Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 131


__ADS_3

"sayang maafkan aku,aku tidak bermaksud mengganggu tidur bayi kita." ucap Vaiz meminta maaf .


"lalu apa yang kau lakukan ? kenapa dia bisa terbangun . Aku hanya ingin mandi kau mengacaukannya dengan mengganggunya tidur ." ucap Shasa .


"aku hanya mentoel pipi dan menciumnya karna aku sangat gemas ." ucap Vaiz .


"mandilah setelah itu kita sarapan, aku lelah berdebat denganmu ." ucap Shasa sisis .


"sayang ." panggil Vaiz memelas seketika ia langsung menutup mulutnya , nyalinya menciut kala melihat tatapan membunuh istrinya .


"baiklah aku akan mandi ." Vaiz berjalan kearah kamar mandi secepat mungkin .


"ayahmu itu pengganggu sayang, hingga iya mengganggu putri ibu yang sedang tidur , iya kan nak . Ayah nakal ya uluh uluh kau menggeliat . Setelah ayah mandi lalu giliran Ayu ya. Biar segar ." ucap Shasa pada putrinya yang sedang menggeliat .


10 menit , Vaiz keluar kamar mandi . Ia langsung menyambar pakaian untuknya di atas ranjang . Selesai memakai pakaian ,ia langsung menghampiri istrinya yang sedang berdiri di balkon dan langsung memeluknya .


"terima kasih , saat kau repot mengurus bayi kau masih tetap mampu mengurus kebutuhanku ." ucap Vaiz .


"itu sudah menjadi tugas seorang istri dan ibu . Tapi kau harus maklumi jika suatu saat aku tidak bisa mengurusmu setiap hari ." jelas Shasa .

__ADS_1


"aku paham dengan itu sayang ." ucap Vaiz mencium pucuk kepala istrinya .


"dan sekarang kau sudah tampan ,bisa kau menolongku?" tanya Shasa sambil menyunggingkan senyuman .


"apa?" tanya Vaiz .


"aku akan menyiapkan air untuk Ayu mandi , dan suamiku ini bisa menolong melepaskan pakaian ayu?" tanya Shasa .


"baiklah , kemarikan Ayu ." Vaiz mengambil alih putrinya dalam gendongan istrinya . Ia sudah lihai dalam menggendong putrinya karna ia sudah belajar mengenai mengasuh anak .


Shasa berjalan kekamar mandi dengan semangat , ia langsung menutup kamar mandi. Sedangkan Vaiz mulai menidurkan putrinya , perlahan ia melepas bayu ,lalu pakaian dalam, melepas kaitan gerita . setelah itu ia mencium bau seseuatu yang menyengat saat ia melepas celana putrianya seketika matanya membulat .


Vaiz menggedor kamar mandi yang di kunci oleh istrinya .


"sayang,kau benar parah .Kau mengerjaiku ." teriak Vaiz.


Shasa menetralkan tawanya , ia tak mau terlihat jika mengerjai istrinya . Perlahan tapi pasti Shasa membuka pintu kamar mandi .


"kenapa berteriak , nanti anakmu kaget dan nangis ." protes Shasa dengan menahan tawa .

__ADS_1


"kau jangan pura pura tidak tahu,hueeek ." ucapan Vaiz terhenti karna mual yang tak tertahankan .


"hey , kau ini kenapa?apa kau hamil sayang?" tanya Shasa tanpa dosa .


"Ayu pup , kau mengerjaiku kan memintaku untuk melepas bajunya ."


"hey mana aku tahu jika putriku buang air besar . kau ini masa sama kotoran anaknya sendiri jijik ." protes Shasa .


"tapi itu bau sayang, dan cair ." ucap Vaiz sambil menahan muntahnya .


"kau ini . Biar aku yang bersihkan ." Shasa berjalan kearah bayinya sambil tertawa .


"ohh sayang anak Ibu, Ayu e'ek ya nak. Ayah gak mau lepas ya. Ayah jijik ya , kalau jijik nanti kalau ayah cium Ayu ibu larang ya ." ucap Shasa meledek suaminya . Seketika Vaiz mengahmipiri istri dan anaknya .


"bukan begitu sayang ." protes Vaiz . Seketika ucapannya terhenti saat istrinya menodongkan kain yang berisi kotoran anaknya .


"minta tolong buangin." ucap Shasa yang masih ingin mengerjai suaminya .


"aku masih ada urusan sayang." Vaiz berjalan keluar kamar dengan terburu buru . Shasa yang melihat tingkah suaminya tertawa terbahak . Ia langsung membersihkan kotoran tersebut , setelah itu ia menuju kamar mandi untuk memandikan putri tersayangnya .

__ADS_1


__ADS_2