
Di atas ranjang king size , kini sepasang suami istri tersebut masih nyaman dengan tidurnya . Namun manik mata salah satu dari mereka mengerjab dan menggerakan tubuhnya .
"uhhhhhhhh." terdengar lenguhan dari bibir milik Shasa .
Ia menggeliat namun gerakannya tak begitu leluasa . Tubuhnya terkungkung oleh tubuh kekar milik Vaiz . Ia membuka matanya namun matanya terbuka lebar karna tubuhnya menyatu dengan tubuh suaminya .
Dengan tega, Shasa mendorong tubuh Vaiz menjauh . Vaiz yang terlalu lelap hanya menggeliat memunggungi Shasa . Dengan raut wajah kesal , Shasa berjalan ke arah kamar mandi dan menyegarkan diri , Selesai dengan urusannya Shasa turun menuju ruang makan, terlihat pelayan sedang sibuk bekerja hingga tak sadar telah mengabaikan Shasa yang sedang memandangi satu per satu .
"ehh,selamat pagi nyonya . maaf saya tidak tahu jika nyonya sudah berada disini ." ucap Salah satu pelayan tertunduk .
"santai saja . apa yang kalian masak?" tanya Shasa.
"saya memasak menu yang tuan pesan semalam , hanya salad sayur dan roti gandum nyonya ." jelasnya .
"hmmmmm,bisa saya minta ruang untuk memasak sendiri? apa kalian keberatan dengan apa yang saya pinta?"
"ohhh , tentu tidak nyonya . Nyonya ingin makan apa akan saya siapkan ." jelas pelayan .
"tidak aku akan masak sendiri." tolak Shasa .
"tak apa nyonya , nyonya ingin makan apa akan saya buatkan nyonya tinggal menunggu saja ."
__ADS_1
Karna jengah dengan pelayan tersebut Shasa pun berdiri dan melotot .
"apa aku juga tidak boleh memasak hingga aku ingin masak pun kau selalu seperti menahanku . Apa aku tidak boleh menyentuh dapur itu karna semuanya barang mahal , aku tidak akan merusaknya aku hanya ingin memasak untuk diriku tapi kau malah membuatku jengah ." teriak Shasa .
"maaf nona ." cicit pelayan tersebut .
"ada apa ?" tanya Vaiz berjalan turun sambil mengancingkan bajunya . Vaiz yang mendengar teriakan Shasa segera turun untuk melihatnya sendiri .
Saat turun dan berdiri di samping Shasa, Vaiz melihat pelayab tersebut tertunduk menangis . Ia menatap keduanya untuk meminta jawaban .
Yang satu menangis yang satu terlihat marah , wahai pelayan apa kesalahanmu pada wanita judesku ini . batin Vaiz .
"maaf tuan ." ucap pelayan tersebut lirih .
Shasa hanya terdiam mengalihkan pandangannya . Ia tak ingin melihat wajah pelayan suaminya dan juga sauaminya . Yang kini ia rasakan hanya ingin marah saja .
"maaf tuan, saya yang salah karna saya menahan nyonya saat nyonya aka memasak . Saya hanya melakuakn tugas saya menjadi pelayan dengan melayani Nyonya . Namun nyonya Shasa sepertinya tidak menyukainya ." jelas pelayab tertunduk . Sementara pelayan lainnya berbaris rapi dalam dapur .
Dengan penjelasan pelayan,Vaiz menghela nafas .
"apa kau ingi memasak sayang? masaklah aku ingin merasakan masakanmu ." ucap Vaiz lembut agar istri judesnya itu luluh .
__ADS_1
Namun lagi lagi bukan Shasa jika harus cepat luluh . Shasa menatap tajam pelayannya . Pelayan yang di tatap Shasa hanya menunduk .
"hei,aku bicara ayo jika kau ingin memasak ayo aku akan menemanimu ."
Tetap pada pendiriannya . Ia hanya diam tak menggubris ucapan suaminya .
Tak berapa lama , Shasa beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki tangga hingga punggungnya tak terlihat .
"tak apa , tidak perlu sedih . Ia akan baik baik saja . Maafkan sikap istri saja dia memang egois ." ucap Vaiz pada pelayannya .
Pelayan tersebut mengangguk lalu pergi kembali pada aktifitasnya . Sementara Vaiz berjalan ke arah tangga lalu menyusul istrinya .
"ayo kita sarapan di kantorku ." menarik lengan istrinya untuk mengikuti langkahnya . Shasa mengikuti suaminya tanpa berdebat seperti biasanya .
Mobil Vaiz berlalu pergi menuju luar gerbang dan berjalan ke arah kantornya .
Sampai di kantor Vaiz menggandeng Shasa tanpa menoleh pada pegawai lainnya . Ia tak peduli jika berbicara mengenainya .
"pesan makanan untuk sarapanku dan istriku ." pinta Vaiz saat berjalan menuju ruangannya .
Sekertaris tersebut baru menyadari wanita yang di gandeng patasannya 2 kali ini adalah istrinya . Ia tak menyangka jika selera atasannya hanya gadis biasa yang manis dan terlihat garang .
__ADS_1
Lamunananya buyar saat teringat pesan atasannya . ia menepuk keningnya. Lalu meraih gagang telpon dan memesan sarapan milik atasannya .