Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 20


__ADS_3

Di meja makan , Vaiz duduk di kursi kebesarannya sedangkan Shasa duduk di samping Vaiz .


"kau ingin makan apa? aku akan mengambilkan ." ucap Shasa pada Vaiz .


"berikan Salad saja ." ucap Vaiz .


Shasa pun mengambil Salad untuk suaminya . Setelah itu ia mengambil makanan untuknya .


Mereka fokus pada piring masing masing tak ada suara bahkan ucapan selamat makan pun tak terucap dari mulut masing masing .


Shasa makan makanannya lebih cepat . Tanpa menunggu suaminya ia berjalan ke arah kamarnya .


Setelah kepergian Shasa,Vaiz tidak menghabiskan makanannya . Ia tak berselera makan saat istrinya memusuhinya . Bahkan ia meminta maaf pun tak di terima oleh istrinya .


"coba tuan beri sesuatu yang membuat nyonya merasa bahagia . Datang kesuatu tempat atau ajak teman nyonya kemari biar dia tidak kesepian . Lakukan Hal sekecil apapun yang bisa membuat nyonya tersenyum tuan ." ucap pelayan yang umurnya lebih tua dari pelayan lainnya .


Vaiz yang menyimak masukan pelayannya hanya tersenyum mengangguk . Vaiz bangkit dari duduknya menatap pelayan tersebut . "terima kasih ." ucapnya pada pelayan di angguki pelayannya .

__ADS_1


Vaiz mengikuti istrinya . Menyusul istri yang di kejar agar mendapatkan cinta istrinya . Istri yang selalu emosi saat melihatnya .


ceklek ..


Pintu terbuka . Vaiz melihat Shasa menatap ponselnya . Senyum yang tak pernah ia lihat kini terlihat di depan mata Vaiz . Shasa tersenyum menatap layar pipih miliknya . Entah apa yang dilihatnya yang bisa membuatnya tersenyum .


Vaiz menuju ranjang miliknya, ia duduk bersandar pada sandaran tempat tidur . Shasa yang sadar adanya suaminya hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus lagi pada layar ponselnya .


"Sha,maafkan aku aku salah tanpa berbicara padamu aku mengambil keputusan sepihak . Maafin aku sekali lagi aku akan meminta manager cafemu agar kamu bisa kembali bekerja ."


"lupakan saja tuan ,nasi sudah menjadi bubur . Sesuatu yang terjadi tidak akan pernah kembali ." ucap Shasa fokus pada benda pipihnya .


"iya tuan ,apa tuan tidak bekerja?" tanya Shasa .


"besok minggu Sha jadi kantorku libur dan aku tidak punya banyak kerjaan ."


"hmmm iyha "

__ADS_1


Hati Vaiz bahagia saat Shasa menjawab ucapan suaminya . Jangan di tanya hati Vaiz berbunga bunga bibirnya menyunggingkan senyumannya .


Vaiz sedikit mendekatkan tubuhnya dan melihat ponsel milik istrinya . Ia penasaran dengan apa yang dilihatnya sampai sampai Shasa bisa tersenyum . Ia layar ponsel itu menampilkan film bollywood . Vaiz menautkan alisnya saat melihat aktor bollywood yang tidak di kenalinya .


"kenapa tuan dekat dekat saya?" tanya Shasa menoleh pada suaminya . Sontak membuat Vaiz duduk tegap sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


"aku hanya ingin tahu apa yang istriku lihat sampai sampai dia tidak henti hentinya tersenyum ."


"tuan tidak akan pernah paham dengan apa yang aku lihat , orang setua tuan tidak akan tertarik dengan apa yang aku lihat ." ucap Shasa asal .


Vaiz melotot mendengar ucapan Shasa .


"aku belum tua umurku masih 34 tahun . Hanya terpaut 10 tahun ." ucao Vaiz membela diri .


"terserah tuan saja . Aku mengantuk ingin tidur ." ucap Shasa merebahkan tubuhnya membelakangi suaminya sambil mematikan lampu yang ada di atas nakasnya .


"selamat tidur ." ucap Vaiz yang tak di gubris istrinya .

__ADS_1


Vaiz juga ikut merebahkan tubuhnya . Ia menatap punggung istrinya . Tidak berani memeluknya bahkan mendekat pun ia tidak berani . Bukan karna ia laki laki yang takut istri hanya tidak ingin istrinya marah dan memilih tidur di tempat lain . Vaiz pun perlahan memejamkan matanya . Dengkuran halus mulai terdengar dan mereka berdua tertidur tanpa memluk satu sama lainnya . Yang satu tidur memunggungi yang satu hanya mampu menatap punggung tanpa bisa memeluk dari belakang .


__ADS_2