Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 119


__ADS_3

Zidan, pria matang yang berambisi untuk merebut Shasa dari pelukan Vaiz . Sejak pertama melihat Shasa hati Zidan merasa aneh , Keinginannya hanya memiliki Shasa .Tapi hatinya sakit kala mendengar Shasa menolak secara kasar ajakannya berkenalan . Zidan tak akan pernah mundur,apa yang ia inginkan harus ia dapatkan .


"aku tidak pernah tertarik dengan wanita manapun. namun saat aku melihat istri Pervaiz Taban kenapa hatiku berdegub kencang . Apa aku menyukainya , ya aku menyukainya aku tertarik padanya dan aku harus mendapatkannya ." gumam Zidan di dalam kamarnya sambil berjalan mondar mandir .


"tapi , tapi bagaiman caranya . Wanita itu sulit di dapatkan , ia tidak bisa di remehkan .Bahkan aku sudah mebghasutnya saja dia tetap pada pendiriannya . Dan apalagi ia istri dari Taban laki laki yang sangat berpengaruh. Ayo Zidan berfikirlah ." gerutunya. Zidan mendudukan bokongnya pada sofa kamar miliknya sambil berfikir cara mendapatkan Shasa .


Di kediaman Taban ,


"Ya Tuhan , mimpi apa aku semalam bisa kedatangan orang sinting ." gerutu Shasa saat masuk kedalam rumah.


"nyonya , nyonya kenapa ?" tanya pelayan .


"tidak apa apa bu, saya mau mandi dulu minta tolong siapin sarapan saya ya ." pinta Shasa .


"baik nyonya , hmmm nyonya tadi tuan pesan jika nyonya sudah pulang jalan jalan nyonya diminta tuan untuk menghubungingya ." ucap pelayan tersebut .


"iya ,terimakasih ya bu ." Shasa masuk kedalam kamarnya ,lalu ia menuju kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya yang mulai memanas .


Tak butuh waktu lama , Shasa menyudahi acar mandinya dan bergegas mengganti baju . Ia langsung meraih ponsel miliknya dan mendapati notif pada ponselnya . Ia langsung men dial nomor ponsel milik suaminya .

__ADS_1


tut .. tut.. tut ..


"halo ." sapa Vaiz pada sambungan telepon .


"sayang, aku kangen ." teriak Shasa di ponselnya .


"hey jangan berteriak, membuat sakit telingaku saja ." protes Vaiz .


"huh kau ini , maaf aku baru pulang jalan jalan pagi ." ucap Shasa .


"tanpaku kau keluar rumah, bagaimana jika ada yang menjahatimu?" terdengar nada khawatir dari suara Vaiz .


"tidak usah khawtir, kau kenal istrimu bukan maka tidak akan ada yang bisa menjahatiku." ucap Shasa menenangkan suaminya .


"iiya iya , kau juga baik baik disana jaga hati dan jaga mata . Sehat terus dan semoga pekerjaan mu cepat selesai kalau begitu lanjutkan tidurmu ." titah Shasa .


"baiklah , bilang I love you dulu padaku ." pinta Vaiz .


"I love you sayang ." ucap Shasa terdegar manis.

__ADS_1


"i love you to . bye ."


"bye ."


Shasa mematikan sambungan telpnnnya . Ia lalu berjalan memakai cream siang dan mulai pergi untuk sarapan .


"nyonya silahkan sarapan ." ucap salah satu pelayan


"iya bu terimakasih ." Shasa melahap sarapannya dengan nikmat . Ia juga sudah mebghabiskan makanan hingga habis . Setelah selesai sarapan ia menemui pelayan yang umurnya sudah kepala 4 .


"bu boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Shasa tiba tiba .


"silahkan nyonya, anda ingin bertanya apa?"


"apa memang ibu hamil sebesar perutku ini kadang merasa nyeri seperti mau melhirkan ."


"apa nyonya merasa begitu?" Shasa mengangguk .


"itu tidak apa nyonya , itu namanya kontraksi palsu . Ibu hamil memang akan mengalami kontrak palsu ,apa lagi nyonya mau melahirkan jadi sedikit wajar.

__ADS_1


" ohhj begitu , heheheh terimakasih ya bu sudah memberitahu ."


"sama sama nyonya,jika ada yang perku di tanyakan silahkan tanyakan sebisa mungkin saya akan menjawabnya ." Shasa mengangguk sambil tersenyum. Setalah pelayanpamit melanjutakan pekerjaannya Shasa duduk diam di depan tv sambil mengelus elus perutnya .


__ADS_2