Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 186


__ADS_3

Tuan Smith tersenyum puas setelah menghina Shasa, senyumnya mengembang tatkala melihat Shasa menahan air mata. Rasa dongkol yang sudah ia tahan kini meluap, ia juga tak menyangka jika wanita yang membuat putrinya kehilangan kebahagiaan datang untuk menemuinya setelah baru saja sembuh dari luka akibat ulah dirinya.


"dasar wanita bo*oh, dia malah datang menemuiku setelah aku tabrak. Ciiih wanita mun**ik." gerutunya.


"pak.. saya sudah selesai" ucap tuan Smith kepada petugas lapas. Petugas lapas menghampirinya.


"baik ayo kembali ke sel, dan makannanya?"


"aku tidak butuh makanan itu, jika kau ingin makan lah ." ucapnya sinis lalu berjalan kembali menuju sel tahanan.


Sementara Vaiz kini tengah mencoba menenangkan istrinya. Saat sampai di dalam mobil Shasa masuk lebih dulu sementara Vaiz masih berbicara pada Dino assisten pribadinya.


"kau tetap awasi Jessie dan ibunya, aku takut dia akan lagi dan lagi mengusik istriku, cukup ucapan kotor milik pria itu."


"baik tuan."


"kau bisa kembali ke kantor, mungkin aku tidak kembali ke kantor karena kau pasti tau jika istriku membutuhkanku." terang Vaiz sambil menepuk pundak assisten Dino.


"baik tuan saya paham situasinya. " Vaiz mengangguk meninggalkan Dino dan masuk kedalam mobil .


"tuan,semoga masalah dalam keluargamu cepat teratasi agar bisa kembali damai tanpa ada hama yang menggangu." batin Dino.

__ADS_1


Didalam mobil Shasa hanya berpangku tangan sama sekali tak mengeluarkan suara, sang suami hanya menghembuskan nafas kasarnya melihat orang yang di cintainya terluka hatinya.


"maaf." ucap Vaiz dengan sepatah kata.


Shasa hanya tersenyum kala menoleh menatap wajah sang suami. Ia tidak ingin membahas masalah ini di dalam mobil karena ia tak ingin orang lain mendengar perdebatannya dengan suaminya.


Hampir 20 menit mobil melaju menuju kediaman Pervaiz Taban, kini telah tiba di depan gerbang. Menunggu penjaga membuka pintu barulah mobil mewah tersebut memasuki pekarangan luas .


Shasa keluar dari mobil dan berjalan memasuki rumah, netranya menangkap sesuatu yang membuatnya membulatkan matanya.


"maaf nyonya, mereka berdua memaksa untuk masuk dengan cara berteriak hingga membuat semua orang menoleh kemari." bisik pelayan yang bernama Bibi Nin.


"ada yang bisa saya bantu nyonya nyonya?" ucap Shasa duduk di depan kedua tamu tersebut. Mereka tersenyum remeh kala menatap Shasa.


"kalian." ucap Vaiz terkejut dan heran melihat siapa tamunya.


"Vaiz." panggil wanita tersebut dengan manja dan menghampiri Vaiz.


"apa apaan kau ini." Vaiz menraik tangannya saat wanita tersebut mendekap lengan Vaiz.


"Vaiz, tolong jangan kasar dengan putri tante." wanita paruh baya membuka suara.

__ADS_1


"duduklah, bersikaplah layaknya tamu biasa." Vaiz berjalan menuju istrinya yang tengah duduk santai .


"Vaiz." ucapnya manja.


"cukup Jessie, duduklah apa yang ingin kau katakan setelah itu pergilah." ucap Vaiz dengan nada dingin. Wanita tersebut tak lain adalah Jessie hanya mampu menghentakkan kakinya mengikuti perintah Vaiz.


"katakan apa yang ingin kalian katakan."


"Vaiz kedatangan kami berdua ingin berbicara suatu hal yang sangat penting. Kita hanya ingin berbicara denganmu saja." ucap nyonya Smith, istri dari tuan Jack Smith dengan melirik kearah Shasa.


"aku ke kamar, tubuhku sangat lengket." ujar Shasa yang paham dengan lirikan nyonya Smith.


"tidak, aku ingin kau menemaniku disini. Jangan hiraukan mereka." jelas Vaiz menatap sinis nyonya Smith.


"baiklah, Vaiz kedatangan tente kemari ingin meminta tolong agar kau membebaskan suami tante."


"hahahaahaja, aku bisa saja membebaskan suamimu, tapi aku ingin kau juga menyetujui permintaan ku, Apa kau setuju?" tanya Vaiz sambil menggenggam erat, tangan istrinya.


"permintaan apa yang harus ku lakukan." ucap Jedsie.


Vaiz hanya tersenyum sambil menatap istri tercintanya yang sedari tadi tidak menampakkan senyumnya.

__ADS_1


__ADS_2