Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 164


__ADS_3

Seperti hari hari biasa, setiap pagi istri akan di sibukkan menyiapkan kebutuhan suami saat akan berangkat bekerja.Begitu juga dengan Shasa, sebelum suami dan putrinya terbangun ia akan bangun lebih awal menyiapkan sarapan,baju,dan air untuk suaminya. Saat akan bertempur di dapur, ia selalu mengenakan piama tidur dengan rambut di gulung keatas dan mengenakan celemek kesayangannya.


"nyonya , bahan makanan sudah saya siapakan. Hanya tinggal masak saja nyonya." ucap salah satu pelayan tersebut.


"oke,kalian boleh mengerjakan yang lain,sementara dapur ini akan aku kuasai." Setelah memebungkukkan badan mereka pun undur diri.


Shasa mulai menyiapkan bumbu dan menumisnya,memasukkan bahan bahan yang di butuhkan.Sekitar 1 jam ia berkutat hingga selesai.


"mbak tolong ya, siapin . Saya mau kembali keatas." ucap Shasa kepada pelayan yang masih muda.


Shasa berjalan setengah berlari,karna mereka sudah kembali ke kamar utama. Sampai di depan pintu kamar utama ia perlahan membuka masuk kedalam kamar lalu kembali menutupnya. Berjalan kearah suaminya dan perlahan membangunkan suaminya dengan kecupan dan sentuhan lembut.


"bangun, sudah saatnya bekerja."


"aku mengantuk sayang." rengek suaminya manja.


"kan sudah sering ku bilang jangan begadang kamu nya ngeyel. Sudah ayo bangun keburu habis airnya yang." tutur Shasa.


"mandi berdua ya?" pinta sang suami dengan senyuman licik.


"nggak, nantinya malah lama akunya yang repot."


"janji nggak akan lama, please ." pinta sang suami


"gak mau." tolak Shasa.


"dosa besar loh sayang kamu kalau nolak keinginan suami kamu."


"tapi ini masih pagi,nanti kalau Ayu nangis gimana?"

__ADS_1


"janji nggak akan lama."


Setelah mengiyakan Vaiz langsung bangun dari tidurnya langsung menggendong istrinya.Shasa yang kaget hampir teriak namun seketika langsung di bungkam dengan ciuman oleh suaminya . Shasa langsung melepas ciuman tersebut.


"kenapa mesti teriak yang, nanti putri kita bangun." ucap Vaiz lirih.


"lagian kenapa kamu harus gendong aku juga,,kan aku bisa jalan yang." protes Shasa.


"biar kaya manten baru." ucap Vaiz membuat Shasa membuang nafas kasar.


Mereka pun masuk kedalam kamar mandi bersama. Setelah 1 jam barulah mereka keluar kamar mandi dengan salah satu memasang wajah bahagia. Siapa lagi kalau bukan Vaiz. Sementara Shasa, wajahnya terlihat sebal .


"jangan cemberut yank, harus senyum yang ikhlas." goda Vaiz tanpa merasa bersalah.


"janjimu selalu ingkar,coba sekali kali nggak usah janji. Biarpun janji nggak usah ingkar.Bisa enggak?" cecar Shasa. Vaiz hanya tertawa terbahak mendengar protesan istrinya.


"kau sangat cantik," bisik Vaiz.


"jangan merayuku."


" aku tidak merayumu,tapi kau benar benar cantik dari dulu hingga sekarang.Apalagi saat kau marah,cantikmu bertambah berkali kali lipat." Vaiz melepas tangannya dan tertawa terbahak.


"sayang,kau meledekku?" tanya Shasa sambil melotot.


"siapa yang meledekmu,mana berani aku meledekmu?" ucap Vaiz tanpa rasa bersalah.


"sudah jelas kau meledekku," protes Shasa . Dengan kesal ia berjalan kearah balkon kamar miliknya.


Vaiz yang melihat istrinya kesal,langsung mengikutinya dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"kamu marah?" tanya Vaiz .


"menurutmu?"


" maafkan aku,aku hanya bercanada." jelas Vaiz diangguki istrinya.


"masih badmood?" tanya Vaiz kembali namun hanya di jawab oleh gelengan kepala.


"baiklah,temani aku makan bisa?"


"ayo." Vaiz menggandeng tangan istrinya untuk sarapan bersama.


Setelah sarapan, Vaiz pamit untuk berangkat kerja,kali ini ia berangkat tanpa di temani putrinya .


"aku berangkat." ucap Vaiz mengecup pipi istrinya.


"iya hati hati." diangguki Vaiz . Ia kembali mencium wajah istrinya.


CUP!!!


CUP!!!


CUP!!!


"sudah,jangan cium terus." protes Shasa .


"kamu mewakili putri kita." ucap Vaiz sambil terbahak.


"baiklah,aku berngkat." Vaiz memasuki mobilnya dan mulai berjalan menjauh keluar gerbang kediamannya.Sedangkan Shasa hanya geleng geleng kepala mengingat, tingakah suaminya.

__ADS_1


__ADS_2