
Malam ini adalah malam dimana Pervaiz Taban menghabiskan malam panjang di kamar rumah sakit dengan menatap wajah manis dan pucat istrinya. Hatinya serasa teriris kala melihat sang istri tetap betah menutup mata. Di hembuskannya nafas kasar dan diusapnya wajah kasar miliknya. Sesekali ia berdiri dan sesekali ia menduduk kan bokongnya.
Ceeklek...
Netranya menatap ke arah pintu yang sedang di bukanya setelah tahu siapa yang datang dan melihat bahwa orang kepercayaannyalah yang datang ia kembali menduduk kan tubuhnya diikuti juga oleh sang assisten .
"ada kabar apa?" tanya Vaiz dengan tenang .
"tuan perusahaan kita mendapatkan kerja sama di Negara AS, Jadi tuan hanya perlu menandatangani semua berkas yang sudah saya siapkan ." jelas assisten Dino .
"beri kan padaku." satu persatu Vaiz mulai menandatangani berkas yang sudah asisten tersebut persiapkan.
Selesai menandatangani berkas Vaiz menyodorkan berkas tersebut pada Dino.
"bagaimana dengan istriku?" tanya Vaiz sambil menoleh ke arah istrinya.
"pelaku sudah di temukan tuan apa anda tahu pemilik mobil yang telah menabrak nyonya adalah tuan Smith ayah dari nona Jessie tuan." jelas Dino.
"aku sudah menduga jika hanya dialah yang telah berani sejauh ini. Kau tahu bukan apa yang harusnya kau lakukan untuk menghukumnya?" ucap Vaiz.
"saya sangat paham tuan ." jelas Dino yang di angguki oleh Dino.
__ADS_1
"lakukan dengan baik, aku akan memberimu bonus jika kau bisa melakukan dengan sesuai yang aku inginkan.":
:"baik tuan saya mengerti."
"aku harap kau melakukan dengan baik."
"siap tuan saya permisi." ujar sekretaris Dino.
"hmmmb." ucap Vaiz yang hanya dengan dehemannya saja.
Setelah kepergian Dino, Vaiz kembali diam menatap ke atas sambil sesekali mengusap wajahnya dengan kasar. Vaiz berdiri dari duduknya dan berpindah tempat di kursi dekat dengan istrinya. Diraih tangan istrinya dan diciuminya secara lembut perlahan kepalanya tertunduk..
"cepat bangun aku merindukanmu."
Vaiz mulai memejam kan mata sambil menggenggam tangan istrinya yang tengah terpasang selang infus . Dengkuran halus menandakan laki laki matang tersebut telah menikmati tidurnya di samping istri tercintanya.
Di sebuah rumah kecil yang rindang terdapat banyak pepohonan hingga membuat semilir angin duduklah seorangwanita yang tengah duduk menikmati indahnya suasana di halaman rumah tersebut, bunga bunga yang mekar dan suara kicauan burung membuat rumah tersebut serasa asri. Wanita tersebut tengah tersenyum tiba tiba senyumnya pudar kala merasakan bahunya di sentuh oleh seorang laki laki.
"mas?" ucap wanita tersebut.
"ayo kita pulang, kau sudah terlalu lama disini sayang." ucap pria tersebut.
__ADS_1
"bolehkah disini aku lebih lama mas?"
"tidak, kau sudah terlalu lama disni. Anak kita masih membutuhkanmu."
"tapi aku betah disini." jelasnya .
"ayo putri kita sedang menunggumu." laki laki tersebut menggandeng tangan wanita tersebut.
"pergilah aku masih ingin disini." tolak wanita tersebut.
"ikutlah denganku,putri kita sedang menunggumu."
"tidak,aku ingin disini kau pergilah aku titip putriku." wanita tersebut perlahan menajuh .
***"sayanggg.' panggil laki laki tersebut sedikit berteriak.
Mata yang lama betah terpejam tersebut langsung terbuka perlahan sambil menggerakkan jemarinya yang lentik. Bola mata tersebut berputar melihat ke segala penjuru, di normalkannya tenaganya dan barulah ia menyadari dimana dirinya sekarang. Saat merasa tangannya di genggam erat oleh seseorang di tatapnya laki laki tersebut dan perlahan ia mencoba kembali menggerakkan jari yang tengah di genggam oleh sang laki laki tersebut.
Merasa ada yang yang membangunkannya, Vaiz perlahan mulai membuka mata dan bangun untuk mengumpulkan kesadarannya. Dilihatnya istri yang sedang terbaring, betapa terkejut dirinya saat melihat istrinya sudah membuka mata .
__ADS_1
"sayang."