkan bibirnya . Mereka masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil ke arah kediamannya .


__ADS_2