Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 41


__ADS_3

jangan lupa LIKE dan VOTE ***ya kak . Biar tambah rajin up dan biar tambah ide ide baru muncul . Dan Happy ready . Gak boleh emosi kalu baca Hehehehe


I Love you All***


...****************...


Malam hari setelah makan malam , Pak Yono,Bu Nur, Vaiz, dan Shasa berada di teras rumah miliknya . Sementara adik Shasa yang begitu cuek memilih berada di kamarnya .


"pernikahan kalian udah mau jalan 2 bulan , apa masih belum isi nak ?" tanya Pak Yono kepada anaknya . Shasa yang sedang mengemil langsung terbatuk batuk .


uhuk uhuk uhuk .


Vaiz pun menyodorkan minumannya pada Shasa .


"doain aja pak , biar Shasa cepat hamil ." ucap Shasa melirik suaminya, Vaiz yang dilirik terlihat senyum senyum .


terima kasih pak anda sudah mengutarakan isi hatiku yang tidak berani ku ungkapkan pada istriku . Anda memang the best tanpa aku minta sudah bertanya soal kehamilan pada istriku tinggal aku melanjutkan pertanyaanmu tadi pada istriku nantinya . batin Vaiz .

__ADS_1


"hmmm , Shasa ke kamar mandi dulu ." ucapnya berlau pergi . Setelah tak terlihat lagi oleh 3 pasang mata . Ibu Shasa kembali membuka suara .


"nak Vaiz ,apa Shasa sudah menerima nak Vaiz . Apa Shasa masih suka marah pada nak Vaiz ."


"ahhj tidak bu , sedari menikah dia tidak pernah marah kepada saya . Istriku istri yang baik bu ."


"nak Vaiz tidak usah berbohong, kami tahu sifat sifat anak anak kami . Shasa itu suak marah ibarat kata seperti ranting yang mudah patah ." Vaiz terdiam mendengar ucapan ibu mertuanya .


"nak bertindak tegaslah padanya . Jika nak Vaiz hanya diam saja takutnya Shasa tidak menghargai nak Vaiz . Ibu takut jika sikapnya terus begini dia memiliki dosa besar ." keluh Bu Nur .


"maaf bu mungkin awal awal dulu Shasa tidak terima jika menikah dengan saya . Namun akhirnya dia sudah mulai menerima dan mencintai saya . Saya beruntung meminta kepada bapak dan ibu untuk menikahi Shasa . Karna hari hari saya yang dulunya kosong kini menjadi ramai adanya dia . Dia tidak pernah mengeluh . Dia beda disaat para istri yang lain membeli barang barang mahal tapi dia memilih membeli barang ditoko yang murah . Ia pemarah ia tapi ia juga tak henti hentinya meminta maaf ." ucap Vaiz tersenyum memandang kearah luar .


"baiklah,sudah malam dan dingin mari kita masuk ." ajak Pak Yono mengakhiru pembicaraan . Vaiz pun kembali ke kamar dan melihat istrinya sudah merebahkan diri memunggunginya .


"kau sudah disini dan tidak mengajakku ?" tanya Vaiz .


"aku mengantuk sayang ." ucap Shasa menyembunyikan tangisannya .

__ADS_1


"baiklah ." Vaiz menatap langit langit kamar milik istrinya . Ia meletakan lengannya diatas keningnya .


Grebb


Shasa memeluk erat tubuh suaminya . Melihat gerakan Shasa , Vaiz menoleh dan tersenyum . Kaos miliknya basah karna air mata istrinya , keningnya pun mengernyit .


"hei ,kau menangis?" tanyanya pelan sambil menghapus air mata istrinya .


"kenapa?"lanjut Vaiz .


" sayang aku merasa tidak pantas menjadi seorang istri karna aku terlalu banyak dosa kepadamu ." ucap Shasa sesenggukan .


"sayang apa yang kau katakan?" tanya Vaiz memiringkan tubuhnya menghadap istrinya .


"entahlah aku merasa begitu ." menggelengkan kepalanya .


"dengarkan aku. Aku sudah memaafkanmu jadi tidak ada dosa lagi . Kau juga sudah baik dan patuh pada suamimu . Jadi jangan berfikir jika kau masih memiliki dosa . Sayang tolong jangan menangis dan meminta maaf untuk kesalahan yang dulu . Aku sudah melupakannya . Jadi tersenyumlah aku tenang jika melihat senyumanmu ." Shasa mengangguk .

__ADS_1


"peluk aku , jangan kau lepaskan." ucap Shasa sedikit tenang .


"sesuai permintaanmu nyonya ." Vaiz mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala istrinya . Mereka pun mulai memejamkan matanya . Dan berada di alam mimpi masing masing


__ADS_2