
Sore hari Shasa terbangun , melakukan kegiatan mandi dan sholat . Setelah itu ia turun kebawah duduk di sofa menonoton tv .
"mbak ,nanti masak apa?" tanya Shasa pada pelayannya .
"nyonya maunya dimasakin apa?"
"masak buat tuan aja ,"ucap Shasa
" baik nyonya ."
1 jam menonoton tv , Shasa mulai bosan ia kembali ke kamar dan didapati suaminya keluar dari kamar mandi .
"sayang ,kenapa tidak membangunkanku ?" tanya Vaiz dengan sangat lembut namun pertanyaan Vaiz tak kunjung ada jawaban .
"kau marah?" Shasa berlalu pergi dan meraih jaket miliknya .
"kau mau kemana? kenapa kau memakai jaket?" tanya Vaiz. Shasa tetap berjalan dengan tak menghiraukan suaminya . Shasa keluar kamar tanpa ijin dengan secepat kilat Vaiz memakai baju dan keluar mengikuti istrinya . Saat menyusul istrinya , ia melihat Shasa memakai helm diatas motor matic. Vaiz berlari dan mencabut kunci motor tersebut membuangnya asal .
"kenapa dibuang?" tanya Shasa .
"turun, kau mau kemana? kau hami besar malam malam kau mau kemana?" tanya Vaiz .
"malam mingguan ." ucap Shasa singkat .
"malam mingguan? enteng sekali kau bicara. Apa kau lupa kau sudah punya suami dan kau hamil sebesar ini ?" Vaiz telihat geram dengan kelakuan istrinya .
"ahhh aku lupa , aku lupa semuanya . Sama sepertimu yang lupa punya istri sedang menunggu lama dirumah sakit ." sindir Shasa .
__ADS_1
vaiz yang merasa tersindir langsung meraih tangan istrinya yang masih menggenggam setang motor.
"sayang ayo kita bicara , tidak baik marah diluar rumah ." Vaiz menggandeng istrinya memasuki rumah . Ia terus berjalan menuju kamarnya diikuti Shasa .
Vaiz mendudukan Shasa disisi ranjang lalu ia juga ikut duduk di samping Shasa .
"kau marah sayang?" tanya Vaiz yang tidak dijawab oleh Shasa .
"aku minta maaf ,karna terlalu banyak pekerjaan aku jadi lupa jika harus menjemputmu dan membuatmu marah dan menangis . Bukan maksudku membuatmu kesal tapi aku benar benar lupa ." ucap Vaiz sambil memeluk tubuh istrinya dengan kepala disandarkan pada pundak istrinya .
"kau boleh mengumpat dan menghukumku tapi jangan kau diamkan aku . Aku akan tersiksa. " jelas Vaiz .
"bicaralah sayang ,keluarkan semua yang kau keluhkan. Jangan kau pendam ." Shasa menggeleng .
"lalu apa yang kau inginkan? hukum aku jika aku salah tapi janga diamkan aku , suamimu ini akan tersiksa ." ucap Vaiz .
"mana mungkin aku menyayangimu dengan sangat ."
"kau tidak cinta padaku dan bayiku ." ucap Shasa .
"sayang jangan bicara begitu aku sangat mencintaimu begitu juga dengan anak kita ."
"aku ingin pergi, aku tidak mau denganmu kau jahat ." Shasa terisak mengingat kejadian tadi siang . Tidak biasanya Vaiz melupakannya .
"hey sssstttt sssttt jangan menangis , baiklah aku akan pergi kau tetap disini ." Vaiz mengendurkan peluaknya.
"pergilah ,kau memang benar tidak peduli denganku dan anakku . Pulangkan aku saja . Kau sudah melupakanku ."ucapan Shasa membuat Vaiz mengurungkan niatnya untuk beranjak .
__ADS_1
" lalu aku harus bagaimana?" memijit pelipisnya . Apa yang dia ucapkan seakan salah .
sabar Vaiz , istrimu hamil butuh perhatian ekstra apalagi mood ibu hamil berubah ubah . batin Vaiz.
"kau mengumpatiku ." mata Vaiz membulat .
"mana berani aku mengumpatimu . Itu tidak benar."
"kau tidak ingin memelukku . Kau jijik denganku ." Shasa merangkak ketengah ranjang dan tidur memunggungi suaminya .
"sayang ," panggil Vaiz sambil memeluk istrinya . Shasa menhempaskan tangan Vaiz . Vaia menghela nafas kasar .
"sabar ." gumam Vaiz yang masih di dengar Shasa .
"kenapa ? apa kau bosan hingga kau bilang sabar ?" tanya Shasa menoleh pada Vaiz .
"ahh tidak sayang , aku hanya mau bilang kau harus sabar menghadapiku ." Vaiz beralasan
"aku harus sabar sementara kau seenaknya saja?" cecar Shasa .
"bukan begitu sayang ."
"lalu bagaimana? kau memang tidak sayang padaku ." hardik Shasa .
"kau tidak percaya? lihat kedalam mataku yang benar tulus mebcintaimu ."
"diamlah, aku malas denganmu aku ingin tidur ." Shasa memejamkan mata . Vaiz yang kalah adu mulut dengan istrinya hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Lebih baik ia tidur sambil memeluk istrinya jika ia beranjak sedikit istri kesayangannya akan mengomel menuduhnya yanh tidak tidak . Tangan Vaiz mengelus perut besar istrinya . Membuat Shasa nyaman dan menghentikan aksi mengomelnya .
__ADS_1