
Adzan subuh berkumandang , Shasa sudah membuka mata di suguhkan dengan penampilan menawan suaminya . Bibirnya tersungging kala melihat suaminya tetap memeluk dirinya . Ia merasa ini akan menjadi awal yang indah untuk rumah tangganya . Dengan perlahan ia melepaskan pelukan suaminya . Lalu ia berjalan keluar menuju kamr mandi . Mandi dan berwudhu , seperti rutinitas sehari hari Shasa tidak pernah meninggalkan sholatnya . Selesai mandi dan wudhu ia kembali ke kamarnya , bibirnya tersungging melihat suaminya sudah terbangun .
"apa kamu ingin aku sholat tanpa imamku sayang?" ucap Shasa tersenyum .
"peluk aku sebentar." pinta Vaiz manja .
"aku sudah wudhu , dan lagi kamu tidak pantas manja ." Shasa menggelngkan kepalanya .
"baiklah,tunggu aku jangan Sholat lebih dulu ." Vaiz bergegas ke kamar mandi . Lalu mereka puj menunaikan ibadah Sholat subuh berdua dengan Vaiz menjadi imam dan Shasa menjadi makmum . Terakhir Vaiz dan Shasa berdoa .
"sayang ,jika kau masih mengantuk tidurlah . Aku akan pergi untuk membeli sayuran ." ucap Shasa sambil melipat muneka nya .
"dimana?"
"di langganan ibuku tak jauh dari sini ,"
"kamu naik apa sayang?"
"aku berjalan kaki sekali kali sambil olah raga ."
"aku ikut ini masih petang ,aku tidak ingin istriku diculik ." ucap Vaiz beranjak mengambil pakaiannya .
"haiiish , siapa yang akan menculik aku sayang . Aku sudah terbiasa ."
"tidak , aku akan tetap ikut ." ucap Vaiz .
"baiklah, kau seperti manja sekali seperti anak perwan saja ." dengus Shasa .
__ADS_1
"hahahahaha, mana ada sayang ." Vaiz tertawa terbahak .
"huh, ada tu ." menunjuk kearah Vaiz
"enak saja ."
"ya udah jadi ikut gak aku mau berangkat loh ."
Vaiz berdiri mengikuti jalannya Shasa , saat berada di pelataran rumah Vaiz menggandeng istrinya dengan erat . Sampai di warung Shasa mengambil sayuran dan lauk . Vaiz menyodorkan uang untuk membayar belanjaan yang Shasa beli .
"lelah tuan." saat sampai di depan rumah .
"tidak ,hanya saja aku ingin mengirup udara segar dipagi hari ." ucapnya sedikit gengsi .
"ohhhh, baiklah tuan kalau begitu aku masak dulu ." diangguki Vaiz.
"Sa, baru dari mana?" tanya Bu Nur saat keluar kamar
"ohh,ya udah yuk kita masak ." diangguki Shasa .
Sampai di dapur Shasa dan Bu Nur mulai menyiapakan alat dan bahan untuk memasak .Bu Nur menanak nasi sementar Shasa mencuci dan memonton sayur .
"Sa, gimana pernikahanmu?" tanya Bu Nur
"baik bu,"
"Sa ibu hanya mengingatkan , kamu bukan anak gadis ibu lagi kamu sekarang seorang wanita dan istri dari suamimu . Bersikallah dewasa Sa , terima suamimu dengan segenap jiwa dan ragamu . Jangan selalu membentak dan memarahinya kamu bisa dosa besar ." tutur Bu Nur
__ADS_1
"iya bu, Shasa sudah berubah endak seperti dulu lagi . Shasa sudah ngerti. Shasa juga sudah minta maaf sama mas Vaiz . Ibu tidak perlu khawatir ." jelas Shasa.
"nak hidup itu hanya sekali,mati pun sekali maka jika bisa dan mampu menikahlah hanya sekali . Terima suamimu apa adanya . Hibur dia di kala lelah , temani dia di kala susah . Jangan terlalu masa bodoh jika itu terjadi mau suamimu di ambil orang? tidak bukan . Makanya jaga hati dan perasaan suamimu . Layani dia ,sayangi dia dan cintai dia . Jangan setengah setengah." Bu Nur terlihat tersenyum saat memberi pengertian seorang istri (kata kata tersebut hanya menurut author ya)
"Shasa mengerti bu , Shasa paham ."
Lama berbicara , ibu dan anak itu menyiapkan makanan di meja makan .
"panggil suamimu untuk sarapan ." pinta Bu Nur
Shasa berjalan menuju teras rumah . Ia melihat suaminya sedang diam melamun . Tangannya mengusap pundak suaminya dengan sayang .
"sarapan sayang ." Vaiz menoleh kearah istrinya mengangguk dan tersenyum .
Mereka berjalan berdampingan menuju ruang makan yang ternyata sudah di tunggu oleh bapak ,ibu dan adiknya . Mereka pun mulai sarapan bersama .
"hmmmm kelas berapa dek?" ucap Vaiz pada adik laki laki Shasa . Ia sering bertemu adik istrinya tapi belum pernah ia berbicara .
"mau masuk smp." ucap adik Shasa singkat .
"mau lanjutin dimana?"
"menggedikkan bahunya ."
Vaiz hanya tersenyum saat melihat tanggapan adik Shasa .
"ia selalu irit bicara sayang ." bisik Shasa .
__ADS_1
"o iya ."
"ho.oh aku aja jarang bicara ." Vaiz mengangguk angguk saat mendengar penjelasan istrinya .