Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 6


__ADS_3

Sudah 3 hari Shasa hanya sibuk bekerja dan selalu menolak ajakan para sahabatnya . Ia kadang juga mengambil lembuf agar jika mendapat gaji bisa dapaf uang tambahan .


"Sha,antar pesanan ini di meja itu ." tunjuk Yuda teman kerja Shasa .


"baik mas," Shasa berjalan mengantar pesanan di meja tersebut .


Saat sampai di meja ia pun menyapa pelanggan cafe tersebut .


"permisi tuan." Shasa meletakkan pesanan di meja pelanggan .


"selamat menikmati tuan." ucap Shasa .


Saat berbalik dan berjalan kembali tubuh Shasa menabrak seorang yang pernha di kenalnya .


"auhhh, maaf tuan maaf saya tidak sengaja ."


"apa kau hobby menabrakan diri padaku?"


Seketika mata Shasa membulat ,saat pendengarannya tidak asing menangkap suara ya g pernah di dengarnya . Ia mendongak dan benar saja . Ia bertemu lagi dan selalu di saat bertabrakan .


"maaf tuan saya minta maaf."


"hmmmm baiklah ."

__ADS_1


Laki laki yang di tabrak oleg Shasa adalh Vaiz . Yang sedang makan siang di cafe tempat Shasa bekerja .


"teman Sita yang satu itu sulit untuk diajak bicara ." bisik Arka pada Vaiz .


"apa urusannya denganku?" tanya Vaiz .


"apa kau tidak tertarik dengannya?" tanya Arka .


Vaiz hanya menatap tajam pada Arka yang berbicara ngawur . Vaiz tak menyangka jika temannya se usil itu . Namun Vaiz tak terlalu menanggapi ucapan Arka .


Arka dan Vaiz memang makan siang di tempat Shasa bekerja . Namun saat bertemu, Shasa tidak menyapanya . Ia hanya menyapa sebatas pembeli dan pelayan walau ia sudah pernah berkenalan .


Setelah mengantar pesanan Arka dan Vaiz, Shasa kembali kekasir dan bertemu dengan mantan kekasihnya Nino yang bergandengan tangan dengan seorang perempuan .


"sayang , kenapa dulu seleramu lebih rendah." ucap Wanita tersebut menyindir Shasa .


Shasa yang tersindir hanya diam tak menanggapi . Sedangkan Nino hanya menatap Shasa .


Shasa berlalu pergi kembali ke tempatnya bekerja . Sementata Arka dan Vaiz yang duduknya tak jauh dari Nino dan wanitanya hanya menatap tajam .


"dasar , dia tidak cantik tapi sok cantik." gumam Arka .


"jangan seperti wanita itu , kau sama saja suka mengumpat ." ucap Vaiz .

__ADS_1


"heii , aku tidak suka dengan wanita yang hanya menyindir,pantas saja wanitaku tidak menyukai mantan Shasa,"


"aku tidak peduli dan bukan urusanku ." Vaiz melanjutkan makannya .


"kau itu." ucap Arka dengan suara lirih.


Shasa duduk dekat dengan Sari . Mata Shasa aka mulai berkaca kaca namun tangannya di genggam oleh teman kerjanya .


"mau nangis?" tanya mbak Sari lalu Shasa menggeleng .


"nangis aja,tapi janji ini yang terakhir." mendengar ucapan tersebut Shasa langsung menumpahkan air matanya yang ia tahan . Ia menyenderkan kepalanya pada bahu mbak Sari .


"usah Sha,gak usah sedih ikhlasin . Atau mau mbak cariin cowok yang baik biar bisa move on ."


Shasa menggeleng .


"kenapa dia Sar?" tanya Yuda .


"tuh ." tunjunk mbak Sari ke arah Nino .


"udah deh Sha gak usah lo tangisin , buat apa toh dia juga gak peduli lagi . Lagian gak ada ruginya lo ninggali laki laki itu." ucap Yuda mengelus pucuk kepala Shasa .


Shasa hanya mengangguk tanpa bersuara . Shasa merasa beruntung karna ia mempunyai 2 sahabat yang perdulu dan 2 teman kerja yang sudah dianggapnya kakak karna sudah perduli dengannya . Selalu merangkul saat suka maupun duka .

__ADS_1


Hati shasa lebih tenang , di dalam hatinya ini terakhir kalinya ia akan menangisi Nino . Itu janjinya .


__ADS_2