
"sayang besok ikut aku ketemu client ya , kita makan siang bersama ." ajak Vaiz .
"ahh tidak , aku tidak mau jika harus ketemu client dan aku di olok olok dan di rendahkan ." Shasa menolak ajakan suaminya .
"sayang , tidak ada Julie dan Diana . Bukannya kau selalu menang musuh mereka ?"
"hey lihat , perutku sudah besar aku sudah tidak sanggup jika harus menghajarnya belum apa apa aku sudah pingsan . Lagian aku hami tidak baik ibu hamil menghajar orang ." gerutu Shasa yang membuat Vaiz terbahak .
"sayang, percayalah aku sudah menyingkirkannya . Aku sudah mengirim mereka di tempat yang tepat untuk mereka." ucap Vaiz .
"ahhh tidak aku dirumah saja ." tolak Shasa .
"sayang please ." Vaiz duduk disamping Shasa yang sedang asik menonton tv .
"tidak mau ." ucap Shasa .
"kau tidak ingin menemani suamimu? jika suamimu diambil wanita lain bagaimana?"
"jangan bicara seperti itu ." rengek Shasa .
"makannya besok ikut aku ya ."
"baiklah baiklah ." Shasa menglah .
"terimakasih .", mencium pipi Shasa lalu beranjak pergi .
" aku akan keruang kerja, cepat tidur ini sudah malam ." titah Vaiz yang di angguki Shasa .
Shasa mematikan tv nya ,lalu ia berjalan menaiki tangga menuju kamar miliknya dan suaminya . Ia membuka pintu masuk kedalam kamar dan menutup kembali , Shasa berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya .
__ADS_1
"aku tidak mengantuk , tapi aku bosan ." gumam Shasa .
Shasa berjalan menuju balkon kamarnya , menatap kearah langit dan berdiri termenung . Sepasang matanya menatap indah kerlip bintang . Asik dengan lamunannya ia tersadar seseorang memeluk tubuhnya . Shasa menoleh dan tersenyum .
"kau suka sekali jika pelukan denganku ?" tanya Shasa membuka suara .
"memangnya kenapa? apa tidak boleh selalu memeluk istri sendiri? bukannya kau suka berada di pelukannku? hmmmm." cecar Vaiz membuat wajah Shasa merah merona .
"kenapa disini?disini udaranya dingin . Ayo kita masuk ." Vaiz menggandeng istrinya . Menuntun diatas ranjang ,mereka sama sama nerebahkan tubuhnya .
"sayang ," panggil Shasa .
"hmmmm apa ? ada apa?" tanya Vaiz lembut . Shasa menarim tangan suaminya membuat Vaiz menoleh kearah perut istrinya yang sudah menempel tangan miliknya .
"anakku menendang sayang?" tanya Vaiz terlihat wajah bahagia .
"sayang, anak daddy jangan nakal ya di perut mommy . Jangan nendang nendang nanti sakit perut mommy nya ." ucap Vaiz lembut .
"sayang aku tidak mau di panggil mommy , aku maunya kita di panggil ayah dan ibu . Apa boleh?" ucap Shasa .
"baiklah sesuai permintaanmu sayang . Apa masih menendang nendang?" tanya Vaiz pada istrinya
"tidak dia selalu menuruti apa katamu sayang ."
"berarti dia memang anakku . Kebangganku ." ucap Vaiz membanggakan dirinya .
"huhh , iya dia memang anakmu . Memang kau fikir dia anak Shahrukhan ." omel Shasa .
"Siapa itu?" tanya Vaiz menatap istrinya dengan tatapan tajam .
__ADS_1
"kau tidak tahu shahrukhan?"Vaiz menggeleng .
"ahhhh kau payah sayang ,, dia adalah pria tampanku ." ucap Shasa asal .
"apa dia selingkuhanmu ?"
"iyha , dia selingkuhanku . Dia istimewa sayang ."Shasa menggoda suaminya
" Keisha Andini ." ucap Vaiz menyebut nama lengkap Shasa .
"hahahaha bercanda sayang .Dia aktor tampan kesayanganku ."
"setampan apa?" tanya Vaiz meyakinkan .
"lebih tampan darimu ." ucap Shasa asal .
"kau ini ." dengus Vaiz. Ia memunggungi tubuh istrinya .
"kau marah , ih dasar pemarah ..Aku hanya bercanda sayang ." Vaiz tak menghiraukan ucapan Shasa .
"baiklah jika kau marah . Aku akan tidur di sofa ." Shasa akan beranjak namun dengan cepat Vaiz menarik tangan Shasa dan memeluknya .
"awas saja jika kau beranjak dari ranjang . Aku tidak segan segan menghukummu ." Shasa terbahak mendengar ancaman suaminya . Ia pun membalas pelukan suaminya .
"jangan pernah membicaran laki laki lain ." gerutu Vaiz .
"uluh uluh suamiku pecemburu . Sayang kau lebih segalanya dari yang lainnya . Jadi jangan merajuk ." mengeratkan pelukannya . Mereka pun sama sama memejamkan mata dengan posisi saling memeluk ..
...****************...
__ADS_1