
Kehamilan Shasa sudah memasuki usai 7 bulan . Di kediaman Vaiz , kini disibukkan persiapan tujuhbulanan . Shasa meminta untuk mengadakan acara di panti asuhan berbagi rejeki .
"sayang sudah siap?" tanya Shasa berjalan pelan .
"sudah ," ucap Vaiz .
"ayo bu , pak naik ke mobil ikut ke panti ." ajak Shasa .
"ibu sama bapak naik mobil sendiri aja . Adikmu maunya naik mobilnya bapak aja ." Shasa mengangguk memaklumi . Vaiz membelikan mobil untuk orang tua Shasa , awalnya orang tua Shasa menolak namun Vaiz menyakinkan dan akhirnya mereka mau dibelikan sebuah mobil dengan catatan tidak ingin yang terlalu mahal .
"ayo sayang ," Shasa mengangguk lalu masuk kedalam mobil milik suaminya . Ia mengikuti mobil bak yang mengangkut kotak nasi, beberapa tas , alat tulis ,baju dan lain lain untuk anak panti .
"kau happy sayang?" tanya Vaiz sambil mengusap punggung tangan istrinya .
"sangat, terima kasih sayang kau menuruti apa yang aku mau ." ucap Shasa berbinar .
"sama sama , jaga anak kita , sebentar lagi kita akan menjadi orang tua . Dan aku tidak sabar untuk itu sayang ." ucap Vaiz sembari fokus mengemudi .
"aku juga , sehat terus untukmu . Maaf jika kedepannya aku dan anakmu akan lebih banyak menghabiskan uangmu sayang ." cicit Shasa .
__ADS_1
"no promblem ,asal kau dan dia bahagia ." Shasa tersenyum lebar dengan ucapan suaminya .
1jam mereka sampai di halaman panti asuhan , anak anak panti terlihat bahagia . Shasa menangis haru, kini apa yang ia inginkan terkabul. Vaiz mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut , ia turun dak membuka pintu untuk istrinya .Digandeng tangan istrinya dan berjalan pelan memasuki aula panti asuhan . 2 jam acara berlangsung , setelah itu Shasa sedikit meluangkan waktu bermain dengan anak panti dan melihat bayi bayi mungil yang berada di panti .
"ayo kita pulang, setelah anak kita lahir kita akan kembali kesini ." ucap Vaiz di angguki Shasa .
Vaiz,Shasa, dan orang tua Shasa pamit kepada ibu panti tak lupa ia juga pamit kepada anak panti juga . Mereka menuju mobil masing masing . Bapak dan ibu memutuskan untuk langsung pulang ,Karna hari sudah mulai sore .
"kau lelah sayang?" kini Vaiz dan Shasa sudah berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang
"tidak terlalu ."
"iya sayang aku tahu , aku tidak lelah ." Shasa memejamkan mata karna terasa mengantuk sementara Vaiz membiarkan istrinya tertidur.
Sampai di depan kediamannya , Vaiz turun dari mobil lalu membuka pintu mobil bagian penumpang . Ia menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju kamar miliknya . Ia membantu melepas flatshoes milik istrinya dan diselimuti tubuh Shasa yang sedikit mengembang . Ia mengecup kening istrinya dan berlalu menuju kamar mandi .
Beberapa menit Vaiz keluar kamar mandi menuju walk in closet . Ia mengambil pakaian santai untuknya , karna acara tujuh bulanan istrinya ia cuti selama sehari.
"sayang kau sudah bangun?" tanya Vaiz saat melihat Shasa menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang .
__ADS_1
"baru bangun sayang?kau menggendongku dari sini lain kali bangunkan aku saja jangan menggendongku tubuhku berat ." omel Shasa .
"kata siapa kau berat ? buktinya aku mampu menggendongmu sampai di kamar . Aku masih mampu bahkan menggendongmu keliling dunia aku masih kuat sayang ." goda Vaiz .
"ahhh kau ini selalu menggombal ." gerutu Shasa membuat Vaiz tertawa .
"baiklah aku mau membersihkan tubuhku rasanya lengket sekali ." ucap Shasa turun dari ranjang .
"mau aku bantu?" tanya Vaiz tersenyum .
"iya, bantu doa saja sayang ." dengus Shasa .
"hahahahaha, kenapa kau terlihat kesal?"
"ahhh tidak lebih baik aku mandi daripada mendengar ucapan mesummu ." Shasa berjalan kekamar mandi sambil memanyunkan bibirnya . Sementara Vaiz tertawa terbahak melihat kelakuan istrinya yang seperti anak kecil .
***Jangan lupa VOTE juga ya kak agar author tambah seneng.
terimakasih
__ADS_1
I LOVE YOU ALL***