Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 156


__ADS_3

"selamat pagi tuan ." sapa Dino pada tuannya.


"bagaimana apa kau bisa menyelesaikan hari ini?" tanya Vaiz to the point .


"seperti yang anda minta tuan, saya sudah menyelesaikannya . Sebentar lagi beliau akan menghubungi anda , tapi ini hanya perkiraan saya tuan ." jelas Dino .


"iya aku tahu, terima kasih sudah menyelesaikan urusannya dengan baik. Tunggu bonus yang akan aku berikan padamu ."


"terima kasih tuan, ada yang harus saya kerjakan lagi?" tanya Dino sebelum undur diri.


"tidak, kembali lah ke ruanganmu ." Dino pun membungkukkan badan undur diri .


kau terlalu jauh bermain api denganku, sekarang kau akan tahu bagaimana rasanya jika aku sudah bertindak . batin Vaiz.


Tersadar dari lamunannya , ia langsung teringat istrinya . Vaiz seketika meraih ponsel miliknya dan langsung mencari kontak nama istrinya .


tutt.. tutt.. tutt..


"halo ayah ."sapa Shasa dengan menapilkan wajah putrinya saat suaminya melakukan video call .


"apa putra ayah sudah mandi?" tanya Vaiz yang tersenyum melihat putrinya pada layar ponsel.


"apa ayah tidak melihat kalau aku sudah sangat cantik?" ucap Shasa dengan suara di buat seperti anak kecil. Vaiz mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Shasa mengalihkan layar ponselnya menghadap dirinya .


"sayang,ada apa? tumben sekali kau menghubungi ku?" tanya Shasa.


"aku merindukan kalian, sayang aku akan menjaga kalian berdua . Aku berjanji tidak akan ada orang yang akan mengganggu kehidupan dan rumah tangga kita ." jelas Vaiz dengan serius .


"iya, aku percaya padamu ." ucap Shasa .


"jika ingin kemana mana tunggu aku , jangan pergi sendiri ." jelas Vaiz . Setelah melakukan sesuatu ia yakin jika nyawa istri dan anaknyalah taruhannya .Maka dari itu ia harus lebih berhati hati dan mewanti wanti istrinya .


"kenapa? apa kau ada masalah?" tanya Shasa .


"tidak,aku hanya tidak ingin kau kenapa kenapa ."


"baiklah sayang, aku masih ada pekerjaan . Biar aku melanjutkan pekerjaanku lebih dulu ." Shasa mengangguk . Lalu Vaiz memutuskan panggilan Video tersebut.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sedangkan di kantor milik Zidan, ruangan yang tadinya sangat rapi kini berantakan . Apa yang ada di depannya akan ia banting dan buang hingga berserakan kemana mana .


"tuan kendalikan amarahmu ." pinta assisten pribadinya.


"apa yang kau lakukan hingga semuanya hilang?" bentak Zidan .

__ADS_1


"bukankah saya sudah peringatkan tuan , jika tuan jangan pernah mengusiknya. Apa tuan pernah mendengar ucapan saya?" tanya Assisten tersebut


"kenapa kau malah kembali bertanya?"


"maaf , tapi memang tuan yang bermain api hingga menyebabkan rekan bisnis kita membatalkan kontraknya." jelasnya .


"aku tidak peduli . Awas saja kau Vaiz aku akan merebut sesuatu yang berharga bagimu ." geram Zidan .


"tuan jangan ulangi yang kedua kalinya. Kita sudah hampir rugi tuan ." ucap assisten mengingatkan .


"aku tidak perduli . Pergi kau dari ruanganku kau terlalu bodoh untuk masalah ini ."


Tanpa di minta assisten priadi Zidan pun langsung melangkah keluar ruangan dengan memijat pelipisnya.


"Keisha, tunggu aku . Aku akan menjemput dan merebut mu dari kep*ra* itu. Aku akan membuat lelakimu memohon padaku. Karena dia sudah merusak usaha dan jerih payahku yang selama ini ku bangun." gerutu Zidan sambil menegak segelas minuman beralkohol.


Zidan meraih ponsel yang berada di atas meja dan membuka galeri ponselnya . Ia sesekali tersenyum saat memandangi layar ponsel yang terpampang foto Shasa .


"entah bagaimana bisa aku menyukaimu . Yang aku tahu kau wanita kuat dan hebat senyum yang terukir di wajahmu yang membuat aku terpesona . Andai aku lebih dulu mengejarmu mungkin aku lah yang sekarang menjadi pemilik hatimu ." gerutu Zidan .


"sayang sekali Vaizlah yang lebih dulu mengenal dan bertemu denganmu ."gumam Zidan lagi dan lagi.


Zidan kembali meneguk minuman , sesekali ia tersenyum memandangi layar ponsel . Di usapnya layar ponsel berkali kali . Namun seketika ia kembali menumpahkan amarahnya .

__ADS_1


__ADS_2