Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
151


__ADS_3

Buggggh ..


Plaaakkk ..


Pukulan dan tamparan keras yang mendarat di bagian ujung bibir dan pipi seketika membuat Jessica meringis . Sita dan Ira juga ikut meringis melihat Jessica yang kesakitan .


"hebat , ternyata dia tidak lupa caranya memukul lawan yang benar ." bisik Ira membuat Sita terkekeh.


"dasar , kau wanita si*lan . Kau merusak kulitku yang mulus ." Jessica melayangkan tangannya namun di tahan oleh Shasa .


"kau yang selalu merusak pagar ayu . Kau yang selalu ingin merusak rumah tanggaku . Apa kau lupa bagaimana caraku menghukummu waktu itu?" jelas Shasa .


"lepaskan." Jessica menarik tangannya .


Semua pengunjung resto hanya menatap dan berbisik .


"dengar semuanya , kalian lihat wanita yang ada di depanku . Ia adalah gadis miskin perebut calon suamiku . Entah mantra apa yang bisa menaklukan calon suami orang lain . Yang jelas gara gara dia aku kehilangan calon suamiku ." teriak Jessica pada pengunjung lainnya . Pengujung pun berbisik dan tersenyum remeh kearah Shasa.


"heh tante gatel, lo halu ya . Kak Vaiz itu jelas jelas gak suka sama lo kenapa lo bilang temen gue yang kecentilan . Perasaan lo deh yang kegatelan ." jelas Sita .


"tau tuh mungkin minta di garuk tuh orang pake sikat pembersih lantai ." lanjut Ira .


"kalian jangan ikut campur bukan urusanmu ."

__ADS_1


"jelas ikut campur orang Shasa cs gue kok lo yang sewot ." cicit Sita .


plaaaak .


Tangan halus Jessica mendarat pada pipi mulus Sita , membuat Sita mengaduh karna panas ,sedangkan Shasa yang sedari tadi diam membulatkan matanya .


"lo udah kelewatan kayaknya ."


Bugh . satu pukulan mengenai ujung bibir sebelah milik Jessica


Bugh . satu pukulan mengenai pipi


Bughh .. Satu tamparan keras mengenai pipi mulusnya kembali hingga dia tersungkur .


Sangking geramnya , Shasa menjambak rambut panjang Jessica hingga ia mengaduh . Jessica mencoba melawan namun tangannya di tahan oleh Shasa . Sedangkan pengunjung lain yang akanembantu ditahan oleh Sita dan Ira .


Shasa melepas jambakan tersebut dan meminta jessica untuk berdiri . Di cengkramnya kerah baju milik Jessica lalu kembali menaparnya . Saat tamparan yang kesekian kalinya . Security datang untuk mencegahnya . Ke empat wanita tersebut dibawa keruang security , Jessica hanya teduduk lemas .


"kamu sudah melakukan kekerasan , kamu akan saya bawa kekantor polisi ." ucap Security tersebut .


"bawa saja pak , tapi saya mohon untuk menghubungi suami saya dahulu ."


"baiklah, mana nomor telponnya ."

__ADS_1


Setelah security menghubungi nomor Vaiz , Ia kembali menatap tajam Shasa . Ia tak menyangka bertemu gadis yang sangat brutal seperti Shasa . Jessica mencoba mengobati lukanya sambil meringis . Saat dari kejauhan terlihat suaminya , Shasa langsung merebut obat tersebut dan membantu Jessica mengobati lukanya . Sita dan Ira hanya melongo melihat tingkah teman satunya itu.


"tuan Vaiz ." security tersebut kaget saat mengetahui jika tuannya lah yang datang . Vaiz hanya mengangguk lalu menatap istrinya . Sementara Arka dan Rian menghampiri para wanitanya untuk meminta penjelasan .


Saat security tersebut memberi penjelasan , Arka menyimak penjelasan security lalu berbisik pada Sita calon istrinya .


"sayang, itukah temanmu?" Sita mengangguk .


"dia seperti singa betina . Lalu kenapa saat di tinggal kekasihnya ia tidak menghajarnya malah menjadi wanita lemah?" tanya Arka pada Sita .


"karna dia sudah terlalu mencintai . Shasa berfikir dia bakal dinikahi sama tuh si Nino si*alan ." sahut Ira dianggi Sita .


"kalau aku sih jadi Shasa tetep ku beri pelajaran ." jelas Rian .


"sudah kak." jawab Sita .


"pakai cara apa? dia menghajarnya?" tanya Arka .


"Mian dukun ." sahut Ira membuat Sita tertaw cekikikan .


Mendengar tawa ke empat orang tersebut, Vaiz hanya menatap tajam membuat mereka diam ketakuan.


"sayang ." Vaiz mendekati Shasa yang sedamg mengobati Jessica . Sedari tadi Jessica merebut obat tersebut namun terus ditangkis oleh Shasa.

__ADS_1


"maaf sayang , aku menghajarnya lagi . Aku salah , makannya aku obati lukanya . Aku sangat merasa bersalah sayang , jika kak Jessica mau nglaporin aku laporin aja kak aku gak papa kok . Toh suamiku bisa jaga anak aku ." ucap Shasa sambil meneteskan air mata membuat Vaiz langsung memeluk istrinya .


"jangan bicara begitu , aku yang akan urus semuanya . Ayo kita antar Jessica kembali kerumahnya ." Vaiz membantu istrinya berdiri . Jessica menyunggingkan senyumnya mengira jika Vaiz akan membantunya berdiri . Namun salah, Vaiz meminta security untuk membantu Jessica berdiri membuat Sita,Ira,Rian dan Arka menahan tawanya .


__ADS_2