
Tak tak tak tak
Langkah kaki lebar memasuki gedung yang menjulang tinggi . Menampilkan wajah tampan namun tetap Arrogant . Tak menampilkan senyum kala para wanita di area gedung tersebut menatap penuh kagum . Sekretaris Pribadi yang tak kalah tampan dan Juga Arrogant mengikuti langkah lebar sang tuannya.
"Bisa bertemu tuanmu ." ucap Sekretaris pribadi tersebut membuka suara pada sekretaris wanita yang duduk di depan ruangan tuannya .
Tak ada suara jawaban dari sosok wanita tersebut , ia malah menatap kedua pria tersebut tanpa berkedip .
Brak.
"kau dengar tidak aku bicara apa ?" tanya sekretaris tersebut .
"ahhh maaf tuan ." ucap wanita tersebut dengan gelagapan.
"tuan Vaiz , Assisten Dino ." Ucap Seorang pria .
"ah Assisten Kio, apa tuanmu ada di ruangan ?" tanya Dino .
"ada tuan, silahkan anda tunggu sebentar ."
__ADS_1
Assisten Kio memeasuki ruangan Presdir nya . Beberapa saat ia kembali ke menemui Vaiz dan Dino untuk masuk keruangan .
"Selamat datang tuan Vaiz." ucap Zidan sang pemilik perusahaan tersebut
"silahkan duduk ." Zidan mempersilahkan Vaiz .
Vaiz duduk di sofa yang di tunjuk oleh Zidan , sementara Sekretaris Pribadinya berdiri di belakang tuannya . Sementara Zidan duduk di Sofa sebrang Vaiz begitu juga Assistennya berdiri di belakang Zidan .
"ada yang perlu saya bantu tuan?" tanya Zidan yang tau maksud kedatangan Vaiz.
"tidak perlu kau basa basi . Kau pasti sudah menduga dengan alasanku datang kemari . Kau juga pasti tau jelas masalah apa hingga aku datang ke kantormu seperti ini ." ucap Vaiz terlihat geram dengan orang yang ada di depannya .
"tidak perlu . Aku hanya ing memperingatkanmu jangan pernah kau mengusik kehidupan istriku. Dia terganggu denganmu ." ucap Vaiz yang masih mengontrol emosinya.
"ahh nyonya Keisha bukan? wanita biasa yang telah menempati ruang hatiku yang paling dalam?" ucap Zidan sambil memegang sebelah dadanya .
"apa maumu Zidan , Kau sudah membuat istriku tidak nyaman dirumahnya sendiri ." Vaiz sedikit membentak Zidan .
"jika aku mengatakan apa yang aku mau apa kau mau mengabulkannya ?" tanya Zidan sambil tersenyum remeh .
__ADS_1
"apa yang kau inginkan? separuh sahamku ? atau kau ingin semuanya ?" tanya Vaiz rahangnya mengetat .
"woho tuan , hanya demi seorang istri kau rela memberikan semuanya padaku?" tanya Zidan sambil bertepuk tangan.
"apapun demi istriku tapi berjanjilah setelah itu pergilah dari pandangan istriku . Dia sangat terusik ."
"tuan ."panggil Dino memperingati tuannya.
" biarkan Dino, Aku rela hidup miskin asal istriku nyaman dengan kehidupannya tanpa gangguan orang ini ."ucap Vaiz .
"sayang tuan, aku tidak tertarik dengan sahammu . Meskipun Usahaku tidak seberapa di banding milikmu . Tapi aku lebih memilih Nyonya Keisha untuk menjadi istriku. Jika kau ingin memberi penawaran berikan istrimu padaku. Anakmu akan tetap denganmu ." ucap Zidan tersenyum .
"tuan." Kio memperingati tuannya, namun ucapannya terpotong oleh Vaiz .
"jaga batasanmu Zidan, Kau lupa siapa aku . Kau ingat istriku bukan barang yang bisa dengan mudahnya kau ambil begitu saja . Dia lebih berharga daripada segalanya . Jadi jangan pernah kau lupa posisimu ." Emosi Vaiz membuncah kala mendenngar ucapan Zidan .
"aku hanya minta istrimu . Kau kaya bukan kau bisa mencari istri lagi yang melebihi istrimu." ucap Zidan yang tetlihat santai .
"Jaga ucapanmu . Kau memang gila . Kau sinting . Aku disini meminta baik baik tapi kau malah lebih menjadi . Kau ingat kau akan hancur hidupmu . Ingat sumpahku sumpah seorang suami demi istrinya ." Vaiz berdiri dan berjalan keluar ruangan dan diikuti Dino sang sekretaris pribadinya.
__ADS_1