Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 181


__ADS_3

Ceklekkk..


"tuan Vaiz,silahkan masuk." ucap dokter Andri.


Vaiz berjalan menuju kursi ruangan milik dokter. Ia langsung mendaratkan bokongnya pada spons kursi tersebut.


"dokter kau tahu bukan aku kesini karena apa?" tanya Vaiz yang diangguk i dokter tersebut.


"saya paham tuan,tapi kondisi nyonya masih lemah. Kemungkinan jika besok sudah berangsur membaik dan tidak lemah saya akan mengijinkan nyonya pulang tuan. Anda tahu bukan nyonya baru saja sadar dari koma nya. Jadi saya tidak berani jika langsung mengijinkan nyonya pulang."


"ya aku tahu,tapi kau tahu bukan jika aku kalah jika harus berdebat dengan istriku. Apalagi kalau dia merengek sambil mengeluarkan air mata,itu akan membuatku lemah di depannya." keluh Vaiz.


"saya tahu tuan,insyaallah jika besok nyonya sudah kuat saya akan mengijinkan pulang tuan." jelas Dokter Andri sambil tersenyum .


"baiklah aku akan kembali ke kamar istriku."


"baik tuan." setelah keluar dari ruangan, Dokter Andri pun mengelah nafas panjang sambil memijat pelipisnya.


Vaiz kembali keruang rawat istrinya sambil menetralkan degub jantungnya. Perlahan ia membuka pintu,dan betapa lega saat mengetahui istrinya sedamg tidur setidaknya ia akan aman sementara waktu dari cecaran istrinya jika masih belum bisa keluar rumah sakit untuk hari ini. Ia menutup pintu berjalan mengendap endap menuju sofa.


"huh." gumamnya sambil memejamkan mata.


"gimana?" tanya Shasa yang membuat Vaiz langsung membuka mata.


"anu , anu yank apa ssstt itu." Vaiz berjalan mendekat kearah istrinya. Sementara Shasa mulai bangun dan duduk di atas brankar rumah sakit.


"anu apa? sejak kapan kamu mulai bicara gagu gitu?"


"sejak kamu bertanya," gumamnya.


"ngomong apa kamu?" tanya Shasa.

__ADS_1


"oohh tidak sayang."


"ohh, trus gimana kata dokter? kita pulang sekarangkan?"


"dokter belum mengijinkan sayang."


"loh kenapa? kan aku sudah sehat?" tanya Shasa bingung.


"kamu masih terlihat lemah sayang, jika besok kamu sudah tidak lemah kita bisa pulang."


"lemah apanya? dari kemarin kan aku sudah banyak bicara lalu lemah dari mananya?" gerutu Shasa.


"aku bosan disini." keluh Shasa.


"iya aku tahu kamu bosan,tapi kamu harus sehat total dulu baru kita bisa kembali."


"huhh,sssstttt auw." kepala Shasa kembali sakit.


"isshh,tapi yank ssttt." keluh Shasa yang masih menahan nyeri nya.


"jangan ngebantah sayang, menurut atau malah tidak pulang sama sekali?" ancam Vaiz membuat Shasa mengerucutkan bibirnya.


"jangan cemberut,cepat istirahat atau tidak usah pulang kita pindah saja disini ,tinggal disini saja."


"isssh kamu mah, iya iya aku istirahat." Shasa mulai istirahat dan mengalah agar dia bisa cepat kembali ke rumah dan peluk cium putri tercintanya.


Perlahan mata Shasa mulai terpejam akibat obat yang di minummya, sementara Vaiz bisa duduk dengan tenang.


"Tuhan,terima kasih sudah mengembalikan istriku seperti sedia kala. Aku sangat bersyukur atas kemurahan hatimu menyembuhkan istriku dan menyelamatkannya dari kecelakaan yang di alaminya." batin Vaiz.


Bunyi ponsel miliknya membuatnya sadar dari lamunannya. Di tariknya ponsel tersebut dari saku celananya dan di lihatnya layar ponsel miliknya. Tertulis sangat jelas telpon masuk dari ibu mertuannya.

__ADS_1


"assallamualaikum bu." sapa Vaiz setelah menekan tombol hijau.


"waallaikumsallam nak Vaiz, bagaimana kabara nak Vaiz? lalu keadaan Shasa ?" tanya Bu Nur disebrang.


" alhamdulillah bu saya baik,sementara Shasa sudah berangsur membaik hanya saja luka pada kepala ,lengan tangannya masih di perban . Oo iya sedari tadi dia merengek meminta pulang bu, kangen sama Ayu katanya, pengen peluk cium." ucap Vaiz menceritakan bagaiman tingkah istri kesayangannya.


"masyaallah, bagaimana tidak rindu nak. Dia seorang ibu yang jauh dari anaknya. Lalu kapan pulang?"


" insyaallah besok ya bu, lihat keadaannya dulu kalau benar benar sehat ya boleh pulang ."


"oala, ya semoga besok bisa pulang. Kalau jadi pulang kabari ya nak besok akan ibu buatkan makanan kesukaannya."


"iya bu."


"ya sudah kalau begitu, kamu juga istirahat yang cukup. Kalau begitu ibu tutup dulu. Assalamuallaikum."


"waalaikumsallam."


Setelah mengucap salam dan di jawab oleh Vaiz, Bu Nur mulai menutup teleponnya. Vaiz pun mulai berselancar pada gawai miliknya karena terdapat pesan masuk untuknya.


Tuan Smith terancam hukuman 10 tahun penjara tuan.


Membaca pesan tersebut Vaiz tersenyum puas. Setidaknya hukuman tersebut akan lama untuk seseorang yang menabrak istrinya dengan sengaja.


Bagus, aku akan menemuinya setelah istriku kembali dari rumah sakit. Untuk sementara kau harus bisa menghandle semuanya, dan cari tahu dimana anak dan istrinya berada aku juga akan memberikan pelajaran untuknya.


Pesan langsung dikirim oleh Vaiz.


Baik tuan, saya akan menyuruh orang orangku mencari tahu keberadaannya.


Vaiz hanya membaca pesan masuk tersebut tanpa membalasnya.

__ADS_1


"aku akan menghukum orang orang yang berani menyentuh istriku. Kau akan tahu Smith bagaimana marahnya aku karena kau mengganggu istriku dan melukainnya." gumammnya.


__ADS_2