Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 53


__ADS_3

Sekembalinya dari rumah sakit , Shasa meminta uang kepada Vaiz . Dari sekian bulan baru kali ini Shasa mau meminta uang dari Vaiz itupun ia terpaksa .


"untuk apa sayang ?" ucap Vaiz sambil mengendus wangi tubuh istrinya .


"untuk kebutuhanku . Uang tabunganku habis tuan ." ucap Shasa kesal karna suaminya terus saja mengnedus dan menciuminya .


"hau memanggilku tuan lagi ?" memancarkan sorot mata yang tajam .


"iya ,karna aku masih kesal kejadian waktu kau mengabaikanku . Memilih menemani tante kesepian daripada menemani istrimu pulang . Kau tahu waktu itu aku lapar aku terpaksa harus merelakan ponselku hanya untuk jaminan tiga mangguk bakso ."


"salah siapa kau tidak menunggu sopirmu . Kan aku sudah bilang tunggu Pak Damar kau malah pergi ." ucap Vaiz santai .


"hey, kau tahu waktu itu aku marah aku tidak salah tapi kau malah menyalahkanku . Dengar ya kau harus tahu bahwa istrimu ini pantang jika harus mengusik kehidupan orang lain . Tapi sayang tante kesepian itu mengusikku dan membuat aku marah." Shasa menyipitkan mata dan mengepalkan tangannya .


"dan sekarang aku tahu sifat istriku ini ."


"bagaiman tuan , apa aku boleh minta uang?" tanya Shasa .

__ADS_1


"jika kau tetap memanggil tuan aku tidak memberimu uang ." Vaiz berjalan menuju walk in closet .


"baiklah , sayang aku boleh minta uangmu untuk keperluan istrimu ini . Lihatlah dompet istrimu sudah kering kerontang hanya terisi sebuah kertas kertas yang pudar tulisannya ." ucap Shasa asal mengikuti suaminya .


"kau mengikutiku , aku akan berganti pakaian apa kau tidak malu menunggui suamimu yang akan melepas pakaian di depanmu?"


"kenapa malu , bukannya kita sering melihat milik satu sama lain . Aku tidak malu , apa kau malu sayang ?" tanya Shasa .


"tidak , kenapa malu kau kan istriku ." Vaiz terlihat mencari baju untuknya . Sementara Shasa memeluk tubuh suaminya dari belakang .


"bahkan kepra***nmu sudah ku ambil sayang ." lanjut Shasa sambil berlari keluar .


Tuhan , engkau membuatku jatuh cinta padanya gadis yang terlihat tidak peduli pada sekitar yang kini menjadi istriku . Menunjukkan sifat aslinya yang membuatku menjadi seperti orang gila saat mengingatnya . gumam Vaiz .


Keluar dari walk in closet , Vaiz menghampiri istrinya yang sedang tiduran denangan tubuh memiring mengahadap sandaran sofa .


"kau tidak jadi meminta uangku sayang ?" menyodorkan kartu kredit tanpa batas . Shasa menoleh lalu mengernyitkan dahinya dengan sorot mata penuh tanya .

__ADS_1


"ini kartu kredit tanpa batas kau bisa memakaianya sesukamu ." Shasa mengambil lalu memeluk tubuh suaminya dan menghujani dengan ciuman .


"sudah sayang , wajahku akan habis dengan bau air liurmu . Suamimu ini akan berangkat ke kantor apa kau tidak ingin mencium tangan dan memeluk untuk sesaat?" Tanpa menunggu dua kali Shasa mencium tangan dan memeluk suaminya .


"baiklah aku berangkat,tidak usah mengantarku kedepan ." Shasa mengangguk tersenyum . Vaiz berjalan menuju pintu kamar . Saat membuka pintu suara khas milik Shasa terdengar .


"terima kasih suamiku sudah memanjakanku . Aku sangat mencintamu."


"aku juga mencintaimu Sa ." Setelah kepergian Vaiz , Shasa menemui salah satu pelayannya yang masih muda .


"mbak, bisakah membantuku?" tanya Shasa.


"anda butuh sesuatu nyonya ." Shasa mengangguk .


"Aku ingin terlihat cantik dan elegant seperti wanita pada umumnya , tidak sepertiku sekarang yang jarang sekali memakai rok .Setidaknya membuat suamiku senang . Bisa kanengantarku memilihkan baju segala macamnya ." jelas Shasa .


"Dengan senang hati nyonya , saya akan mengantar nyonya, sebentar saya ganti pakaian ." Shasa mengangguk .

__ADS_1


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mall membeli apa yang Shasa butuhkan minidress,tas,sepatu,make up semuanya yang menurutnya perlu ia membelinya sambil sesekali membatin agar bonnya tidak terlalu menghabiskan uang suaminya terlalu banyak . Ia juga tak lupa membelikan pakaian untuk para pelayan . Selesai dengan urusannya Shasa pulang kerumah dengan perasaan campur aduk . Ia sudah menghabiskan uang banyak ia takut jika suaminya marah besar karna terlalu boros. Lalu beberapa menit ia ingat jika sudah membeli sesuatu untuk suaminya yang ia fikir dengan kejutan tersebut bisa mengambil hati suaminya agar tidak kecewa padanya .


__ADS_2