Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 55


__ADS_3

Pukul sembilan malam , Vaiz mulai kembali dari kantor . Raut wajah lelah terlihat jelas, dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar miliknya . Ia membuka pintu dan disuguhkan dengan wajah manis milik istrinya sedang berada diatas ranjang dengan mata terpejam dan bergelung dengan selimut . Vaiz menyunggingkan bibirnya . Lelahnya seketika hilang , ia buru buru membersihkan tubuhnya dan ikut menyusul istrinya ke alam mimpi . Tak butuh waktu lama berada di kamar mandi ,kini Vaiz sudah berada di samping istinya . Tangan kekarnya memeluk istrinya , dan tiba tiba matanya membulat saat merasa ada yang berbeda . Ia menyingkap selimut tebal milik istrinya tak lama senyumnya muncul dengan wajah bahagia .


"uhhhh ." Shasa menggeliat saat merasa tubuhnya kedinginan .


"sayang ." bisik Vaiz pada telinga Shasa .


"hmmmm, apa?" Shasa masih enggan membuka matanya .


"kau memakainya?" tanya Vaiz dengan mata berbinar .


"hmmmm, bukannya kau yang meminta dan sekarang kau bertanya ?" Shasa terlihat kesal karna suaminya menggangu tidurnya .


"aku hanya terkejut tidak menyangka jika istriku sepenurut ini ." jelasnya .


"apa kau menyukainya sayang ." ucap Shasa sambil memeluk suaminya .


"sangat suka , jika tidak keberatan pakaialah setiap hari ." ucao Vaiz .


"baiklah, besok aku akan memakainya saat mengantari makan siang di kantormu ."


Pletak . Vaiz menyentil kening istrinya ..

__ADS_1


"auhhh, hobyy sekali kau menyentil keningku ." mengusap keningnya yang terasa nyut nyutan .


"dan kau suka sekali mengerjai suamimu . Sampai kau memakai di kantorku .Awas saja akan ku cincang kau lalu ku buat sop manusia ."


"ihhhh ," Shasa bergidik ngeri sedangkan Vaiz terlihat senang melihat tingkah istrinya . Vaiz dengan gemasnya menciumi seluruh wajah istrinya . Hingga ciuman itu berujung menjadi sebuah pergulatan antara suami istri tersebut .


Pagi Hari Vaiz meminta Shasa untuk tidak mengantar makan siang, karna ia akan makan siang dengan rekan bisnisnya . Shasa pun mengangguk .


"huh, bosan biasanya aku akan mengantar makan siang untuknya ..Tapi sekarang aku tidak ada kerjaan ." gerutunya .


"lebih baik aku berjalan jalan saja ," Shasa bersiap siap untuk keluar rumah . Ia meminta pak Damar menyiapkan mobil untuknya .


"kita kemana nyonya?" tanya Pak Damar .


"entahlah pak ,aku hanya suntuk saja ."


Setelah berdiam lama, ia pun menghubungi seseorang mengajak bertemu di restaurant tempat ia dan Vaiz makan .


"ya udah pak ,kita ke restaurant yang biasanya aja , aku ada janji dengan temanku ."


"baik nyonya ." Pak Damar pun menjalankan mobilnya menuju restaurant yang Shasa minta ,tak membutuhkan waktu lama mobil milik Shasa sudah terparkir rapi di depan restaurant tersebut. Di dalam mobil Shasa terlihat mencari cari seseorang . Saat kedua matanya menemukan sosok yang dicarinya ia pun berlalu keluar dari mobil .

__ADS_1


"mbak Sari ." panggil Shasa pada wanita yang duduk diatas motornya .


"Shasa , kangen tau ." ucap Sari memeluk Shasa .


"sama mbak,ya udah masuk yuk ." ajak Shasa menggandeng temannya .


"tapi Sa,aku malu ini yang berkunjung hanya kalangan orang kaya,sedangkan aku hanya pekerja cafe ."


"udah mbak gak papa, ada aku ." Shasa memaksa Sari untuk masuk dan akhirnya Sari pun bersedia .


Shasa dan Sari masuk ke restaurant . Ia duduk dengan santai sementara Sari yang belum terbiasa sedikit gugup .


"mbak , kita akan makan bukan akan kontes jangan perlihatkan wajah gugupmu ." ucap Shasa menggoda .


"ahhh Sa , kau ini ." Sari mendengus kesal mendengar ejekan Shasa . Shasa pun memesan menu yang ada di tempat tersebut .


"kau banyak sekali memesannya ?" ucap Sari .


"jika tidak habis ,nanti kita bungkus bisik Shasa ."


"apa kau fikir ini warung nasi padang Sa?" Sari menggelengkan kepala melihat tingkah kocak temannya ini . Ia tak menyangka Shasa yang dulu jarang bercanda dan hanya murung kini sifatnya berubah drastis . Shasa hanya tergelak ,saat pesanannya sudah datang Shasa dan Sari mulai memakan hidangan tersebut .

__ADS_1


__ADS_2