Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 184


__ADS_3

Sudah satu minggu Shasa beristirahat di rumah sambil menemani putrinya, sedangkan Vaiz sudah kembali ke kantor. Awalnyai ia ragu untuk masuk ke kantor tapi dengan paksaan istrinya akhirnya ia mau masuk kerja lagi.


"sayang, mungkin nanti aku akan menemui tuan Smith di penjara."


"untuk apa?" tanya Shasa yang masih merapikan dasi suaminya.


"aku hanya ingin bertanya apa alasan dia melukaimu. Dan aku ingin melihat keadaanya." jelas Vaiz.


"emmmm, sayang." Shasa menggigit bibir bawahnya.


"ya, kau ingin sesuatu. Nanti bisa aku bawakan setelah pulang kerja."


"emmm, boleh tidak kalau aku ikut kamu kesana?" ucap Shasa ragu ragu.


"kemana?" tanyanya dengan menatap wajah istrinya.


"menemui ayah jessica."


"untuk apa?" tanya Vaiz.


"aku ingin bertemu, please boleh ya." pinta Shasa.


"biar aku saja, nanti aku akan ceritakan padamu."


"please." pinta Shasa dengan kerlingan matanya.


"huhh, baiklah tapi berjanjilah bersikap sopan." dengan mata berbinar Shasa langsung menganggukan kepalanya tanda setuju.

__ADS_1


"baiklah, nanti siang datang ke kantorku kita akan berngkat bersama dari kantorku untuk sekarang aku akan ke kantor karena aku ada meeting untuk proyek penting."


"iya." Shasa mencium tangan suaminya dan mengecup pipi suaminya, begitu juga sebaliknya Vaiz mencium kening istrinya.


"byee." Vaiz berjalan menuju ranjang dan mencium wajah putrinya.


Setelah kepergian suaminya, Shasa berdiri dengan melipat kedua tangannya. Raut wajahnya terlihat ada gurat penyesalan.


"maafkan aku yang selalu menyusahkanmu, ada aku di hidupmu semakin membuatmu banyak masalah." batinnya dalam hati.


tok.. tok.. tok..


Shasa sadar dari lamunanya dan berjalan untuk membuka pintu.


"ya mbak?"


"nyonya waktunya nona kecil sarapan, saya sudah membuatkan menu sarapan untuk nona kecil." menyodorkan nampan yang terisi 1 mangkuk kecil berisi bubur bayi dan 1 botol bayi air putih.


Shasa menuju ranjang dan mengangkat tubuh putri kecilnya.


"kita makan dulu," ucap Shasa pada putrinya. Bayi mungil tersebut terlihat menatap ibunya dengan tersenyum. Shasa mulai menyuapi putrinya dengan tlaten.


"habisin ya nak," makanan tersebut sudah habis, lalu Shasa memberikan air putih . Sarapan selesai Shasa memandikan putrinya agar terlihat segar dan wangi.


"nanti sama mbak dulu ya, ibu mau ke kantor ayah ada perlu." baby Ayu tersenyum seolah paham apa yang di katakan ibunya.


Setelah mandi dan berganti baju, baby Ayu terlihyat cantik,wangi dan segar hingga Shasa tak bosan bosan untuk menciuminya.

__ADS_1


"Masyaallah wangi sekali anak ibu." Shasa berjalan menuju dapur untuk menemui para pelayannya,


"mbak." panggil Shasa.


"iya nyonya."


"mmmm nanti nitip baby ku dulu ya, ada perlu sama suamiku soalnya." jelas Shasa.


"siap nyonya," ucap pelayan yany paling muda.


"sama nanti siang siapin makan siang di kotak makan sekalian mau aku bawa."


"menunya apa nyonya?"


"apa aja, ikut di daftar menu untuk hari ini gak papa." jelas Shasa.


"baik nyonya, saya akan makan sekarang jadi nanti tinggal nyiapin saja." jelasnya.


"baiklah terserah mbak saja. Aku tinggal ke depan dulu ya."


Bayi tersebut terlihat betah di dalam gendongan yang ibunya, anteng dan tidak rewel sama sekali. Shasa yang setiap harinya gemas dengan bayinya selalu menciumi pipi gembul milik bayinya.


"kita duduk sini," ucap Shasa mendudukan bokongnya pada sofa ruang tamu. Baby Ayu anteng di atas pangkuan ibunya, sesekali ia menggerakkan kakinya, tangannya .


"kamu ini bikin gemas ibumu setiap hari, emmmmuuuaccch." ucap Shasa yang selalu menciumi pipi gembul putrinya.


2 jam sudah Shasa bermain bersama putrinya, hingga putrinya sekarang sudah tertidir lelap. Ia berjalan keatas dan meletakkan putrinya di ranjang king size. Ia mulai bersiap untuk pergi menemui suaminya. Shasa keluar kamar dengan tampilan yang sangat cantik , dengan ataaan berwarna merah, high hills dengan tinggi 7cm an ,dengan polesan make up.

__ADS_1


"mbak aku berangkat ya." setelah pamit Shasa menuju keluar dan masuk kedalam mobil. Dengan perlahan mobil tersebut melaju keluar halaman kediaman megah milik suaminya.



__ADS_2