Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 48


__ADS_3

Di dalam kamar , Shasa bersama seorang MUA profesional yang telah di kirim Vaiz untuk mendandaninya . Seperti permintaan Vaiz seminggu lalu bahwa istrinya akan ikut diacara makan malam rekan kerjaanya . Kini Shasa menatap dirinya ydi cermin yang terlihat cantik , dengan polesan make up tipis dan tidak terlalu menor dan dress selutut. Vaiz membuat minta jika gau yang dikenakan istrinya tidak boleh terlalu terbuka, karna ia tak ingin istrinya menjadi tontonan para laki laki diluaran sana .


"sayang kau cantik sekali ." puji Vaiz saat melihat istrinya turun dari tangga .


"sayang apa ini tidak berlebihan? aku punya baju yang pantas dipakai jika hanya untuk makan malam saja." protes Shasa .


"dengan celana sobek ,atasan kaos dan sneakers milikkmu? apa kau ingin semua orang memuji suami mu bahwa Pervaiz Taban , pengusaha tampan yang kaya tidak mampu membelikan baju istrinya , begitu sayang ?" ucap Vaiz sedikit memberi pengertian .


"apakah teman bisnismu akan berfikir begitu? apa istrinya juga memakai baju sepertiku ini ? hanya dress begini saja pasti sudah mahal sayang. Huh memang orang kaya uang itu bagaikan daun , kalau tidak punya uang ia akan mencari saat ia punya banyak uang mereka bingung untuk menghamburkanya ." celoteh Shasa sambil berjalan keluar rumah .


"tidak begitu sayang , kau salah . Mereka ingin membahagiakan istrinya , begitu juga denganku . Lihat kai terlihat cantik dan anggun . Jika saja setiap hari kau berdandan cantik untuk suamimu ."


"kau memaksaku ?" ucapnya cemberut . Vaiz membuka kan pintu mobil untuk istrinya lalu beralih untuk dirinya . Saat sudah berada di dalam mobil dan duduk di kemudi mobil dan menjalankan mobilnya .


"kau marah , aku hanya bilang andai tadi sayang. Aku tidak akan menuntutmu . Mau kau berpakaian seperti apa aku tidak peduli bahkan saat di kamar pun kau tidak memakai sehelai benang aku lebih menyukainya ." celoteh Vaiz .


"huh kamu menyebalkan sayang." memukul lengan suaminya .

__ADS_1


"hahahahaha." gelak tawa Vaiz terdengan renyah .


"aku kira CEO itu sikapnya memang dingin,irit bicara,dan cuek tapi setelah aku menikah denganmu ternyata tidak sama sekali ." cicit Shasa .


"hei memang kau tau darimana sikap sikap para CEO?" Vaiz terlihat serius .


"dari aplikasi novel yang aku baca ."


"dan kau berhalusinasi , berandai andai kan sayang ?"


"iya tapi andai andaiku itu sangat berbeda kenyataanya , suami CEO ku ini sangat mesum,mesum dan mesum ." Vaiz kembali tertawa mendengar ucapan istrinya .


"silahkan masuk tuan dan nyonya ." ucap Dino mempersilahkan .


"terima kasih ." Vaiz dan Shasa memasuki ruang VIP tersebut .


"selamat datang nak Vaiz silahkan duduk ." ucap laki laki tua yang tak lain rekan bisnis Vaiz . Vaiz menarik kursi untuk Shasa dan kembali menarik kursi untuknya .

__ADS_1


"bagaimana kabar anda , tuan Surya ?" tanya Vaiz berbasa basi .


"baik ." ucap Vaiz . Mata Shasa melotot saat melihat Pria setengah tua tersebut bersama wanita yang pernah ia temui di kantor suaminya . Matanya membulat seketika .


"kenapa ada dia?" bisik Shasa pada suaminya .


"julie anak dari tuan Surya ."


"kenapa kau tidak bicara ,kau tahu kan saat bertemu di ruanganmu aku sudah tidak menyukainya . Dia itu wanita tidak bisa di ajak baik baik ."


"sayang kau sudah berjanji untuk sopan jangan begini ."


"bahkan kau sudah menipuku . Kalau tahu begini aku tidak ikut."


"apakah pertemuan ini hanya untuk saling bisik bisik ." ucap Julie yang terlihat kesal .


"huh, dasar wanita ular ." gurutu Shasa .

__ADS_1


"sayang ." panggil Vaiz dengan nada halus .


"oke oke baiklah ," ucap Shasa terlihat kesal .


__ADS_2