
"sayang maafkan aku,aku tidak bermaksud mengganggu tidur bayi kita." ucap Vaiz meminta maaf .
"lalu apa yang kau lakukan ? kenapa dia bisa terbangun . Aku hanya ingin mandi kau mengacaukannya dengan mengganggunya tidur ." ucap Shasa .
"aku hanya mentoel pipi dan menciumnya karna aku sangat gemas ." ucap Vaiz .
"mandilah setelah itu kita sarapan, aku lelah berdebat denganmu ." ucap Shasa sisis .
"sayang ." panggil Vaiz memelas seketika ia langsung menutup mulutnya , nyalinya menciut kala melihat tatapan membunuh istrinya .
"baiklah aku akan mandi ." Vaiz berjalan kearah kamar mandi secepat mungkin .
"ayahmu itu pengganggu sayang, hingga iya mengganggu putri ibu yang sedang tidur , iya kan nak . Ayah nakal ya uluh uluh kau menggeliat . Setelah ayah mandi lalu giliran Ayu ya. Biar segar ." ucap Shasa pada putrinya yang sedang menggeliat .
10 menit , Vaiz keluar kamar mandi . Ia langsung menyambar pakaian untuknya di atas ranjang . Selesai memakai pakaian ,ia langsung menghampiri istrinya yang sedang berdiri di balkon dan langsung memeluknya .
"terima kasih , saat kau repot mengurus bayi kau masih tetap mampu mengurus kebutuhanku ." ucap Vaiz .
"itu sudah menjadi tugas seorang istri dan ibu . Tapi kau harus maklumi jika suatu saat aku tidak bisa mengurusmu setiap hari ." jelas Shasa .
__ADS_1
"aku paham dengan itu sayang ." ucap Vaiz mencium pucuk kepala istrinya .
"dan sekarang kau sudah tampan ,bisa kau menolongku?" tanya Shasa sambil menyunggingkan senyuman .
"apa?" tanya Vaiz .
"aku akan menyiapkan air untuk Ayu mandi , dan suamiku ini bisa menolong melepaskan pakaian ayu?" tanya Shasa .
"baiklah , kemarikan Ayu ." Vaiz mengambil alih putrinya dalam gendongan istrinya . Ia sudah lihai dalam menggendong putrinya karna ia sudah belajar mengenai mengasuh anak .
Shasa berjalan kekamar mandi dengan semangat , ia langsung menutup kamar mandi. Sedangkan Vaiz mulai menidurkan putrinya , perlahan ia melepas bayu ,lalu pakaian dalam, melepas kaitan gerita . setelah itu ia mencium bau seseuatu yang menyengat saat ia melepas celana putrianya seketika matanya membulat .
Vaiz menggedor kamar mandi yang di kunci oleh istrinya .
"sayang,kau benar parah .Kau mengerjaiku ." teriak Vaiz.
Shasa menetralkan tawanya , ia tak mau terlihat jika mengerjai istrinya . Perlahan tapi pasti Shasa membuka pintu kamar mandi .
"kenapa berteriak , nanti anakmu kaget dan nangis ." protes Shasa dengan menahan tawa .
__ADS_1
"kau jangan pura pura tidak tahu,hueeek ." ucapan Vaiz terhenti karna mual yang tak tertahankan .
"hey , kau ini kenapa?apa kau hamil sayang?" tanya Shasa tanpa dosa .
"Ayu pup , kau mengerjaiku kan memintaku untuk melepas bajunya ."
"hey mana aku tahu jika putriku buang air besar . kau ini masa sama kotoran anaknya sendiri jijik ." protes Shasa .
"tapi itu bau sayang, dan cair ." ucap Vaiz sambil menahan muntahnya .
"kau ini . Biar aku yang bersihkan ." Shasa berjalan kearah bayinya sambil tertawa .
"ohh sayang anak Ibu, Ayu e'ek ya nak. Ayah gak mau lepas ya. Ayah jijik ya , kalau jijik nanti kalau ayah cium Ayu ibu larang ya ." ucap Shasa meledek suaminya . Seketika Vaiz mengahmipiri istri dan anaknya .
"bukan begitu sayang ." protes Vaiz . Seketika ucapannya terhenti saat istrinya menodongkan kain yang berisi kotoran anaknya .
"minta tolong buangin." ucap Shasa yang masih ingin mengerjai suaminya .
"aku masih ada urusan sayang." Vaiz berjalan keluar kamar dengan terburu buru . Shasa yang melihat tingkah suaminya tertawa terbahak . Ia langsung membersihkan kotoran tersebut , setelah itu ia menuju kamar mandi untuk memandikan putri tersayangnya .
__ADS_1