Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Extra Part 2


__ADS_3

"ak-.


dhok dhok..


" ibu,ayah buka pintunya, aku mau masuk." teriak seorang gadis kecil yang berada di balik pintu kamar utama.


"sayang, biarkan aku memkai baju. Putrimu akan marah." ucap Shasa lirih.


"bairkan, aku ingin lanjutkan ini, sayang jika tertunda."


"sayang, jangan buat putrimu marah kau akan tahu akibatnya." ucap Shasa memperingatkan.


"ayahh. Buka aku ingin masuk." teriaknya sambil menggedor pintu.


"biarkan, dia akan lelah dengan sendirinya." ucap Vaiz sambil menggerayangi tubuh istrinya.


"sa.. yang.. aku yakin kau akan menyesal. Kau tahu sifat putrimu bukan?" Shasa tengengah engah.


Tak berapa lama suara gadis kecil sudah tak terdengar. Membuat sang ayah lega, si pengacau kecil membiarkan orang tuanya memiliki waktu berdua.


Vaiz dan Shasa melanjutkan aktivitas panas yang tertunda. Ia berusaha menyelesaikan dengan cepat dan menemui sang putri tercinta. Sampai pada pelepasan keduanya mengatur nafas, kelegaannya tak berangsur lama karena mendengar kegaduhan. Mendengar hal itu Shasa langsung mendorong suaminya, memungut baju miliknya dan langsung mengenakan. Setelah tubuhnya tertutup dengan baju Shasa langsug keluar kamar menemui kegaduhan tersebut.


"ada apa ini?" tanya Shasa kepada para pelayan.


"nyonya," ucap salah satu terlihat menghampiri Shasa.

__ADS_1


"Astagfirullah." ucap Shasa terkejut dan membulatkan matanya.


Putrinya tengah tersenyum menatapnya.


"sayang apa yang kamu lakukan, ini milik ayah nak." ucap Shasa lembut.


"aku tahu ibu." ucapnya sambil menampilkan senyum manis.


"lalu?" tanya Shasa keherenan. Ekor matanya menatap sebuah guci mahal yang berserakan.


"nyonya, nona ayu juga melempar kaca mobil tuan dengan sebuah ulekan." lirih pelayan tersebut membuat mata Shasa semakin melebar.


"bagaimana bisa dia mendapatkan benda itu?" Shasa nampak keheranan dengan penuturan Pelayan tersebut.


"saat di dapur masih ada sisa sambal di atas cobek berserta ulekannya. Saya tidak tahu bagaimana nona kecil mengambil hanya saya mendengar suara pecahan Guci." terang pelayan tersebut.


Vaiz datang terakhir hanya menggelengkan kepala saat mengetahui Guci mahal milih telah porak poranda.


Netranya menatap sang istri dari arah garasi sembari menggeret lengan putrinya.


"ada apa?" tanya Vaiz bingung.


"semua ini ulah putrimu, sudah sering kali jangan terlalu di manja, inilah akibatnya berulah semaunya." suara lantang Shasa membuat Ayu menunduk.


"maaf ibu." lirih Ayu.

__ADS_1


"sa-."


"stop Yah, jangan lagi membela putrimu. Dia sudah terlalu nakal." keluh Shasa sambil memelototi putrinya.


"ibu, maaf Ayu tidak akan nakal lagi Ayu janji." isak sang putri.


"ibu tidak percaya Ayu lagi. Lebih baik ibu pergi jadi tkw saja buat ganti biaya mobil Ayah yang sudah Ayu rusak." ucap Shasa.


"jangan ibu."


Shasa sebenarnya tidak tega untuk memarahi putrinya, tapi menurutnya putrinya sudah terlalu nakal dan manja karena ulah suaminya yang selalu menuruti keinginan putrinya. Sementara Vaiz jika Shasa sudah mengomeli putrinya, ia tak akan bisa berkutik karena jika dia ikut campur maka akan lebih mengundang kemarahan istrinya.


Shasa pergi menuju kamarnya tanpa memperdulikan putrinya yang tengah merengek memanggilnya.


"sayang." ucap Vaiz berjongkok mensejajarkan tubunya dengan putrinya yang masih berumur 5 tahun.


"ayah, ibu marah padaku." ucap gadis kecil sambil menangis .


"jangan menangis, nanti ayah akan bicara pada ibu dan besok pagi ibu akan bicara pada gadis kecil ayah ini." ucap Vaiz menenangkan.


"apakah itu benar ayah?"


"yaa, sekrang Ayu pergi ke kamar di temani mbak Hilma oke?"


"oke Ayah."

__ADS_1


Ayu berlari kecil menuju kamarnya, sementara Vaiz menatap Guci dan berjalan keluar melihat mobil miliknya yang tengah rusak di bagian kaca.


"sikapnya seperti dirimu sayang, sangat bar bar." ucap Vaiz sambil terkekeh kecil mengingat tingkah putrinya .


__ADS_2