Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 70


__ADS_3

Setelah pertengkaran semalam, kini Vaiz lebih banyak diam tidak berani untuk membujuk istrinya . Di meja makan , Shasa terlihat tenang seperti tidak ada masalah . Beda dengan Vaiz , seharusnya hari ini ia ingin tidak ke kantor tapi dengan terpaksa ia datang karna istrinya sedang dalam mode tidak bisa di ganggu .


"aku berangkat ke kantor sayang ." pamit Vaiz .


"aku ikut." Shasa berdiri dan bersiap ikut Vaiz ke kantor .


"baiklah ayo." Vaiz menyetujui permintaan Shasa ,ia berfikir mungkin untuk saat ini ia lebih baik mengalah . Karna menurut buku yang ia baca ibu hamil lebih mudah marah , dari pada ia membuat istrinya marah lebih baik meng iya kan ucapan istrinya .


Di dalam mobil Shasa masih tetap tak ingin di bujuk, ia lebih asik bermain ponsel miliknya . Hingga sampai kantor pun ponselnya tak lepas dari penglihatannya .


"duduk sayang, aku akan melihat berkas berkas yang ada di meja ." Shasa mengangguk .


Saat berada di kursi miliknya,sesekali Vaiz melirik istrinya . Berfikir cara untuk membujuk istrinya . Saat asik dengan lamunannya , terdengar suara berisik dari luar ruangan Vaiz . Saat Vaiz berdiri tiba tiba pintu ruangannya terbuka .


clek .


"kau ?" ucap Vaiz terlihat geram .


"maaf tuan, nona Julie memaksa masuk ." ucap Rahma ,sekretaris Vaiz .


"tidak apa biarkan dia masuk ." ucap Shasa tetap fokus pada ponselnya .


"Vaiz ." ucap Julie tak menghiraukan Shasa .


"kau kesini? ada perlu apa kau datang kemari? bukankah kerja sama kita sudah berakhir?" tanya Vaiz .


"aku tidak butuh kerjasama , aku hanya butuh kamu ." jelas Julie . Vaiz melirik istrinya yang sama sekali tak merespon .

__ADS_1


"kau sudah membuat aku dan istriku bertengkar . Jadi pergilah ." Vaiz meninggikan suaranya, muak dengan sahabatnya ini .


"aku begini karna kau menikah dengannya dan hamil anaknya . Aku membencinya karna dia yang kau nikahi bukan aku ."


"Julie,aku mencintainya jadi wajar jika aku menikahinya ."


"tapi aku mencintaimu Vaiz ."


"maaf Julie ." mendengar ucapan Vaiz membuat Julie kalap. Ia berjalan cepat kearah Shasa dan menjambak serta menampar pipi Shasa saat tengah asik bekutat pada ponsel miliknya .


"tente , apa apaan ini ." teriak Shasa .


"kau yang merebut Vaiz dariku,aku akan membunuhmu." ucap Julie dengan mencekik leher Shasa .


Dengan marah , Shasa mendorong kuat tubuh Julie hingga tersungkur di lantai .


" kau mau mencoba kemarahanku bukan? kau merasakannya ." menjambak rambut milik Julue . Dengan sigap Vaiz langsung meminta Shasa untuk berhenti memukuli Julie .


"jika kau menahanku,akan ku pastikan kau tidak bisa bertemu anakmu kelak ." ancam Shasa dengan mata melotot . Vaiz pun hanya diam mematung .


Shasa masih memagang rambut Julie dan memukuli bertubi tubi . Julie yang tak mampu memberontak hanya teriak minta tolong .


"Vaiz kendalikan istrimu ." Vaiz hanya menggedikan bahu .


"kau kalah tante? mana nyalimu? sewaktu di mall saja kau berlagak sok jagoan . Sekarang kau kalah dengan gadis kecil ini ." Shasa menampar wajah Julie tak henti hentinya . Tamparan terakhir yang sangat keras dan begitu menyakitkan .


Plaaaaaakkkk

__ADS_1


Plaaaakkkkk


Julie tersungkur di lantai dengan sudut bibir miliknya mengeluarkan darah . Shasa membungkukan tubuhnya meraih dagu Julie .


"jangan pernah mencoba mengusikku , dia(menunjuk kearah Vaiz )milikku . Aku tahu dia tidak meresponmu ,aku tahu kau sengaja menemuinya di restoran dan kau menjebaknya lalu mengirim foto foto kunjungannya ke kediamanmu disana, tapi ingat aku selalu menggunakan akal ku . Ini dunia nyata bukan sinetron . Ako lebih cerdik darimu ." ucap Shasa .


Shasa berdiri akan berjalan menuju ke suaminya , Saat berjalan selangkah rambut indah milik Shasa di tarik oleh Julie . Shasa meringis kesakitan .


"kau banyak bicara gadis bodoh , rasakan ini ." menarik tubuh Shasa , saat akan memukul Shasa tangan Shasa lebih dulu melayang menampar wajah julie dengan sangat keras ,membuat Julie melapaskan tangannya pada sela sela rambut Shasa .


Julie berdiri sambil meringis dengan kedua air mata yang berderai . Saat akan menampar Shasa, kaki jenjang Shasa menyepak kaki milik Julie,mebuat Julie berlutut kesakitan .


"sayang sudah, ini sudah lebih dari cukup ." pinta Vaiz .


"baiklah ." kembali duduk di sofa sambil menatap sinis kearah Julie .


Vaiz memanggil Sekretaris pribadinya untuk keruangannya . Dino membuka pintu dan matanya membulat sempurna melihat wanita yang di kenalnya sudah acak acakan dengan darah disudut bibirnya .


"urus Julie, kirim dia kembali ketempat asalnya ." ucap Vaiz yang di angguki Dino .


Shasa menghela nafas lega .


"sayang apa dia tidak akan kembali? aku sudah lelah selalu menghajarnya ."


"tidak, aku akan mengurusnya. Apa kau sudah memaafkanku?"


"aku tidak pernah marah padamu . Aku tahu semua adalah akal akalan dari Julie ."

__ADS_1


"Biarkan aku istirahat dulu ." lanjut Shasa, Vaiz mengangguk dan membiarkan istrinya untuk beristirahat . Vaiz mengecup kening milik istrinya dan mulai berjalan kearah kursi kebesarannya . Ia kembali berkutat pada berkas berkas miliknya.


__ADS_2