Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 16


__ADS_3

Vaiz menarik tangan Shasa saat hendak memberhentikan bus yang terlihat dari kejauhan ,ia menggandeng Shasa memaksa masuk mobilnya . Shasa yang kalah saat ingin membrontak hanya melipat tangannya kedadanya dan duduk sambil memanyunkan bibirnya .


"kondisikan bibirmu , jika tetap seperti itu jangan salahkan aku jika sewaktu waktu menciummu . Lagian seorang istri harusnya menurut apa kata suami." ucap Vaiz menjalankan mobilnya .


Shasa melotot mendengar ucapan suaminya . Ia pun mengalihkan pandangannya pada ponselnya untuk membuka sosial medianya .


Mobil berhenti tepat di parkiran luas . Merasa sudah sampai Shasa terbelalak mengedarkan pandangannya pada seluruh penjuru . Vaiz tidak mengehentikan mobilnya di cafe tempatnya bekerja .


"hai tuan dimana ini , bukannya anda tahu jika aku akan bekerja . Dan ini bukan tempatku bekerja anda tidak amnesia kan ?" ucap Shasa ketus .


"siapa yang meminta mu bekerja . Kau tidak meminta persetujuan dariku sayang . Aku melarangmu bekerja ." jawab Vaiz terkekeh .


"kita pernah berjanji sama sama tidak akan ikut campur urusan masing masing . Aku menerima pernikahan ini semata mata karna orang tuaku ." Shasa mengehmpaskan tubuhnya pada sandaran mobil .


"bukannya kau istriku , jadi kau tanggung jawabku . Sekarang kau tidak perlu bekerja ." perintah Viaz .


"tidak bisa,aku harus bekerja . Aku butuh uang untuk menghidupi diriku dan keluargaku . Enak saja kau melarangku ,"


"aku yang akan menanggung kebutuhanmu dan keluargamu . Aku juga sudah bicara dengan manager cafe bahwa kau akan berhenti bekerja ." perintah Vaiz tegas keluar dari mobilnya berjalan membuka pintu mobil meminta istrinya keluar .

__ADS_1


Vaiz menggandeng tangan Shasa dengan erat seolah takut jika istrinya kabur . Ia mengajak Shasa di kantor miliknya ,meminta istrinya menemani bekerja .


Saat memasuki kantor para karyawan memandang atasannya tanpa bekedip . Ia begitu bertanya tanya siapa wanita yang di gandeng oleh presdir tampannya . Sedangkan Vaiz yang kini menjadi pusat perhatian tak memperdulikannya . Ia memasuki lift khusus untuk menuju ruangannya .


"Selamat pagi pak ." ucap Rahma sekertaris Vaiz .


Vaiz hanya mengangguk tetap menggandeng Shasa menuju ruangannya . Rahma yang melihat wanita yang di bawa atasannya hanya bergumam .


pacar pak Vaiz mungkin,haduh kalah cepet gue . gumam Rachma .


"kenapa anda menyeret saya sampai disini . Bukannya saja sudah bilang jika saya ingin bekerja ." ucap Shasa teriak menarik tangan yang selalu di genggam Vaiz saat keluar mobil sampai masuk ruangannya .


"duduklah sayang , jika kau berdiri terus aku yakin kau pasti lelah ." melihat kearah Shasa yang berdiri mematung .


Shasa pun menghempaskan tubuhnya dengan kasar sesekali mengumpat lirih . Mengambil ponsel dari tasnya lalu memulai berselancar pada akun sosial medianya .


Vaiz yang menatap Shasa hanya menggelengkan kepala . Ia pun meminta Rahma untuk memesankan makanan untuk istrinya .


Tok!tok!tok!

__ADS_1


"masuklah." perintah Vaiz .


"pak ini pesanan yang anda pesan ," ucap Rahma meletakkan makanan tersebut di meja tepat di depan Shasa yang sesang fokus pada ponselnya .


"baiklah,letakkan saja." pinta Vaiz


"kalau begitu saya permisi pak ." di angguki Vaiz .


Vaiz berjalan duduk di salah satu sofa . Ia duduk di dekat Shasa .


"makanlah sayang , kamu belum sarapan kan ?" ucap Vaiz pelan .


"tuan bisakah anda tidak memanggil saya dengan sebutan sayang , rasanya kupingku panas mendengar panggilan anda?" protes Shasa .


"lalu aku harus panggil apa? Shasa? aku panggil Sa tapi lidahku tidak nyaman memanggil namamu hanya dengan kata Sa makanya aku aku tambahkan kata Yang , kalau di jadikan satu menjadi sayang ."


"aku tidak mau ada tambahan . Jadi tolong jangan panggil aku sayang ,"


"baiklah makanlah ." Vaiz tak ingin memperpanjang masalah hanya dengan sebutan . Maka dari itu ia memilih mengalah .

__ADS_1


Shasa meraih piring yang berada di meja tak jauh darinya . Ia melahap sarapannya karna sedari tadi perutnya tidak bisa diajak kompromi . Vaiz melanjutkan pekerjaannya saat melihat Shasa sudah melahap sarapannya dengan baik .


__ADS_2