
Pagi hari Vaiz menyeret koper miliknya . Ia akan pergi keluar kota . Saat tidur Vaiz mencium kening Shasa dengan cinta .Lalu ia berjalan ke arah pintu .
"jaga istri saya dengan baik ,jangan sampai membuat dia kesal ." titah Vaiz .
"baik tuan." ucap Salah satu pelayan .
"baiklah aku berangkat siapkan sarapan untuk istriku , dia tidak suka makanan kontinental maka siapkan makanan indonesia saja ." perintah Vaiz .
Vaiz berjalan menuju mobilnya dan berangkat ke luar kota .
Sementara di kamar , Shasa sudah terbangun saat Vaiz menyiapkan koper untuk ke luar kota . Ia tidak ingin bangun dan melihat suaminya pergi . Ia berpura pura masih tidur . Dan benar saja ia merasakan kecupan yang di labuhkan di keningnya .
Shasa berlari kearah balkon, melihat mobil yang di tumpangi suaminya berjalan keluar gerbang .
******
Setelah membersihkan diri , ia turun untuk sarapan .
"selamat pagi nyonya,saya sudah menyiapkan sarapan untuk anda." ucap para pelayan .
"kalian sudah sarapan?" tanya Shasa sembari duduk
"nanti saja nyonya ."
"kalian duduklah sarapan bersamaku . Aku butuh teman ." ucap Shasa menatap ketiga pelayan tersebut .
__ADS_1
"maaf nyonya saya tidak pantas duduk di samping nyonya ."
"siapa yang menilai pantas tidaknya? dulu aku sama seperti kalian pelayan juga . Lalu keberuntunganku adalah dinikahi oleh suamiku. Namun dengan begitu tidak akan membuat berubah statusku . Aku tetap yang dulu hanya saja aku begini karna suamiku ." jelas Shasa.
Pelayan tersebut tetap berdiri mematung .
"apa kalian tetap akan disitu?baiklah aku juga tidak akan sarapan ."
Dengan ancaman Shasa , ketiga pelayan tetsebut duduk dan ikut sarapan .
"siapa nama kalian ?" tanyanya di sela sarapan .
"saya Nin,dan ini Cristin yang satu lagi Hilma ." ucap salah seorang pelayan .
"wow nama yang bagus, o iya Hilma maafkan aku yang kemarin pernah membentak kamu ." ucap Shasa meminta maaf .
"tidak , aku yang salah maka maafkan aku ."
"baiklah nyonya saya juga minta maaf ."
Setelah sarapan , Shasa duduk di teras depan . Melihat pelayannya sedang menyapu .
"hmmmm, bi Nin bisa kesini ." pint Shasa .
"iya nyonya ada apa?" tanya Nin .
__ADS_1
"apa tuanmu memberitahu ia akan pergi kemana?" tanya Shasa .
"oh tuan pergi ke Bogor mungkin 4 harian disana , kenapa nyonya ?"
"ah tidak apa."
"nyonya apa nyonya tidak merasa kasihan dengan tuan ?" ucap Nin ragu .
"maksdmu?"
"nyonya , tuan begitu mencintai nyonya sorot matanya terlihat sekali nyonya . Apa nyonya tidak ingin berusaha mencintai tuan ?" tanya Nin
"huh entahlah Nin ,"
"baiklah nyonya saya lanjut bekerja ." diangguki Shasa .
Malam hari Shasa merebahkan diri di ranjang king size . Seharusnya sekarang ia bisa bebas dari suaminya ,namun ia merasa ada yang kurang . Ia memikirkan ucapan ucapan semua orang yang membicarakan suaminya .
Shasa mengecek ponsel miliknya,tak ada panggilan dari nomer suaminya . Shasa merasa ingin marah karna di abaikan suaminya . Ia pun memaksa memejamkan mata agar pikirannya tidak pada suaminya .
bendaBeberapa menit, matanya kembali terbuka . Ia tidak bisa tidur . Shasa mengurungkan niatnya untuk tidur ia kembali meraih pipih di atas nakas dan membuka layar ponsel miliknya .
Lagi lagi tak ada panggilan masuk atau pesan untuknya dari suaminya . Shasa pun membuka apk yt untuk menonton film aktor kesayangannya . Dengan begitu ia tidak akan teringat lagi dengan suaminya yang pamit bekerja namun tanpa kabar .
***
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote nya .