Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 161


__ADS_3

Mata lentik yang tengah memejam kini mulai mengerjap, perlahan mata itu mulai terbuka . Setelah mengumpulkan tenaga, sang pemilik raga terbangun dari tempat tidurnya dan perlahan berjalan.


Greeeeb .


Seorang pria bertubuh atletis berdiri di area balkon , lamunannya buyar kala merasakan tangan mulai perlahan melingkar pada pinggangnya.


"sudah bangun ." suara bariton milik Vaiz membuka percakapan dirasanya sang istri mengangguk namun tak menjawab secara lisan .


"apa kau marah?" tanya Shasa lirih.


"apa aku mampu untuk marah denganmu?" Vaiz kembali bertanya .


"entahlah, maaf untuk tadi pagi ." lirih Shasa .


"aku sudah memaafkannya. Jangan ulangi lagi aku tadi benar benar takut jika kau punya niat meninggalkanku."


"tidak akan ,tidak akan pernah." Shasa memeluk erat suaminya . Vaiz membalikkan tubuhnya kembali memeluk istrinya sekilas ia mencium pipi istrinya .


"baiklah ,sekarang kau cepat mandi . Pipimu bau iler sayang." ledek Vaiz membuat Shasa membulatkan matanya.


"kau meledek atau menghina?" Shasa yang tidak terima langsung melayangkan protes dan memanyunkan bibirnya .


"dua duanya . hahahaha."


"ihhh kau ini menyebalkan ." Shasa menghentak hentakkan kakinya sambil berjalan menuju kamar mandi .

__ADS_1


Sementara Vaiz menggantikan istrinya untuk menemani putrinya. Vaiz sangat gemas dengan putrinya ia selalu menciumi pipi gembul milik putrinya hingga sang putri kecil menggeliat terbangun .Mata kecil yang indah itu mengerjap , bibir kecil mungilnya sudah mulai mencebik bersiap untuk mengeluarkan suara tangisan .


"ssstttt jangan menangis sayang, ibumu baru masuk kamar mandi nanti ayahmu kena omelnya." ucap Vaiz menenangkan putrinya . Sang putri malah bertambah menangis keras , Vaiz kelabakan ia bingung menenangkan putrinya . Shasa yang mendengarkan suara tangis putrinya gegas menyelesaikan mandinya .


Saat ia membuka pintu kamar mandi, ia tertawa melihat suaminya kebingungan .


"tertawalah sepuasnya . Putrimu tidak ingin diam kau malah hanya menonton ." protes Vaiz.


"biar kamu tahu susahnya mengurus anak." Shasa meraih putrinya .


Ia duduk sambil memangku baby Ayu dan mulai menyusuinya .


"andai itu bisa dilepas aku tidak akan kebingungan," gerutu Vaiz masih di dengar jelas oleh Shasa.


"jangan ngawur,ini sudah sepaket denganku." gerutu Shasa.


"salah sendiri siapa yang nglarang ngasih susu formula." protes Shasa.


"baik kan ASI kamu."


Setelah di beri ASI , baby Ayu menatap ayahnya sambil tersenyum.


"mau ikut ayah? biar ibu ganti baju dulu?" sang bayi tertawa menatap ayahnya.


Vaiz mengambil putrinya dari istrinya, Ia menciumi sang putri .

__ADS_1


"sayang aku akan mengajaknya di gazebo,kau bisa berganti baju setelah itu menyusul lah."


"iya."


Vaiz keluar kamar dan berjalan menuju gazebo. Semilir angin memberikan kesejukan . Ayu sangat anteng berada di dekapan sang ayah.


"kita disini saja," ucap Vaiz pada putrinya. Vaiz mendaratkan bokongnya pada pinggir gazebo.Ia kembali menciumi putrinya.


"maafkan ayah sayang,ayah tidak memiliki banyak waktu. Ayah berjanji akan berusaha memiliki waktu luang denganmu ." Ayu mendengar ucapan ayahnya seolah mengerti ,ia tertawa sambil menatap sang ayah.


"semoga ayah dan ibu di beri kesehatan dan panjang umur ya sayang, biar bisa menemanimu sampai sukses kelak."


"amin." ucap Shasa dari belakang. Vaiz menoleh dan tersenyum.


"aku mencintai kalian." ucap Vaiz.


"kami juga mencintai ayah." balas Shasa


Vaiz mencium bibir Shasa sekilas lalu beralih mencium putrinya,sang putri tertawa membuat sang ayah dan ibu ikut tertawa.


"bahagia terus untuk keluarga kita ya ayah." ucap Shasa .


"amin sayang."


Mereka kembali bermain dengan putrinya. Tak terasa sudah waktunya sang bayi untuk mandi.Mereka memasuki rumah dengan Vaiz menggendong Ayu dan Shasa melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Vaiz. Sangat terlihat harmonis.

__ADS_1


@@@@@@@@@@@@


Jangan lupa like dan vote ya kak,buat pemicu semangat author.. kasih koin juga boleh..


__ADS_2