Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 12


__ADS_3

Kini Vaiz dan Shasa sudah duduk berdampingan di kantor KUA , Vaiz hanya di temani Dino Sekretaris pribadinya dan Arka sementara Shasa ditemani orang tua Shasa dan sahabatnya .


Shasa terlihat cantik dengan polesan make upnya . Namun kecantikan itu berkurang karna tidak ada senyuman dari bibir manis Shasa .


Saat semua sudah mengucapksn SAH , Vaiz menyematkan cincin dijari Shasa ,namun berbeda dengan Shasa yang tidak ingin menyematkan cincin dijare Vaiz .


"Sa,giliran kamu nak. Ayo sematkan cincin dijari suamimu ."


Lama memaksa ,akhirnya Shasa bersedia . Acara pun di akhiri dengan berpamitan kepada orabg tua .


"tuan,sabar ya menghadapi Shasa. Sebenarnya ia hatinya lembut namun jika dia melakukan sesuatu yang dia tidak ikhlas jadi seperti itu dan tolong jaga anak kami dengan baik , sayang i dia tuan ."


Vaiz meraih tangan Bu Nur , "ibu tidak perlu khawatir , Vaiz janji akan membahagiakan anak ibu sampai akhir hayat Vaiz . Dan tolong jangan panggil saya tuan,sekarang saya juga anakmu bu ."


Mendengar ucapan Vaiz,bu Nur pun tersenyum lalu mengangguk .


Giliran Shasa berpamitan kepada ibunya .

__ADS_1


"nak,kamu sudah menjadi seorang istri. Tugas seorang istri adalah meladeni,melayani,menghormati dan mematuhi suami . Ibu harap kamu menjadi istri yang baik ." Shasa tak menjawab ucapan ibunya .


Ia berlalu keluar . Vaiz yang di beritahu mertua laki lakinya pun berpamitan untuk menyusul Shasa .


Membukakan pintu untuk Shasa berlalu untuknya dan menjalankan mobil kearah kediaman miliknya .


Sampai di depan gerbang , security membuka gerbang , lalu Vaiz menjalankan mobilnya memasuki pekarangan rumahnya . Shasa tertegun melihat rumah mewah milik Vaiz yang sekarang adalah suaminya .


"turun Sayang." ucap Vaiz yang langsung direpon tatapan oleh SHasa .


"terserah ." ucap Shasa singkat .


Hati Vaiz gembira ,setidaknya Shasa tidak protes jika is memanggil dengan sebutan sayang .


Vaiz turun dari mobil dan di ikuti Shasa . Ia pun mengajak istrinya memasuki rumah mewahnya yang di sambut oleh 3 pelayan rumahnya .


"selamat atas pernikahan tuan ."

__ADS_1


"selamat datang nyonya ."


Melihat sambutan dari para pelayan , Shasa hanya tersenyum canggung . Ia tak mengerti harus membalas seperti apa . Vaiz pun menggandeng Shasa menunjukkan kamar mereka . Kamar yang berlantai dua ,kamar utama pemilik rumah yang berukuran luas dan rapih .


"duduklah , aku akan mengganti pakaian ku setelah itu gantilah pakaian mu lalu beristirahatlah ."


Shasa tetap tak merespon ucapan Vaiz . Matanya memutar mengelilingi setiap sudut kamar yang luas yang baru kali ini ia lihat .


Ia pun merebahkan diri di kasur king size karna lelah hingga matanya mulai terpejam .


Vaiz keluar dati kamar mandi ,ia menuju tempat almari baju mencari baju santainya. Selesai berganti baju ia menghampiri istrinya yang baru beberapa jam Sah . Ia tersenyum kala melihat nyenyaknya Shasa tidur yang seperti bayi .


Ia pun berbaring menghadap ke arah Shasa ,menatap Shasa tangan kekarnya tiba tiba bergerilya menyentuh wajah manis istrinya . Entah apa yang membuatanya kagum pada istrinya sendiri . Namun hatinya merasa jika ia ingin memiliki dan mengaggumi sosok wanita tersebut . Tangan nya pun mengikuti lekuk wajah istrinya ia mengusap dengan lembut yang usapan tersebut membuat pemilik wajah manis tersebut membuka mata .


Mata yang awalnya terpejam kini membulat saat orang yang membuat ia muak untuk melihatnya kini hadir dihadapannya dan menyentuhnya .


Shasa pun bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi . Sedangkan Vaiz hanya menatap nanar sang istri .

__ADS_1


__ADS_2