Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 93


__ADS_3

"sayang jangan lupa nanti ya , aku berangkat dulu ." pamit Vaiz sambil memberi ciuman kedua pipi Shasa ,kening dan bibir .


"iya iya . hati hati d jalan jangan ngebut ." ucap Shasa mengingatkan di angguk Vaiz .


Setelah mobil Vaiz menghilang dari penglihatan Shasa , Shasa berjalan perlahan memasuki rumah .


"nyonya hati hati ." ucap bu Nin membantu Shasa .


"iya bi , sepertinya aku lelah jika harus naik turun tangga ." keluh Shasa .


"kenapa sementara tidak pindah di kamar bawah nyonya, kasihan jika nyonya kelelahan ."


"sepertinya begitu, ya sudah nanti aku akan mengemasi barangku untuk pindah kekamar bawah . Terima kasih bi Nin sudah mengingatkan ." ucap Shasa tersenyum


"sama sama , nanti biar para pelayan yang membereskan nyonya berisaplah untuk nanti menemani tuan makan siang dengan client nya ." Shasa mengangguk tersenyum .


"sekali lagi terimakasih bi Nin ." Sampai di depan kamar Bi Nin kembali bekerja . Sementara Shasa memilih rebahan dahulu karna masih ada beberapa jam untuk ke kantor suaminya .


Shasa terbangun saat pukul 11.00 membuatnya menjadi tergesa gesa . Ia segera menuju kamar mandi dengan mandi secepat kilat lalu ia merias diri dan memakai dress ibu hamil . Ia juga mengambil tas miliknya dan flatshoes . Vaiz selalu melarang Shasa untuk memakai sepatu ber hak ia meminta Shasa untuk menggunakan flatshoes karna itu tidak membuatnya bahaya .


"Pak Damar ." teriak Shasa


"iya non."


"maaf pak saya teriak , mobilnya sudah siap?" tanya Shasa lirih .

__ADS_1


"tidak apa nyonya , sudah mobil nya sudah siap tinggal berangkat ." ucap Pak Damar berjalan mengikuti Shasa . Shasa duduk di tempat penumpang sambil berdoa agar tidak terlambat . Sesekali ia melihat jam pada ponselnya .


"kurang 10 menit semoga aku tidak telat ." gerutu Shasa . Merasa akan terlambat Shasa menghubungi Vaiz untuk berangkat ke restaurant lebih dulu ia akan menyusul di resto . Jalanan macet membuat Shasa benar terlambat .


Mobil Shasa sampai di parkiran restaurant dengan terlambat 15 menit , Dino yang di tugaskan menunggu Shasa datang menunjukan arah dimana Vaiz dan clien nya berada . Ruang VIP tersebut di buka oleh Dino dan mempersilahkan Shasa masuk .


"maaf sayang aku telat ,ketiduran ." bisik Shasa pada Vaiz .


"tidak apa . oh ya perkenalkan ini temanku Gilang dan Mia istrinya Gilang . Kita akan menjalin kerja sama sayang ." ucap Vaiz kepada istrinya mengenalkan client nya .


"halo saya Shasa , istri dati Mas Vaiz ." menjabat tangan Gilang berganti dengan Mia namun Mia tak membalas uluran tangan Shasa .


"sayang jangan seperti itu ." bisik Gilang pada istrinya .


"tidak apa tuan , setidaknya suami sayang sudah memperkenalkan ." ucap Shasa menarik tangannya .


"sayang kau ingin makan apa?" tanya Vaiz pada istrinya .


"aku ingin makan mie ayam sayang ."


"sayang tidak ada mie ayam disini ." bisik Vaiz .


"tapi aku ingin , saat dijalan tadi aku melihat mie ayam menggiurkan aku ingin mie ayam itu ." rengek Shasa lirih .


"Vaiz , apa kau tidak memberitahu istrimu jika kita bertemu dan makan siang di restaurant mahal . Bahkan disini nasi putih pun tidak ada ." ledek Mia sinis .

__ADS_1


"mia , tolong jangan bicara seperti itu . Aku tau kau temanku tapi tolong jangan begini . Hargai istriku yang sedang mengidam ." jelas Vaiz .


"Vaiz ,maafkan istriku ." ucap Gilang memohon .


"harusnya kau menerima kembali sahabatku , tapi kau malah menerima gadis miskin yang tidak punya harga diri . Lihat orang miskin akan tetap miskin tidak akan pernah berubah menjadi kaya . Gara gara kau temanku di kirim ke tempat yang jauh dari kerabatnya . Dia tersiksa kau tahu ." ucap Mia berapi api . Shasa meremas tangannya dan tertunduk .


"cukup Mia , harusnya aku tidak menerima kerjasama dengan perusahaanmu ." bentak Vaiz . Ia memenangkan istrinya .


"kau tahu , kenapa kau meminta kerjasama denganmu ? karna aku ingin tahu seberapa hebat istrimu itu? seberapa cantik dan menarik istrimu tapi bahkan di bandingan dengan Diana , dia tidak ada apa apanya ." cecar Mia .


"Mia cukup ." kini Gilang yang berteriak karna tak tahan dengan sikap istrinya .


"tidak apa tuan , sayang aku tidak apa . Toh memang seperti itu kenyataannya ." ucap Shasa memperhalus ucapannya . Sebenarnya hatinya sudah dongkol ingin meremas mulut wanita itu tapi dia masih memikirkan kehamilannya . Shasa berdiri dan keluar dari ruangan tersebut . Ia berjalan cepat menghentikan taksi karna supir Shasa sudah kembali lebi dulu .


"Sayang ...." teriak Vaiz saat Shasa keluar ruangan tersebut . Shasa tak menghiraukan suaminya. Saat taksi yang di tumpangi Shasa meghilang Vaiz memanggil Dino .


"urus mereka berdua , kau tahu apa maksudku . Wanitanya telah membuat wanitaku menangis ." ucap Vaiz kepada Dino . Sekretaris pribadinya yang paham maksud atasannya hanya mengangguk . Vaiz berlalu pergi menyusul istrinya . Ia mengendarai mobilnya dengan cepat agar cepat sampai dikediamaannya .


...****************...


**Thor, kok up nya lama ? kok itu aja ?lanjut thor.


hehehe iya kak , kenapa author up nya lama dan sedikit . Karna kurang 1 minggu lagi sudah mau lebaran jadi terpaksa upnya 1 bab , karna authornya harus persiapan buat kue kering . Jadi maafkan author gak bisa cepat up atau tidak bisa crazy up . Karna authornya lagi sibuk sekali . Tapi tenang akan author sempatin buat up up lagi** .


**Jangan lupa VOTE juga ya kak , agar author tambah semangat dan menghasilkan ide ide yang membuat kalian tetap suka dengan novel author .

__ADS_1


I LOVE YOU**


__ADS_2