Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 124


__ADS_3

Kini Shasa dan si bayi sedang beristirahat pasca melahirkan . Sedangkan Vaiz menemui mertuannya yang sedang menunggu di luar ruangan .


"selamat nak akhirnya kamu menjadi seorang ayah , semoga putrimu kelak menjadi putri yang seleha , penurut,penyayang, kuat imannya , sehat lahir batin ." ucap Bu Nur mertua Vaiz .


"amin bu, maafkan saya datang terlabat perkiraan masih beberapa hari ternyata hari ini melahirkan ."


"ndak papa nak ,yang penting nak Vaiz datang tepat disaat bayinya lahir jadi nak Vaiz bisa menyaksikan langsung perjuangan seorang istri dan bisa meng adzani." turur Bu Nur sambil mengusap punggung menantunya .


"iya bu ."


"baiklah nak Vaiz bapak dan ibu pamit pulang. Kasihan adikmu dirumah sendiri ." ucap Pak Yono .


"enggak pamit keisha dulu bu pak?" tanya Vaiz sopan .


"endak , besok ibu kembali pamitin aja ya . Yang penting ibu sama bapak udah lihat keadaannya dan juga bayinya ." Vaiz mengangguk dan langsung menyalami kedua mertuanya . Pak Yono dan Bu Nur langsung berjalan menyusuri lorong untuk kembali pulang .


"selamat tuan atas lahirnya putri tercinta tuan." ucap Sekretaris Dino .


"terimakasih Dino, sekarang kau pulanglah beristirahatlah aku akan menemani istriku ." ucap Vaiz .


"apa tidak apa apa tuan?"


"tidak , besok aku tidak akan ke kantor aku akan menemani istriku ." Sekretaris Dino mengangguk .


"baiklah tuan kalau begitu saya permisi ." Vaiz mengangguk .

__ADS_1


Kini tinggal Vaiz , Bi Nin , dan Pak Damar .


"tuan saya ingin berbicara kepada tuan ." ucap pelayan yang bernama Bi Nin .


"ada apa?" tanya Vaiz .


"tadi pagi sebenarnya nyonya tidak apa , tapi saat itu kedatangan tetangg sebelah yang menerobos masuk menemui Nyonya ia langusng memeluk nyonya memaksa nyonya . Sepertinya nyonya sangat tidak suka hingga nyonya berteriak teriak menimbulkan kontraksi hebat ." ucap Bi Nin yang seketika membuat Vaiz terlihat marah .


"siapa tetangga yang kamu ceritakan ."


"maaf tuan saya mint maaf tidak bisa menjaga nyonya dengan baik ."


"kalian sudah menjaga istriku dengan baik , tapi katakan siapa yang datang dan mengganggu istriku?" tanya Vaiz dengan tatapan penuh selidik .


"tuan Zidan pemilik rumah paling ujung ." terang Bi Nin .


"saya permisi tuan ." pamit pak Damar di angguki Vaiz .


Mendengar cerita pelayannya , Vaiz terlihat marah .


"kau hampir mencelakai istriku , Zidan sepertinya kau bermain main dengan ku . Lihat saja apa yang akan ku lakukan untukmu ." gumam Vaiz .


Vaiz berdiri dan duduknya dan masuk ke kamar sakit yang di tempati oleh istrinya . Ia melihat anaknya yang sedang tidur pulas di ranjang bayi rumah sakit , seketika kemarahannya terhadap Zidan hilang .


"damai sekalai tidurmu nak ?" gumam Vaiz sambil mengelus pipi putrinya .

__ADS_1


"kau sangat kecil dan menggemaskan." lanjut Vaiz dengan gumamannya .


Shasa yang terbangun tersenyum simpul mendengar gumaman suaminya kepada putri kecilnya yang beberapa jam lahir .


"sekarang aku mempunyai 2 bayi ." ucap Shasa membuat Vaiz menoleh .


"kau sudah bangun sayang ." Shasa mengangguk .


"katamu kau mempunyai 2 bayi lalu dimana bayi satunya lagi?" tanya Vaiz menghampiri istrinya . Shasa tersenyum lebar .


"apa masih disini ?" tanya Vaiz membuka sedikit selimu istrinya . Shasa langusng menutup selimut tersebut .


"bukan , itu bayi pertamaku ." menunjuk kearah ranjang bayi .


"dan ini bayi keduaku ." Shasa menunjuk kearah suaminya membuat Vaiz tertawa lebar .


"kau menganggap aku bayimu? Sebesar inikah bayimu sayang?" tanya Vaiz dengan gelak tawanya .


"kau memang bayi besarku, yang selalu merengek di setiap malam . Dan sekarang aku bakal kerepotan mengurus kedua bayiku ." celoteh Shasa .


"oh benarkah , jadi menurutnu aku merepotkanmu hah." ucap Vaiz menghujani ciuman kepada istrinya .


"ahhh sayang ampun , aku kegelian . Nanti anakmu kaget mendengar teriakanku ." keluh Shasa membuat Vaiz menghentikan ciumannya . Vaiz menatap wajah istrinya penuh sayang .


"terimakasih untukmu yang sudah berjuang melahirkan bayiku . Kau berjuang sendiri merasakan sakitnya sedangkan aku , aku hanya mampu melihatmu tanpa melakukan apa apa ." ucap Vaiz terdengar sendu .

__ADS_1


"tidak , kau juga berjuang berjuang menemaniku dan juga merasakan sakit yang aku rasakan . Aku bersyukur mempunyai suami sepertimu yang selalu siap siaga untukku . Buktinya kau datang saat aku akan melahirkan . Dari Jerman ke Indonesia . Sangat susah mendapatkan suami seperti mu beruntungnya aku sayang ." ucap Shasa sambil mengelus wajah suaminya . Vaiz tersenyum bahagia mendapatkan istri yang selalu mampu menenangkan hatinya dan mandapatkan putri yang cantik yang juga membuatnya damai .


Kebahagiaan Vaiz dan Shasa kini bertamabah berkali kali lipat karna hadirnya seorang putri di tengah tengahnya.


__ADS_2