Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 27


__ADS_3

Shasa keluar ruangan suaminya dan berjalan menuruni lift . Sampai di lantai bawah melewati para karyawan Shasa berjalan menunduk ,namun beberapa karyawan menatap sinis .


"bagaimana bisa atasan kita menyimpan gadis sepertinya ." ucap karyawati A pada temannya .


"mungkin ia hanya mainannya , setelah terpakai di buang , hahahaha ." timpal karyawati B .


Shasa yang mendengar sindiran dari karyawati tersebut merasa panas , amarahnya seakan akan meldek kapan saja . Namun tak menggubrisnya .


Ia hanya melirik dan mengingat siapa saja yang menghinanya . Ia kembali berjalan ke luar kantor .


Di Cafe .


"mana sih Ra si Shasa kok nggak muncul , lupa kali ya ." tanya Sita pada Ira .


"masih jalan mungkin ."


"yeee, kita di cafe depan kantor suaminya loh . Kan deket tapi kok lama ya ."


Sita yang tak sabar menunggu Shasa clingak clinguk . Tangannya melambai saat Shasa terlihat mengedarkan pandangannya .


"sory gaes telat ," ucapnya pada Sita dan Ira .


"santai aja Sha,"


"gimana kabar kalian ,kangen tau ." ucap Shasa .


"hooh , masa ngrumpinya cuman lewat Chat grub kan gak seru ." timpal Sita di angguki mereka berdua.


"oh ya , gimana hubungan rumah tangga elo Sha, baik kan ?"


"baik kok ."


"lo udah bisa nerima kak Vaiz kan Sha? sorot matanya aja udah jelas kalau dia suka banget sama lo ." ucap Sita .


Shasa hanya terdiam , ia tak tau harys bicara seperti apa . Kenyataanya rumah tangganya tidak seprti rumah tangga kebanyakan orang .


"udah pesen?" tanya Shasa mengalihkan pembicaraan .

__ADS_1


"udah , tapi gue belum mesenin lo ."


Pelayan tersebut datang membawa pesanan Sita dan Ira .


"mbak ,aku milo dingin ya ." ucap Shasa .


"baik mbak ,tunggu sebentar ya ."


Pelayanan tersebut pergi dari tempat 3 sekawan tersebut .


"Shasa,Ra gue mau pamit ." ucap Sita berkaca kaca .


"lo mau kemana?" tanya Ira


"gue di suruh nglanjutin kuliah ke Inggris ."


"lo pergi ,trus gimana dengan laki lo ?" tanya Shasa .


"dia setuju dan akan menyusul kesana karna ia akan mengembangkan bisnisnya disana . Suami lo gak crita Sha ." Shasa menggeleng .


"tapi lo jangan pergi dulu sebelum aku menikah ." jelaa Ira .


"iya gua 2 minggu lagi nikah dan akan di boyong ke rumah keluarganya di Kalimantan ."


"gila lo, lo gak cerita ke gue kalau lo mau nikah ." ucap Sita .


"nih gue udah cerita kan sit." ucap Ira cengengesan .


Sedangkan Shas hanya geleng geleng kepala .


"kapan?" tanya Sita menyudahi kedua sahabat yang akan mulai adu mulut .


"2 minggu lagi . Lebih tepatnya hari Rabu . Lo dateng ya gaes ." ucap Ira di angguki Sita dan Shasa .


Mereka pun saling berpelukan . Tak lama pelayan datang membawa 1 gelas milo dingin .


"makasih ya mba ." ucap Shasa .

__ADS_1


"Sha, gimana lo ." ucap Sita embuka pembicaraan saat pelayan pergi .


"kenapa?"


"huh,payah lo . Lo Sama Kak Vaiz ." ucap Sita .


"gak papa ,apa yang yang lo ingin tau?"


"semuanya ."


"huh, biasa saja ." ucap Shasa singkat sambil meneguk minuman yang di pesannya.


"lebih baik lo buka hati buat suami lo , bagaiman pun sekarang lo menjadi miliknya jadi lo harus baik baik sama dia ."


"hemmmm."


Mereka kembali bercengkrama , Shasa menimbang nimbang ucapan sahabatnya . Menurutnya apa yang di katakan sahabatnya ada benaranya tapi entah kedepannya bagaiman ia pun juga tidak tahu .


"sayang ." suara khas milik Vaiz membuat yang di panggilnya menoleh .


"iya tuan." jawabnya singkat .


"kembali sudah siang,kita makan siang di ruanganku . Dan kalian sudah di tunggu Arka dan kekasihmu di parkiran ." mereka pun mengangguk dan berlari .


"aku akan membayar tagihannya dulu tuan . Karna yang lain sudah pergi ." beranjak berjalan ke kasir .


"biar aku saja ." ucap Vaiz berjalan cepat ke kasir .


Shasa tersenyum menatap tubuh suaminya


***


Sampai di depan kantor , Shasa masuk kedalam berjalan di samping suaminya . Ia teringat dengan ucapan karyawati suaminya. Tanpa di minta , tangan Shasa sudah melingkar di lengan Vaiz lalu ia menyandarkan kepalanya pada lenga Vaiz.


Ulah Shasa membuat Vaiz mengerutkan kening keheranan . Lalu ia mangamati sorot mata Shasa yang tertuju pada salah satu karyawatinya . Baru disitulah Vaiz paham .


"ada masalah sayang , hingga sorot mata tajam mu berarah pada karyawatiku ."

__ADS_1


"ohhh, tidak tuan ."


"benar begitu?" tanya Vaiz tidak yakin dan di angguki Shasa .


__ADS_2