
"huh huh ." Shasa menarik nafas saat berada di dalam mobil milik suaminya . Ia menoleh saat melihat suaminya mengelengkan kepala .
"bagaimana tuan? dengan jurus adu mulutku?" Shasa terbahak saat bertanya pada suaminya .
"dasar kau ini , dimana sekolahmu hingga kau berani berbicar seperti itu ."
"hahahaha jika aku tidak mengganggu orang lain aku tidak suka di ganggu .Dan jika milikku di ganggu orang lain huh ku pastikan jurus ampuhku akan keluar melumpuhkan rival ku ." ucap Shasa dengan seringai liciknya .
"apa jurusmu?" tanya Vaiz heran . Ia tak menyangka jika istrinya memiliki sifat konyol seperti itu .
"hah kau tidak akan pernah ku beritahu tuan , jika tau kau pasti akan takut ."
"terserah kamu sayang ," menjalankan mobilnya keluar halaman restaurant .
"tuan , aku belum makan dan lapar , aku akan menunjukkan tempat makan langganan ku ."
"baiklah sesuai perintah sayang ."
Vaiz menjalankan mobilnya sesuai arahan Shasa . Mobil tersebut berhenti di depan kedai makan sederhana namun bersih .
"tuan disini makanannya enak enak , tuan pasti menyukainya ." ucap Shasa setelah memesan menu untunya dan suminya .
"kenapa tidak makan di tempan yang lebih terjamin kualitasnya sayang ." ucap Vaiz lirih .
"ahhh tuan , ini juga terjamin aku yakin . Karna ini benar benar enak sumpah . Aku sudah menjadi langganan disini ." Shasa terlihat antusias .
"o iya ,memang kau sering kesini ?" diangguki Shasa .
"berapa kali?"
"2 kali ." ucapnya santai .
"hah , 2 kali kamu kesini tapi kamu bilang sudah langganan , aku fikir kau sudah berkali kali kesini ." ucap Vaiz terlihat bingung .
__ADS_1
"hahahahah,hanya 2 kali dan itu lebih dari 1 kali berarti aku menganggap aku sudah berlangganan membeli makan disini ." Shasa menggoda suaminya yang terlihat keheranan .
"ahhh, aku tidak tahu jalan pikiranmu sayang ."
Shasa tergelak mendapati suaminya terlihat frustasi . Namun itu poin tersendiri bagi Shasa. Menggoda suaminya . Pesanan mereka pun datang , Shasa dan Vaiz mulai menyantap makanan tersebut .
"bagaiman tuan makananya?" tanya Shasa saat berada di mobil menuju pulang ke rumahnya .
"lumayan sayang ."
"lain kali kita kesana lagi ."
Mobil tersebut sampai pada rumah besar milik Vaiz . Vaiz berjalan menuju kamarnya sementara Shasa menuju dapur untuk memberikan bungkusan makanan yang ia bawa untuk para pelayan dan satpam di kediamannya . Setelah verbincang sebentar dengan pelayan ,Shasa berjalan ke kamar . Ia melihat suaminya sudah berbaring di ranjang milik mereka . Shasa bergegas ke kamar mandi dan mengganti piama tidur lalu menuju ranjang untu ikut merebahkan diri .
"kau lelah sayang?" tany Vaiz memeluk istrinya .
"tidak tuan ,tapi aku rindu dengan orang tauku . Jika kau libur bekerja kita kesana ya? atau aku berangkat sendiri kesana ." tanya Shasa .
"no , sabtu kita kesana dan kembali hari minggu , kau senang sayang ."
"aku mencintaimu sayang ." bisik Vaiz diangguki Shasa .
"hmmm sayang ." lanjut Vaiz .
"iya tuan?"
"boleh bertanya?"
"silahkan."
"apa kau tidak lelah memanggilku dengan sebutan tuan , bisa kau mengubah panggilan itu ." Shasa mendongak menatap wajah suaminya .
"lalu aku harus memanggil apa?"
__ADS_1
"sayang mungkin , atau bhe bisa juga ." goda Vaiz membuat Shasa melepaskan pelukannya dan menatap langit langit kamarnya .
"jika aku memanggilmu bhe apa kau mau aku menjadi mantanmu tuan Pervaiz Taban?" ucap Shasa kesal .
"tidak ,tapi aku rasa jika kau memanggil dengan sebutan itu akan terasa merdu di telinga." Vaiz terkekeh kala menggoda istrinya .
"baiklah, sesuai permintaanmu . Jika begitu besok aku akan membeli r*c*n untuk memkasamu minum ."
"kenapa?"
"ya karna kau juga memaksaku untuk memanggilmu dengan sebutan itu ." Shasa mendengus sebal .
"hahahaaha , kau akan masuk penjara jika membunuh suamimu yang tampan ini nyonya ."
"ahhhh, aku malas denganmu ." miring dengan memunggungi suaminya .
"hahahahaha, aku bercanda sayang ." memeluk istrinya dengan menciun pucuk kepala milik Shasa . Suara gelak tawa Vaiz begitu menggema di dalam kamar milik sepasang suami istri .
"sudah bercandanya tuan?" suara Shasa mengentikan gelak tawa suaminya .
"haiiish , kau masih memanggilku tuan , panggil aki sayang agar terlihat romantis ."
"baiklah ,sekarang giliran aku untuk bertanya ." memutar tubuhnya menghadap Vaiz .
"kenapa kamu mau menanggung biaya hidup keluargaku dan membukakan usaha untuk ayahku ."
"alasannya ada pada dirimu , kau tulang punggung keluargamu sayang . Dan ayahmu tidak memiliki pekerjaan bukan? maka dari itu aku jika aku menikahimu dan mau denganmu maka aku juga harus mau dengan keluargamu . Orang tuamu orang tuaku juga maka sudah sepantasnya bukan seorang anak memberikan sesuatu untuk orang tuanya ."
"tuan kau begitu baik , bahkan aku tidak pernah melihat kebaikanmu . Bahkan seharuanya aku beruntung memilikimu . Maaf tuan maaf karna aku selalu membuatmu repot ." ucap Shasa memeluk suaminya .
"tidak sayang jangan bicara seperti itu ."
"aku mencintaimu ."
__ADS_1
"aku lebih mencintaimu ." ucap Vaiz setelah itu mencium seluruh wajah istrinya lalu me**m*t bibir milik istrinya lalu berolah raga berdua tanpa ada gangguan .