Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 171


__ADS_3

Malam hari Vaiz bersiap , ia berdiri di depan kaca sambil merapikan pakaian yang di kenakan. Renacananya ia dan istrinya akan makan malam di luar bersama putri kecilnya. Sedangkan Shasa masih kerepotan mengurus putrinya.


"ya ampun,hey kau belum siap sama sekali?" Vaiz menggelengkan kepalanya menatap sang istri."


"aku masih mengganti baju putri kita,salah sendiri kenapa harus mendadak memberitahunya." omel Shasa .


"bersiaplah,biar aku yang mengurusi putri kita." Vaiz mengambil alih tugas Shasa.


CUP


"terimakasih tuan CEO, selain tugas kantor kau pun bisa mengurus putrimu dengan baik. Bisa dong kalau aku tinggal bekerja jadi TKW?" ejek Shasa.


"apa masih kurang uang dan kebahagian yang ku berikan untukmu ?" ucap Vaiz sambil sibuk memasang pakaian putrinya.


"kurang." ucap Shasa sambil duduk di tepi ranjang.


"apalagi?" tanya Vaiz sambil menatap manik mata istrinya.


"kecuapan dari suamiku?" menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.


CUuuup


"sekarang cepat siap siap, aku dan Ayu sudah selesai tinggal kau saja ibu??"


"hehehe oke tunggu 15 menit." secepat kilat Shasa bersiap dan berdandan ala dirinya. Sedangkan Vaiz duduk sambil memangku putrinya.


15 menit sudah,Shasa sudah berdiri di depan suaminya dengan gaun sederhana dan polesan make up yang simple namun elegant membuat mata sang suami tak berkedip.

__ADS_1


"ayo berangkat." ucapan Shasa membuat Vaiz tersadar dari lamunananya.


"kau sangat cantik."bisik Vaiz saat berdiri disamping Shasa,membuat sang istrinya merinding merasakan hembusan nafas suaminya .


"kau membuatku malu." Shasa menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"kau di puji suamimu sendiri malu?"


"justru itu, kau sering memujiku membuatku merasa malu. Aku merasa kita sedang pacaran." ucap Shasa membuat Vaiz terbahak.


"ayo kita berangkat." mereka pun berjalan beriringan dengan Vaiz menggendong putrinya.


45 menit,mereka sampai di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi bertuliskan Shava hotel , hotel yang baru saja opening. Terlihat megah hotel tersebut sudah bisa di tebak jika tamu yang datang hanya orang orang penting. Fasilistas hotel yang sangat memuaskan membuat pengunjung hotel tak kecewa.


"kita makan malam disini?" tanya Shasa.


"apa aku pantas berada disini? bahkan untuk menginjak ubinnya saja aku takut terpeleset." bisik Shasa membuat Vaiz menahan tawa.


"kau ini ada ada saja, sudah ayo." Vaiz meggandeng istrinya yang sedang menggendong putrinya.


Deg deg an yang dirasakan Shasa, meskipun kini ia sudah menjadi istri dari sang CEO tetap saja kehidupan Shasa sama seperti dulu saat sebelum menikah,dan semenjak ia diajak bertemu dengan client yang malah berunjung penghinaan,setelah itu Shasa tidak ingin lagi diajak menemui client suaminya. Ia lebih memilih diam dirumah sementara Vaiz tidak pernah protes dengan keputusan istrinya.


"selamat malam tuan Vaiz." sapa pegawai hotel yang diangguki Vaiz.


Vaiz masih berjalan lurus membuat Shasa bingung.


'setahuku kalau kita pesan kamar kita ke reseptionis dulu. Nah,ini kenapa lempeng lurus saja. Huh, hanya orang orang kaya dan elite lah yang tahu,aku mah apa hanya followers suamiku yang selalu ikut apa maunya dia.' batin Shasa.

__ADS_1


Setelah menaiki lift kelantai paling atas, Shasa hanya menoleh kesana kemari. Ia terkagum dengan dalamnya hotel begitu sangat mewah. Vaiz mengajak Shasa memasuki kamar , kamar tersebut telihat gelap tak ada satu lampu pun yang menyala. Vaiz mulai menyalakan saklar seketika di dalam ruang kamar tersebut menjadi menyala berasamaan dengan terkejutnya Shasa. Satu tanganya untuk menyangga putrinya dan satu tangannya lagi untuk menutup mulutnya. Mata yang awalnya melotot menjadi berubah haru .Ia langsung menoleh menatap sang suami.


Greeeb.


"kau memberiku kejutan?" tanya Shasa dalam isak tangisnya.


"untukmu ibu dari putriku. Kejutan untukmu yang tak pernah mengeluh karena merawat putri kita sekaligus ayahnya putri kita." bisik Vaiz sambil mengelus punggung istrinya.


"terimakasih," ucap Shasa lirih.


"aku mencintaimu," ucap Vaiz mengecup pucuk kepala istrinya.


"aku juga."


"baiklah sayang hentikan tangismu, kita akan makan malam disini." Vaiz mencoba mencairkan suasana.


Shasa pun duduk di depan meja yang berisi hidangan sambil sesekali melirik kesana kemari


"ini pasti mahal." ucap Shasa lirih.


"tidak,jika hanya untukmu tidak ada kata mahal."jelas Vaiz.


Vaiz mengambil alih putrinya yang sedang tidur untuk di letakkan di ranjang king size . Mereka berdua menikmati makan malam penuh cinta hanya berdua.


" aku tidak tahu jika kau mengajakku disini. Jika aku tahu aku tidak akan mebawa putri kita." ucap Shasa disela makannya.


"hey,dia putri kita sudah seharusnya kita mengajaknya jika kita pergi . Toh dia malah tidak mengganggu kita bukan? dia malah tertidur dengan pulas dan membiarkan orang tuanya mengahbiskan waktu bersama tanpa gangguan bukan?" jelas Vaiz.

__ADS_1


"ayah,aku sangat mencintaimu . Kau ayah dan suami terhebat. Aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu." ucap Shasa dengan mata berbinar . Ia langsung mengecup pipi suaminya berkali kali membuat Vaiz terkekeh.


__ADS_2