
Vaiz memeluk tubuh istrinya dengan erat seolah tak mau melepaskannya . Kini ia hanya memiliki seorang istri tak ada siapa siapa , Disaat susah dan senang Shasa istrinyalah yang selalu menemaninya .
"apa kau tidak berniat melepaskannya sayang?" tanya Shasa kepada suaminya yang masih betah memeluk erat .
"kenapa kau tanya begitu? apa kau tidak suka jika aku peluk seperti ini?" tanya Vaiz melepas pelukannya .
"aku suka sangat suka, tapi kau tahu anakmu tidak betah mencium bau asem ayahnya . Kata anakmu ayahnya harus mandi dulu baru boleh betah betah peluk ibuknya ." ucap Shasa ber alibi .
"alah itu alesanmu saja kan? baiklah aku mandi dulu . Lalu apa kau tidak mandi?" tanya Vaiz kepada istrinya .
"aku mandi setelah kau selesai mandi sayang ." jelas Shasa sambil menyunggingkan senyumnya .
"aku akan lama . Lebih baik kita mandi bersama lebih mempersingkat waktu ." usul Vaiz dengan pikiran liciknya .
"ahhh tidak perlu aku akan menyiapkan sarapanmu saja . Kau bisa mandi dulu lalu aku ." elak Shasa .
"aku membayar pelayab dengan mahal itu tugasnya menyiapkan makanan jadi kau jangan beralasan ." jelas Vaiz .
"tapi sayang aku belum ingin mandi ."
__ADS_1
"baiklah,aku juga belum mandi kalau begitu ."
"kenapa begitu?" tanya Shasa .
"aku ingin mandi saat istriku juga ingin mandi . Dan jika sekarang istriku belum ingin maka aku juga begitu ." ucap Vaiz membuat Shasa jengah.
"baiklah ayo kita mandi tapi janji lah jika hanya mandi tidak lebih ." Vaiz mengangguk sambil tersenyum tipis . Shasa menatapnya nyalang seolah tau maksud dari senyuman tersebut .
Mereka pun mandi bersama dengan senyuman mengembang dari wajah Vaiz dan raut wajah tidak ikhlas pada raut wajah Shasa .
1 jam sudah , Vaiz dan Shasa keluar kamar mandi . Shasa mebgambilkan pakaian untuknya dan suaminya . Ia bergegas keluar kamar menuju dapur .
"Selamat pagi nyonya ," sapa ketiga pelayan tersebut .
"seperti biasa nyonya akan makan nasi dan sayur,sementara tuan hanya ingin roti dan selai kacang ." Shasa mengangguk paham . Para pelayan pun meninggalkan ruang makan tersebut .
"makan sayang." ucap Vaiz dengan wajah yang begitu fresh . Shasa hanya mengangguk dan menerima ciuman kening suaminya . Vaiz mencomot roti yang ia inginkan.
"makan apa kamu?" tanya Vaiz pada Shasa .
__ADS_1
"nasi dan sayur . Sayang aku tidak betah jika harus makan tanpa rasa pedas ." rengek Shasa .
"biasakan ya sayang , demi bayi kita ." ucap Vaiz mengelus pipi istrinya lalu kembali menikmati roti miliknya .
"huh kau ini ." keluh Shasa membuat Vaiz terkekeh .
"jangan menggerutu , habiskan makanmu. Nanti kita habiskan waktu kita di kamar ."
"ogah ." tolak Shasa langsung tanpa jeda membuat Vaiz kembali terbahak .
"bahagianyaaaa , seneng ya kalau istrinya merajuk begini ." keluh Shasa .
"iya , kalau kamu merajuk kamu tambah lucu sayang ." kekeh Vaiz sedangkan Shasa hanya membuang nafas kasar .
Mereka pun menghabiskan makannya . Selesai dengan sarapan Shasa ijin suaminya untuk pergi ke taman mininya . Ingin melihat bunga bunga miliknya . Sedangkan Vaiz memilih menghabiskan waktu di ruang kerja miliknya .
Di taman Shasa menyirami dan menata ulang tanamannya . Ia mengkoleksi beberapa warna bunga mawar.
"sepertinya aku akan meminta tempat lagi buat menanam sayuran dan empon empon ." gumam Shasa .
__ADS_1
"coba deh nanti aku bicara dengannya ." ucapnya lagi .
Setelah selesai menanam ia mencuci tangannya yang kotor dan kembali kedalam rumah.